We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Mengenang Penulis Wanita Indonesia Perlu Dilakukan, Karena Penghargaan Dari Pemerintah Tidak Ada Didalam Agenda Acara

Jejakindonesia || Secara personal saya tidak banyak mengenal Pipiet Senja, begitu juga dalam arti emosional bahkan kultural, meski sejak tahun 1980-an saya sudah sering menikmati karyanya yang selalu terkesan romantis dan melankolis. Yang penting bagi saya -- sebagai penulis -- membaca karya Pipiet Senja bisa ikut nenghibur diri, menambah semangat dan tidak sedikit memberi inspirasi dan ide secara tak langsung buat kegemaran saya menulis, sehingga saya dapat lebih kreatif, produktif dan banyak memiliki inisiatif untuk berkarya dalam berbagai bentuk, tak hanya sesekali menulis Cerita Pendek dan Novel yang sudah rampung pada tahun 1976, tapi belum berminat untuk diterbitkan sampai hari. Yang terbit justru Bunga Rampai " Menggugat Wanita, Sastra dan Budaya Kita" tahun 1986 kerena desakan pihak penerbit PT. Bina Cipta" Bandung tahun 1986.

Tulisan ini sengaja dibuat khusus untuk panitia pelaksana Diskusi Mengenai Pipiet Senja (almarhumah) Dalam Berbagai Perspektif dengan nara sumber Dr. Free Hearty, Kurniawan Junaidie, dan Fanny Jonathans Poyk, pada 7 Desember 2025 di Aula PDS HB. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dari acara diskusi ilyang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Penyair Seksih (KBPS) diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya berlanjut pembacaan puisi secara spontanitas dari hadirin yang tidak terjadual sebelumnya. Lalu diputar pula film cuplikan saat-saat terakhir Pipiet Senja semasa hidup yang kini dimuliakan serta dihormati oleh mereka yang terlibat dalam pelaksana acara -- utamanya penginisiasi acara -- untuk diapresiasi agar acara serupa dapat menjadi tradisi dan budaya bagi penulis Indonesia untuk menghormati profesi yang tidak pernah mendapat tempat di negeri ini dalam bentuk penghargaan dari pemerintah secara formal dan legal.

Penghormatan ini bagi saya -- sebagai penulis -- dapat dipahami sebagai penanda dari dedikasi seorang penulis Indonesia -- terutama oerempuan -- yang tidak banyak jumlahnya. Sehingga penghargaan dan penghormatan terhadap penulis setidaknya patut diberikan oleh sahabat dan rekan sesama penulis sendiri, karena hanya dengan begitu pekerjaan sebagai penulis dapat mendapat tempat yang mulia serta layak dan patut diteruskan oleh geberasi berikutnya.

Kecuali itu, semangat untuk hidup bagi seorang yang dibebani oleh Thalassemia -- penyakit genetik yang mempengaruhi produksi homoglobin dalam protein darah -- sebagai penghantar oksigen ke seluruh bagian tubuh -- jadi tidak berfungsi normal. Alibatnya menimbulkan anemia -- kurangnya sel darah nerah -- sehingga sangat mengganggu kesehetan tubuh. Dan yang bersangkutan, secara berkala harus melakukan tranfusi darah secara teratur untuk menjaga hologlobin di dalam darah.

Dalam kondisi kerentanan tubuh seperti itu, Pipiet Senja menemukan therapi dengan cara menulis, sehingga banyak orang melihat karyanya cukup kental mengekplorasi beban bawaan dari penyakit yang dia derita itu. Namun semangatnya untuk menggugah kaum wanita Indonesia untuk aktif bersuara melalui tulisan, bukan hanya sekedar untuk kesetaraan, tetapi juga agar suara kaum perempuan dapat didengar dan tidak terbungkam sebagai manusia merdeka. Begitulah dera derita dalam kegigihannya yang penuh semangat untuk tetap hidup dan berjarya sebagai therapy yang telah dibuktikan dengan sejumlah karya serta usia yang relatif panjang dalam bertahan dari tekanan psikologis dan kejiwaan yang berat.

