Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Distribusi Logistik Dipacu, Helikopter Kargo Dikerahkan: Polri Fokus Selamatkan Korban Bencana

Sumatera Utara || jejakindonesia.id & Polri mempercepat distribusi logistik dan pencarian korban di wilayah bencana Aceh dan Sumatera Utara dengan mengerahkan helikopter kargo, kendaraan operasional tambahan, paramedis, serta Tim DVI. Komitmen itu ditegaskan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat melakukan peninjauan lapangan.

Wakapolri menyampaikan bahwa beberapa wilayah terdampak masih sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga distribusi bantuan diprioritaskan melalui jalur udara.

“Besok helikopter kargo kapasitas 650 kg akan kita operasionalkan, mencoba langsung mendistribusikan kepada masyarakat yang betul-betul belum menerima ataupun terbatas mendapat bantuan,” jelas Wakapolri.

Untuk Aceh Tengah, distribusi logistik juga mengandalkan helikopter kargo. “Insyaallah logistik pelan, tetapi akan memanfaatkan helikopter kargo. Untuk sementara baru 1 helikopter kargo, tetapi dengan kapasitas 600 kg bisa memaksimalkan dropping bantuan,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, situasi masih sangat kritis. “Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek kami tidak dapat beroperasional. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya.

Polri memusatkan seluruh suplai logistik dari Bandara Kualanamu agar pengiriman menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. “Hari ini Bapak Kapolda mengirim 5 truk dan besok akan mengirim lagi ke Aceh Tamiang,” ujar Wakapolri.

Selain logistik, Polri juga mengirim kendaraan operasional, water jet, paramedis, hingga genset untuk mendukung pemulihan. “Untuk Polres nanti akan saya kirim kendaraan trel dan mobil double cabin. Kita juga akan mengirim water jet karena air bersih sangat dibutuhkan,” katanya.

Terkait akses komunikasi, Wakapolri menjelaskan bahwa sebagian wilayah masih mengandalkan Starlink. “Untuk akses internet, listrik masih padam dan jaringan komunikasi masih menggunakan Starlink,” jelasnya.

Sementara itu, pencarian korban terus dilakukan oleh gabungan Basarnas, TNI–Polri, dan relawan. “Untuk korban tentunya akan terus dicari. Semuanya akan saling membantu,” tegas Wakapolri.

Tim DVI juga bekerja intensif untuk mempercepat identifikasi. “Kecepatan kita adalah kecepatan DVI. Kalau semakin lama tentu akan sangat memprihatinkan,” katanya.

Wakapolri memastikan bahwa Polri dan TNI terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Dengan segala keterbatasan, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tutupnya.

Polri Hadirkan Keceriaan Anak-Anak Korban Bencana Lewat Trauma Healing di Taput

Tapanuli Utara || jejakindonesia.id – Polri melalui Konselor Psikologi SDM Mabes Polri dan Polda Sumut menggelar kegiatan Psikososial Trauma Healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana longsor, di Posko Pengungsian Banjir dan Longsor yang berlokasi di Gereja HKBP Sibalanga, Desa Sibalangan, Kecamatan Adiankoting.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian serta komitmen Polri dalam membantu memulihkan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, yang terdampak langsung bencana alam beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan agar mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta mampu mengurangi tekanan psikologis pascalongsor.

Dalam sesi kegiatan, konselor Polri memulai dengan memperkenalkan diri kepada anak-anak dan menjelaskan tujuan dari Trauma Healing. Suasana hangat diciptakan agar anak-anak bisa terbuka dalam menyampaikan perasaan mereka. Tim kemudian menyapa seluruh anak dan para orang tua di posko, menanyakan kabar mereka, serta mendengarkan langsung keluhan maupun pengalaman yang dialami selama masa bencana.

Untuk mencairkan suasana, tim mengajak anak-anak bermain berbagai permainan edukatif, mengikuti games interaktif, bernyanyi bersama, hingga lomba mewarnai gambar. Perlahan ekspresi ceria mulai terlihat, bahkan beberapa anak tampak kembali bersemangat dan tertawa lepas menikmati rangkaian kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa kegiatan Trauma Healing ini merupakan salah satu langkah Polri untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan pendampingan yang tepat dalam menghadapi dampak psikologis dari bencana.

