Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Berita

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah perairan serta meningkatkan kesadaran keselamatan pelayaran bagi masyarakat nelayan, anggota Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis, sambang, dan pemberian imbauan kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir Pantai Grajagan, Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.50 WIB hingga selesai tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dengan personel yang terlibat, yakni Aipda I Wayan Wedhana, Kanit Polairud Unit Selatan.

Patroli dialogis ini merupakan bagian dari upaya preventif Kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah pesisir serta sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pendekatan humanis melalui dialog langsung dengan para nelayan dan warga pesisir. Selain menyerap informasi serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, petugas juga memberikan edukasi terkait pentingnya keselamatan saat melaut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Kepada para nelayan, petugas mengingatkan agar selalu mengutamakan faktor keselamatan sebelum berangkat melaut. Setiap perahu maupun kapal yang digunakan untuk menangkap ikan diwajibkan memiliki perlengkapan keselamatan, terutama jaket pelampung (life jacket) yang berfungsi sebagai alat penyelamat apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Imbauan tersebut sejalan dengan ketentuan keselamatan pelayaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan faktor utama dalam penyelenggaraan transportasi dan aktivitas di wilayah perairan. Dalam regulasi tersebut, setiap kapal wajib memenuhi persyaratan keselamatan, termasuk ketersediaan perlengkapan keselamatan bagi awak maupun penumpang.

Selain itu, petugas juga mengingatkan para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca sedang buruk. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi sesaat. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh instansi terkait sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.

Langkah preventif tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 13 yang menyebutkan bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui patroli dialogis dan sambang rutin di wilayah pesisir, Satpolairud Polresta Banyuwangi berupaya membangun sinergi dengan masyarakat nelayan guna menciptakan lingkungan perairan yang aman, tertib, serta bebas dari berbagai potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut.

Kehadiran personel Polairud di tengah masyarakat pesisir juga mendapat respons positif dari para nelayan. Mereka merasa lebih diperhatikan dan mendapatkan edukasi yang bermanfaat terkait aspek keselamatan pelayaran serta pentingnya menjaga keamanan lingkungan perairan.

Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, tercipta situasi Harkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah pesisir Pantai Grajagan. Masyarakat nelayan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, sementara hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, kondisi cuaca pada saat kegiatan berlangsung terpantau cerah. Air laut dalam kondisi surut, angin bertiup landai, dan gelombang relatif tenang sehingga aktivitas masyarakat pesisir berjalan normal. Seluruh rangkaian kegiatan patroli dialogis, sambang, dan pemberian imbauan keselamatan berlangsung lancar, aman, dan kondusif.

Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan patroli preventif di wilayah perairan guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat pesisir serta mewujudkan perairan Banyuwangi yang aman, tertib, dan berkeselamatan sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FERADI WPI untuk wilayah Jakarta Timur dan Kota Bogor berlangsung khidmat dan meriah, mulai pukul 18.30 hingga 21.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh para tamu kehormatan serta pengurus dari berbagai tingkatan organisasi, meliputi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta perwakilan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Area. Rangkaian acara diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan santap malam bersama, dan ditutup dengan prosesi pelantikan yang sakral.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum sekaligus Pendiri Organisasi Advokat FERADI WPI, Bapak Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., menyampaikan arahan penting bagi seluruh jajaran. Beliau menegaskan bahwa fokus utama organisasi adalah memberikan layanan bantuan hukum secara probono murni, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum namun memiliki keterbatasan kemampuan biaya.

Suasana semakin hangat dan penuh sukacita ketika Ketua Umum memberikan kejutan berupa beasiswa penuh pendidikan perpajakan. Kesempatan berharga ini merupakan hasil kerja sama antara FERADI WPI, FERADI TAX CONSULTANT, dan PT KAWAN JARI GRUP. Beasiswa tersebut turut diterima langsung oleh Ketua DPC FERADI WPI Jakarta Timur — Zainil Yasni, C.PFW., C.MDF., C.JKJ. — serta Ketua DPC FERADI WPI Kota Bogor — Advokat Erwin Maulana, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ. — disambut tepuk tangan gemuruh dari seluruh hadirin.

Ketua Umum juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para “NAGA” atau yang dikenal sebagai The Dragon FERADI WPI — jajaran Wakil Ketua Umum DPP — atas dukungan penuh sehingga acara ini terlaksana dengan baik untuk masa bakti 2026–2031. Wakil Ketua Umum yang hadir dan mendampingi antara lain: Advokat Suwanto, S.H., M.H.; Harriani Bianca Daryana, S.H.; Revan Pratama Wijaya, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.; Sudarmanto; serta H. Adang Bahrowi, S.H.

