We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba

RIU || Jejak-indonesia.id - Polda Riau kembali mengambil langkah tegas dan terukur dalam merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.

Setelah sebelumnya mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim sebagai bentuk tanggung jawab komando atas terjadinya aksi ricuh, kini dilakukan evaluasi lanjutan yang berujung pada keputusan rotasi besar di tingkat personel.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, keputusan tersebut diambil melalui proses panjang, berbasis evaluasi menyeluruh yang melibatkan fungsi pengawasan internal.

“Berdasarkan hasil evaluasi dari Itwasda, Propam, serta melalui proses Wanjak yang panjang, kami melakukan penilaian secara komprehensif terhadap kinerja personel di Polsek Panipahan. Dari hasil tersebut, diputuskan akan dilakukan rotasi besar yang menyasar para kanit dan anggota yang bertugas di sana,” ujar Kapolda, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah ini adalah bentuk penataan organisasi serta upaya korektif untuk memastikan pelayanan kepolisian berjalan lebih optimal dan responsif terhadap situasi di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat, mampu menjaga stabilitas kamtibmas, sekaligus menjawab berbagai dinamika yang berkembang,” katanya.

Irjen Herry juga menekankan, keputusan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons institusi terhadap aspirasi masyarakat Panipahan yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan keresahan terhadap situasi keamanan di wilayahnya.

“Kami mendengar aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kegelisahan warga Panipahan menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, setiap langkah yang kami ambil tidak hanya berbasis pada hasil evaluasi internal, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, lulusan Akpol 1996 ini menegaskan, pembenahan di Panipahan juga diiringi dengan langkah strategis dalam pemberantasan narkoba yang menjadi salah satu akar persoalan di wilayah tersebut.

Polda Riau, kata dia, telah membentuk Satuan Tugas Anti Narkoba yang melibatkan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara terpadu, sebagai bentuk komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika.

Pasalnya, penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara biasa.

"Kami sudah membentuk Satgas Anti Narkoba yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja internal, sehingga tidak ada ruang bagi penyimpangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Polda Riau juga akan mendorong pendekatan yang lebih komprehensif melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau untuk mencanangkan Panipahan sebagai desa atau kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Ke depan, Panipahan akan kita dorong menjadi kampung Bersinar. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya membangun ketahanan sosial masyarakat agar mampu menolak dan melawan narkoba secara kolektif,” kata Kapolda.

Sebagai penguatan langkah tersebut, Polda Riau juga akan melaksanakan Operasi Antinarkoba (Antik) Lancang Kuning 2026 yang akan menyasar seluruh wilayah polres di Provinsi Riau secara serentak.

“Operasi Antik Lancang Kuning 2026 akan kami gelar secara masif di seluruh wilayah hukum Polda Riau. Ini adalah bagian dari langkah konkret kami untuk menekan peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya, sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi jaringan narkotika di Riau,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Riau telah lebih dahulu mengambil langkah awal dengan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim setelah terjadi aksi ricuh yang menjadi perhatian publik.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk akuntabilitas pimpinan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum.

Dengan rangkaian langkah berjenjang ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal secara serius, sekaligus memastikan bahwa setiap personel yang bertugas di lapangan memiliki kapasitas, integritas, dan sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menjawab tantangan besar seperti pemberantasan narkoba dan pemulihan kepercayaan publik.

Perkuat Keamanan Pesisir, Polairud Polres Jembrana Kedepankan Patroli Humanis dan Edukasi Keselamatan Melaut

JEMBRANA || Jejak-indonesia.id - Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Jembrana terus mengintensifkan patroli pesisir sebagai bagian dari strategi preventif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perairan.

Kegiatan patroli yang berlangsung pada Rabu (15/4) tersebut diisi dengan pemantauan aktivitas masyarakat sekaligus dialog interaktif dengan warga pesisir. Salah satu yang disambangi adalah Bapak Nurdin, warga Desa Cupel, Kecamatan Negara, bersama rekannya yang tengah bersiap melaut untuk memancing menggunakan sampan sewaan milik nelayan setempat di kawasan Pengambengan.

Dalam interaksi tersebut, personel Sat Polairud tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menyampaikan imbauan kamtibmas secara persuasif. Masyarakat diingatkan untuk selalu mematuhi aturan hukum, mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut dengan menggunakan alat keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.