“Polri tidak hanya fokus pada penanganan fisik di lokasi bencana, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak. Kegiatan Trauma Healing ini diharapkan dapat membantu mengurangi rasa trauma dan mengembalikan keceriaan mereka,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

“Kami akan terus hadir dan memberikan pendampingan sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri di tengah situasi sulit ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap masyarakat dapat kembali merasa aman, tenang, dan mampu bangkit menghadapi situasi pascabencana, sejalan dengan semangat Polri yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tinjau Lokasi Bencana Aceh-Sumatera, Wakapolri Pastikan Layanan Kepolisian Pulih dan Penanganan Bencana Diperkuat

ACEH – SUMATERA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung wilayah terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara untuk memastikan pemulihan layanan kepolisian serta percepatan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan efektif.

Dalam keterangannya, Wakapolri mengungkapkan bahwa operasional Polres Tapanuli Tengah yang sempat lumpuh kini sudah mulai berfungsi kembali.

“Dari laporan pak Kapolda, dari hasil kerja keras anggota di lapangan dan instansi terkait lainnya, untuk operasionalisasi dan pelayanan kepolisian di Polres Tapanuli Tengah kini sudah beroperasional dengan berbagai keterbatasan namun hari ini sudah beroperasional,” ujarnya.

Untuk polres-polres lain yang juga terdampak, Polri memprioritaskan evakuasi dan percepatan identifikasi korban oleh Tim DVI Mabes Polri.

“Kita fokus melakukan upaya evakuasi korban kemudian kecepatan tim DVI juga dikerahkan dari Mabes Polri untuk melakukan identifikasi. Karena waktunya ini lebih dari satu minggu kalau tidak cepat diidentifikasi akan susah,” jelasnya.

Wakapolri menambahkan bahwa pemulihan di sebagian wilayah Sumut mulai menunjukkan progres, meski pekerjaan besar masih harus dilakukan.

“Untuk wilayah Sumatera Utara Alhamdulillah berangsur-angsur sudah mulai, tetapi Polri bersama stakeholder lainnya sesuai perintah Bapak Presiden akan fokus membantu masyarakat yang terdampak cukup luas dan korbannya cukup banyak,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, situasi masih sangat berat dengan fasilitas umum dan kantor kepolisian tidak dapat beroperasi. Polri pun mempercepat asesmen dan pengiriman bantuan.

“Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek kami tidak dapat beroperasional. Sesuai perintah Bapak Kapolri, kita lakukan asesmen dan turun ke lapangan untuk percepatan membantu masyarakat,” tegasnya.

Polri juga memusatkan pengiriman logistik dari Bandara Kualanamu dan menambah sarana mobilitas untuk memperkuat pelayanan.

“Seluruh suplai logistik dipusatkan dari Bandara Kualanamu. Kapolda Sumut juga telah mengirim 5 truk dan besok dikirim lagi. Untuk Polres nanti akan saya kirim kendaraan trel dan mobil double cabin,” jelasnya.

Selain itu, Polri akan mengirim water jet, paramedis, dan genset untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan medis, dan komunikasi.

“Besok kita akan mengirimkan mesin genset. Antara Jumat dan Sabtu listrik sudah bisa menyala dan PDAM sedikit bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Wakapolri menegaskan bahwa TNI–Polri akan terus bekerja maksimal. “Dengan segala keterbatasan dan semangat yang luar biasa, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

STIKES Banyuwangi Resmi Menjadi Universitas Doktor Soekardjo

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi resmi bertransformasi menjadi Universitas Doktor Soekardjo (Unidsoe). Dengan bertransfromasi menjadi Univeritas kini kampus memiliki tambahan prodi selain ilmu kesehatan yakni Prodi S1 Manajemen Bisnis Internasional, Prodi S1 Perdagangan Internasional dan Prodi S1 Sistem Informasi.

Peresmian Universitas tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Banywuangi Mujiono bersama Rektor Unidsoe Dr. Soekardjo dan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri di Kampus Banyuwangi, di Kampus Banyuwangi Jl. Letkol Istiqlah Selasa (2/12/2025).