Dalam penutup sambutannya, beliau mengajak seluruh anggota untuk bersatu padu: “Kita adalah Naga, Singa, dan Rajawali — mari bangkit menjadi pejuang keadilan yang aktif melayani masyarakat di wilayah masing-masing.” Beliau juga mengingatkan prinsip utama dalam menjalankan profesi: “Jangan pernah mengandalkan kekuatan manusia semata, namun sandarkanlah segala usaha dan kerja keras kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Acara pelantikan ini menjadi tonggak baru bagi FERADI WPI untuk memperluas manfaat dan kehadirannya dalam memberikan keadilan dan perlindungan hukum bagi masyarakat luas.

 

(Haris Pranata)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dinilai strategis untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan, Santai Sea Plane memilih Banyuwangi sebagaii pusat layanan penerbangan charter eksklusif. Armada yang dioperasikan akan menawarkan pengalaman wisata udara dengan panorama alam Banyuwangi dan pusat-pusat pariwisata nasional.

Maskapai Santai Seaplane merupakan perusahaan maskapai penerbangan pesawat amphibi yang menjadi bagian dari Seaplane Asia.

CEO Seaplane Asia Denis Keller mengatakan pihaknya menjadikan Banyuwangi sebagai base pertama di Indonesia untuk mengoperasikan Santai Seaplane dengan konsep pariwisata premium. Salah satunya karena posisi Banyuwangi yang dinilai strategis untuk pengembangan bisnis pariwisata.

“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” ujar Denis saat bertemu secara langsung dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik, Pemkab Banyuwangi, Rabu (10/6/2026).

Denis mengungkapkan, Banyuwangi juga dinilai memiliki ekosistem pariwisata yang lengkap. Tidak hanya memiliki destinasi alam yang bertaraf internasional, juga kaya akan atraksi budaya serta amenitas yang mendukung. Sehingga mudah untuk memperluas jaringan rute penerbangan wisata dari Banyuwangi ke barat dan timur Indonesia.

Pengalaman premium yang ditawarkan adalah menikmati layanan perjalanan pariwisata udarab.

“Jadi konsep kami seaplane bukan sekedar alat transportasi, tapi justru pengalaman selama penerbangannya menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” ujarnya.

Ia menambahkan selain untuk melayani kebutuhan pariwisata premium, Santai Seaplane juga bisa digunakan untuk misi evakuasi medis dan kargo.

“Pesawat ini sangat mudah untuk dikonfigurasi, lebih aman, nyaman, cepat, serta lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Ditambahkan CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, Santai Seaplane akan beroperasi di Banyuwangi pada Bulan Juli mendatang. Saat ini pihaknya telah membuka home base di Bandara Banyuwangi. Tahun ini pihaknya menargetkan ada tiga pesawat yang akan beroperasi.

Jenis pesawat yang digunakan Cessna Caravan 208 EX Amfibi, salah satu jenis pesawat yang sangat tough secara safety kemudian juga secara kenyamanan sangat tinggi.

“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi. Tujuan kami adalah membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan, dengan bekerja sama erat bersama pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, dan mitra industri perhotelan,” ujar Wirmandi.

Untuk sistem pemesanan penerbangannya, pada beberapa rute akan ditawarkan dengan sistem pesan per kursi (by the seat), di mana tamu perorangan dapat memesan satu kursi saja. Sementara rute lainnya akan lebih berbasis sewaan (charter).

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik adanya pembukaan oeperasioanl Santai Seaplane di Banyuwangi. Kehadiran layanan Pariwisata Premium Santai Seaplane akan membawa pariwisata Banyuwangi ke level yang lebih tinggi.

“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.

Pertemuan tersebut turut General Manajer Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi dan Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Rencana Pemkab Banyuwangi untuk melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan digelar pada Oktober 2027 mendatang dengan sistem digital mulai berjalan. Aplikasi pemungutan suara berbasis digital atau e-voting terus dipersiapkan sebelum diuji coba langsung bulan Juli depan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, penerapan e-voting merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyuwangi dinilai memiliki kesiapan yang cukup baik karena menjadi daerah dengan capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 130 desa direncanakan menggelar Pilkades dengan sistem e-voting.