Selain aspek keselamatan, edukasi terkait pelestarian lingkungan laut juga menjadi perhatian. Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut guna menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Pol Air AKP I Putu Suparta,S.H., menegaskan bahwa kegiatan patroli dialogis ini merupakan implementasi nyata dari konsep Polri PRESISI yang mengedepankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan.

“Patroli pesisir tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk proaktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Mako Sat Polairud Polres Jembrana maupun layanan Call Center 110.

Kapolda Bali Terima Hasil PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-35 T.A. 2026

BALI || Jejak-indonesia.id - Didampingi Wakapolda Bali dan Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. menerima secara resmi hasil Pelaksanaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (PKDN) peserta Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026, Rabu (15/4/2026).

Penyerahan hasil PKDN tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pendidikan Sespimti Polri, yang bertujuan untuk memperluas wawasan strategis serta meningkatkan kemampuan analisis para peserta dalam menghadapi berbagai tantangan tugas Kepolisian ke depan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim peserta Sespimti Polri Dikreg ke-35 memaparkan hasil temuan dan kajian selama pelaksanaan PKDN di wilayah Bali. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari situasi kamtibmas, pelayanan publik, hingga sinergitas antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menyambut baik hasil PKDN tersebut dan mengapresiasi kerja keras para peserta dalam menyusun kajian yang komprehensif dan aplikatif serta berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan yang konstruktif bagi Polda Bali dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, serta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan Polri dengan satuan kewilayahan dalam menciptakan inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan tugas Kepolisian.

Polres Klungkung Gelar Apel dan Pengecekan Personel KRYD Kemala Run 2026

KLUNGKUNG || Jejak-indonesia.id – Polres Klungkung melaksanakan apel pagi yang dirangkaikan dengan pengecekan personel yang terlibat dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pengamanan Kemala Run 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Nyoman Budiasa, S.H., M.H, (15/4).

Apel diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polres Klungkung, perwira, bintara, ASN, serta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Kemala Run 2026.

Dalam arahannya, Kabag Ops menekankan bahwa meskipun lokasi pengamanan tidak tergolong krusial, seluruh personel tetap harus mempersiapkan diri secara maksimal mengingat jumlah personel yang dilibatkan cukup banyak.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh personel siap memberikan dukungan tambahan apabila diperlukan, mengingat Polda Bali bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut.

Kabag Ops juga mengimbau seluruh personel untuk menjaga kesehatan serta menunjukkan profesionalisme sebagai bagian dari keluarga besar Polres Klungkung yang siap bersinergi dengan jajaran Polda Bali.

“Apapun kebijakan pimpinan, mari kita dukung dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab, khususnya dalam pengamanan Kemala Run 2026 demi kelancaran dan keamanan kegiatan,” tegasnya.

Melalui apel dan pengecekan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat dapat melaksanakan tugas dengan kesiapan, disiplin, serta tanggung jawab penuh, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Kemala Run 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan sukses.

Rakernis Humas 2026, Wakapolri: Humas Polri Adalah Benteng Utama di Tengah Derasnya Arus Informasi

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi, Divisi Humas Polri menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan.

Wakapolri menekankan bahwa tantangan Divhumas Polri saat ini semakin besar seiring dengan masifnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital.

“Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri hadir bukan hanya untuk menyampaikan kabar, tetapi memastikan yang sampai ke masyarakat adalah kebenaran.”

Menurutnya, di era media sosial saat ini, informasi dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses verifikasi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keresahan publik apabila tidak diimbangi dengan komunikasi yang cepat, tepat, dan kredibel.

Secara tidak langsung, Wakapolri menegaskan bahwa tanpa peran Humas yang kuat, masyarakat sangat rentan terpapar informasi yang menyesatkan, yang dapat memicu kepanikan hingga konflik sosial.

“Informasi yang salah bisa menimbulkan keresahan, tetapi informasi yang benar mampu menjaga ketenangan. Di situlah peran Humas menjadi sangat penting.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Divhumas Polri telah mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (AI), untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons isu secara cepat dan akurat.

Kemampuan tersebut memungkinkan Humas Polri tidak hanya melakukan klarifikasi, tetapi juga mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sebelum berkembang luas di masyarakat.

Wakapolri juga menegaskan bahwa perang informasi di era digital saat ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi secara serius oleh institusi Polri, di mana Humas memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas informasi publik.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Humas Polri bukan sekadar fungsi komunikasi institusi, melainkan bagian dari upaya negara dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar.

Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Humas Polri untuk terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Humas Polri harus menjadi sumber informasi yang terpercaya, yang mampu meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.” tutupnya.