Ketangguhan, kegigihan, ketabahan serta semangat untuk tidak menyerah dengan cara kerja kreatif menghasilkan banyak karya tulis ini, sosok seorang Pipiet Senja patut menjadi contoh dan tauladan bagi penulis yang sedang bertumbuh dan membangun pilar profesi menulis yang yang terkesan semakin dominan kini ditunggalkan banyak orang. Seperti hobby dan kegemaran membaca hingga mengkoleksi buku bacaan, tampak kalah populer dari memiliki sejumlah ikan hias maupun beragam macam kucing yang terkesan lebih bergengsi dan lebih bermutu dibanding dengan buku.

Hadir juga Datuk Hasyim Jakub dari Malaysia yang mengaku datang khusus untuk memberi hormat dan takzim atas ikatan persahabatan yang terjalin melalui karya tulis yang saling tersimpan rapi di relung hati. Begitulah idealnya, penghargaan bagi seorang penulis harus dimulai dari kalangan penulis sendiri. Sebab hanya dengan begitu kesaksiah yang dianggap penting dan perlu daot dikulik melalui karya sastra juga. Agaknya, begitulah Burung Pipiet tekah terbang menuju langit, sementara Senja pun usai nerampungkan ceritanya di batu nisan yang indah, dimana semua rasa kangen gabdau taukan bisa ziarah seriap saat dengan mudah di semua perpustakaan yang ada.

 

PDS HB. Jassin, 7 Desember 2025

Wamendagri Bima: Sinergi Ekosistem Industri Pariwisata Berperan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

SEMARANG || jejakindonesia.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya sinergi ekosistem industri pariwisata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa pengembangan sektor tersebut perlu memperhatikan push factor (faktor pendorong) dan pull factor (faktor penarik).

Pada push factor, Bima menyebut Indonesia tengah berada pada momentum menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengatakan bahwa Indonesia, sebagaimana diprediksi sejumlah lembaga kredibel, memiliki peluang menjadi salah satu negara berpendapatan terbesar di dunia dalam 20 tahun ke depan, asalkan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

“Syaratnya Bapak-Ibu sekalian, kita harus punya double digit economic growth,” ujarnya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di Syailendra Fifth Avenue, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/12/2025).

Bima mendorong PUTRI untuk berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda). Ia mengingatkan bahwa meski otonomi daerah telah berlangsung hampir 30 tahun, kapasitas fiskal daerah mandiri masih terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat peran industri pariwisata semakin strategis.

“Jadi kita punya target tinggi, tapi kapasitas fiskal di daerah rendah. Di situlah konteks tourism industry [berperan], ruangnya di situ,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bima menilai diferensiasi wisata Indonesia sangat kaya, dengan keunikan dan keberagaman di setiap daerah. Ia menambahkan bahwa meski teknologi belum menjadi keunggulan utama, sektor pariwisata Indonesia tetap memiliki kekuatan besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepekaan kepala daerah dalam membuka ruang kolaborasi, sehingga sinergi antarpelaku dapat terbangun secara lebih optimal.

Sementara pada pull factor, Bima menyoroti meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk “healing”, terutama di kalangan generasi Z. Ia menjelaskan bahwa bisnis yang menawarkan pengalaman rekreasi yang menyegarkan semakin diminati, sehingga menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata.

“Di sini PR kita bersama adalah membangun ekosistem tourism industry. Karena banyak yang destinasinya oke, tapi effort banget untuk [sampai] ke titik itu. [Misalnya], karena jalannya susah, flight-nya jarang, telat-telat, begitu ya, terus juga hospitality-nya jauh,” terangnya.

Ia berharap forum PUTRI dapat memperkuat ekosistem pariwisata melalui keterhubungan antarpelaku. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak—mulai dari ahli pemasaran, pakar algoritma media sosial, akademisi, hingga komunitas lokal—dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem tersebut.

“Tugas kita adalah men-support teman-teman di sini agar ekosistem itu dibangun dengan baik,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Gerak Cepat, Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Teupin Mane Percepat Akses Bireuen-Takengon

Bireuen || jejakindonesia.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu, 7 Desember 2025. Dengan bentang 30 meter, jembatan sementara tersebut menjadi urat nadi penting untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau titik konstruksi yang berada tepat di tepi aliran sungai. Presiden menyaksikan dari dekat operasi alat berat, mulai dari ekskavator hingga loader yang bekerja tanpa henti memperkuat pondasi dan timbunan batu gajah sebagai oprit jembatan.

“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.

“Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu. Karena masalahnya adalah tembus ini baru kita bisa kerja yang lain,” lanjut Presiden Prabowo.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga menerima laporan rinci mengenai kerusakan infrastruktur lain, termasuk kerusakan bendungan dan area persawahan warga.

“Jadi tadi dilaporkan Bendungan-bendungan juga banyak yang jebol. Nanti PU ya segera akan memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya. Petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan balik memperbaiki,” tegas Kepala Negara.

Kunjungan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara di tengah rakyat serta memastikan bahwa pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan berpihak kepada masyarakat terdampak.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Terbang ke Aceh, Pastikan Penanganan Bencana Jadi Prioritas Nasional

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Aceh pada Minggu, 7 Desember 2025 untuk meninjau langsung penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di tanah rencong untuk kedua kalinya. Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden lepas landas menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 07.55 WIB.

Setibanya di Aceh, Kepala Negara diagendakan meninjau titik yang mengalami kerusakan dan dampak signifikan akibat banjir, sekaligus menerima laporan terbaru dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kepala Negara memastikan percepatan penanganan darurat serta pemulihan di daerah terdampak.

Presiden Prabowo juga akan memantau distribusi bantuan, proses evakuasi warga, serta langkah-langkah pembukaan akses jalan. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan banjir di Aceh menjadi prioritas nasional dan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.

Sebelumnya, pada Jumat, 5 Desember 2025, Kepala Negara menyampaikan bahwa musibah yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan penderitaan dan tantangan yang turut dirasakan bersama sebagai satu bangsa. Presiden menegaskan bahwa di tengah cobaan dan berbagai bencana yang melanda, Indonesia tetap menunjukkan keteguhan sebagai negara yang besar dan kuat, dengan kemampuan untuk bertahan, bangkit, serta mengatasi setiap ujian yang dihadapi secara bersama-sama.

“Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita. Tapi alat-alat negara segera hadir,” ujar Kepala Negara.

Kehadiran Presiden di lokasi diharapkan memperkuat koordinasi lapangan dan memastikan seluruh upaya penanganan berjalan efektif, cepat, dan terkoordinasi. Pemerintah terus bekerja untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan infrastruktur penting di wilayah terdampak.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju wilayah terdampak bencana yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

(BPMI Setpres)

Polisi Evakuasi Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang

LUMAJANG || jejakindonesia.id - Sejumlah personel Polres Lumajang, Polda Jawa Timur (Jatim) diterjunkan untuk membantu warga masyarakat yang menyeberangi aliran banjir lahar Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Sabtu sore (6/12).

Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu mengungsi ke daerah perbukitan akibat banjir lahar dingin dari Gunung Semeru yang menerjang kawasan permukiman mereka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan informasi adanya banjir lahar yang menerjang kawasan Dusun Sumberlangsep Desa Jugosari, yang diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi.

"Benar, informasi dari Polres Lumajang yang kami terima adanya banjir lahar dingin Semeru yang menerjang permukiman warga di Dusun Sumberlangsep dan personel Polres Lumajang sudah kami terjunkan untuk membantu evakuasi warga mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kombes Pol Abast, Minggu (7/12).

Personel Polres Lumajang Polda Jatim diterjunkan untuk membantu menyeberangkan warga, karena untuk menuju ke pengungsian, warga harus melintasi aliran lahar di Sungai Regoyo.

"Jadi upaya penyelamatan warga yang terdampak banjir lahar ini kami lakukan dengan menerjunkan sejumlah personel di jalur evakuasi," terang Kombes Pol Abast.

Sejumlah Warga Dusun Sumberlangsep Desa Jugosari mengaku, tidak menyangka banjir lahar akan menerjang perkampungan mereka, karena sudah ada tanggul yang cukup tinggi.

Berdasarkan video amatir warga dusun setempat terlihat banjir lahar hujan mulai masuk permukiman pada Sabtu sore (6/12).

Warga pun berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang aman di kawasan bukit yang lebih tinggi.

Dilaporkan oleh salah satu warga bahwa pengungsi di RT 22 sebanyak 35 orang dengan rincian 25 dewasa dan 10 anak-anak.

Kondisi di pengungsian tersebut tidak ada penerangan, sehingga warga menggunakan senter.

Jumlah warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro 137 kepala keluarga (KK). Lokasi itu di seberang Sungai Regoyo yang dilalui banjir lahar hujan Gunung Semeru. (*)

error: Content is protected !!