“Ada sekitar 130 desa yang akan melaksanakan pilkades pada Oktober 2027. Harapan dari Kemendagri, Banyuwangi bisa melaksanakan pilkades secara digital melalui e-voting,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Banyuwangi terus mematangkan aplikasi yang akan digunakan saat pemungutan suara berlangsung.

“Harapan kami, pada pilkades serentak 2027 nanti, seluruh desa bisa melaksanakan e-voting. Aplikasi ini nanti akan disiapkan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi,” katanya.

Nanin menilai penerapan e-voting memiliki sejumlah keunggulan dibanding sistem konvensional. Salah satunya mampu meminimalkan gesekan yang kerap muncul saat proses penghitungan suara berlangsung. Seperti perdebatan muncul ketika proses penghitungan suara manual dilakukan di TPS.

“Biasanya persoalan muncul saat penghitungan suara, misalnya soal suara sah dan tidak sah. Dengan e-voting, hal ini bisa dihindari,” jelasnya.

Selain itu, sistem digital juga diharapkan mampu menekan angka golongan putih (golput) dalam Pilkades. Sebab seluruh daftar pemilih tetap (DPT) akan langsung terintegrasi dalam sistem sehingga proses pencoblosan menjadi lebih mudah. Meski menggunakan e-voting, masyarakat tetap diwajibkan datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Keunggulan lain dari sistem ini adalah kecepatan penghitungan suara. Begitu waktu pemungutan suara berakhir, hasil perolehan suara dapat langsung diketahui tanpa harus menunggu proses pembukaan dan penghitungan surat suara satu per satu,” beber Nanin.

Pemkab Banyuwangi akan segera menggelar simulasi e-voting pada tahun ini di desa yang melaksanakan pilkades. Selain pengadaan perangkat, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi pelaksanaan e-voting.

“Mulai Juni ini kami akan melakukan simulasi secara bertahap. Tujuannya agar masyarakat desa semakin familiar dengan penggunaan e-voting sebelum hari pelaksanaan nanti,” tandasnya. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Suasana Mapolsek Songgon terasa lebih hidup dan penuh kehangatan sore ini, saat pintu kantor kepolisian sektor itu terbuka lebar menyambut kedatangan berbagai elemen masyarakat. Tepat pukul 15.30 WIB, Rapat Koordinasi Cipta Kondisi digelar guna menyongsong datangnya 1 Muharram 1448 Hijriyah, mempertemukan aparat keamanan, pemerintah kecamatan, serta tokoh perguruan silat dalam satu wadah kesepakatan bersama.

Sebagai tuan rumah, Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono, S.H., memimpin jalannya forum strategis tersebut dengan penuh keteraturan. Kehadiran unsur terkait turut memperkuat makna pertemuan ini: Koramil 0825/20 Songgon diwakili Sertu Ayub Suwari, sementara pemerintah kecamatan menugaskan Abdul Hadi dari Satpol PP Kecamatan Songgon sebagai perwakilan Camat. Yang istimewa, tiga perguruan silat terkemuka turut ambil bagian—PSHT oleh Mustakim, Kera Sakti oleh Hafis, serta Tapak Suci oleh Dita Dwi. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa upaya menjaga ketertiban bukan sekadar kewajiban aparat, melainkan tanggung jawab yang tumbuh dari akar rumput masyarakat.

Rapat berlangsung dengan isi yang bermakna. Setelah sesi pembukaan, sambutan dari Kapolsek, perwakilan Koramil, dan perwakilan pemerintah kecamatan mengalir satu suara: keamanan wilayah tercipta jika semua pihak bersatu padu. Puncac acara berisi tukar pendapat antarpemuka perguruan silat, di mana masing-masing menyampaikan komitmen teguh untuk menjaga suasana tetap kondusif selama rangkaian peringatan Tahun Baru Islam berlangsung. Diskusi berjalan hangat namun tetap beretika, mencerminkan kedewasaan dan kesatuan hati seluruh peserta dalam menyambut momen sakral tersebut.

Kegiatan ditutup dengan tertib, lancar, dan aman—sesuai cita-cita yang ingin diwujudkan. Pertemuan ini meninggalkan pesan yang jelas: di Kecamatan Songgon, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat berdiri bahu-membahu. Bersama-sama mereka menjamin peringatan 1 Muharram berjalan khidmat, damai, dan penuh berkah bagi seluruh warga.

Kodim Banyuwangi semakin produktif,

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

error: Content is protected !!