“Selamat atas transformasi Stikes Banyuwangi menjadi universitas Dr. Soekardjo. Transformasi ini bukanlah sekadar perubahan nama, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk pengembangan akademik, riset, dan kontribusi bagi masyarakat. Semoga kehadiran kampus ini turut membawa kemajuan bagi daerah,” kata Wabup Mujiono.

Wabup mengatakan Pemerintah daerah akan terus mendukung hadirnya lembaga pendidikan tinggi di daerah sebaagi upaya untuk meningkatkan akses pendidikan dan daya saing. Sebelumnya di Banyuwangi juga telah berdiri Universitas Airlangga (UNAIR) dan sekolah seni Institut Seni Indonesia (ISI) yang melengkapi infratruktur pendidikan daerah.

“Kami berharap perguruan tinggi tidak hanya mengajarkan ilmu namun juga menciptakan professional yang berkarakter unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Terima kasih kepada segenap Civitas Akademika Universitas Dr. Soekardjo atas kontribusi yang diberikan,” ujar Wabup.

Sementara itu Rektor universitas DR. Soekardjo, Dr. Soekardjo mengatakan Universitas yang dipimpinnya itu sebelumnya telah berkiprah selama 19 tahun sebagai kampus Kesehatan. Dengan perubahan status menjadi universitas akan meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan maupun secara sosial.

“Kami akan terus berusaha memperkuat tata kelola, meningkatkan SDM, memperluas program studi, meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta mencetak lulusan yang siap melayani,” tegasnya.
Ia melanjutkan, prodi baru yang dibuka adalah S1 Manajemen Bisnis Internasional, S1 Perdagangan Internasional dan S1 Sistem Informasi. Prodi ini melengkapi Prodi Kesehatan yang sebelumnya telah berjalan.

“Untuk prodi baru akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026/2027. Di kampus ini kami juga mewajibkan mahasiswa untuk menguasai minimal satu bahasa asing yakni Jerman, Mandarin, Jepang dan Arab sebagai bekal untuk kerja di dunia internasional” ungkapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. DRr. Dyah Sawitri menyampaikan apresiasi atas lahirnya univbersitas baru tersebut. Ia berharap perubahan bentuk perguruan tinggi bukan sekedar administratif tapi upaya meningkatkan mutu.

“Universitas ini harus berdampak bagi masyarakat bangsa dan negara,” ungkapnya.

Acara turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (p) Muhammad Puji Santoso dan Ketua MUI Banyuwangi Kiai Muhaimin. (*)

Bersama UNESCO, Bupati Ipuk Paparkan Ijen Golden Route di Indonesia’s Geopark Leader Forum

JAKARTA || jejakindonesia.id - Perkembangan Geopark Ijen yang telah menjadi perhatian dunia, membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai program Geopark Ijen, di Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (3/12/2025).

Dalam forum tersebut, Ipuk menjadi pembicara bersama Dr. Özlem Adiyaman Lopes, Programme Specialist, International Geoscience and Geoparks Programme, UNESCO; Prof. Dr. Michael Goutama, Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua KADIN Komite Singapore; Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Kementerian PPN/Bappenas, serta Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Ipuk mengatakan meski kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah, melainkan banyak yang berada di wilayah Kementerian dan BKSDA, namun Banyuwangi berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

"Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya, agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen," kata Ipuk.

Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhilll, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah, dan beragam event lainnya.

Bahkan untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, Ipuk telah meluncurkan program Ijen Golden Route.

Program ini mengolaborasikan seluruh potensi yang ada Ijen. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada dan dikelola masyarakat Banyuwangi .

Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata.

"Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen," kata Ipuk.

Bahkan berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen, ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, oleh United Nations Tourism (UN Tourism) - Badan Pariwisata PBB.

Apa yang dilakukan Banyuwangi diapresiasi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Saya tahu betul tentang Banyuwangi karena ibu saya orang Pasuruan, jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur," kata Lalu.

Untuk itu Lalu yang baru 9 bulan menjabat sebagai gubernur, berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi.

Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. "Welldone. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia," kata Prof. Gautama. (*)

error: Content is protected !!