PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Rentetan kecelakaan mematikan yang melibatkan truk dengan dugaan kegagalan rem di sepanjang jalur Pertigaan Purwodadi hingga Perempatan Patung Sapi, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tidak lagi dapat dianggap sebagai peristiwa kebetulan semata. Di balik berulangnya tragedi tersebut, muncul dugaan serius adanya penyimpangan hingga manipulasi dalam proses penerbitan rekomendasi uji kelayakan kendaraan (KIR).
Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan Publik (PUS@KA), Lujeng Sudarto, menegaskan aparat penegak hukum serta lembaga pengawas wajib segera membongkar dugaan permainan dalam proses uji KIR. Hal ini terutama menyasar kendaraan yang seharusnya dinyatakan tidak laik jalan, namun diduga tetap diloloskan untuk beroperasi di jalan raya.
“Jangan terus berlindung di balik alasan ‘rem blong’. Jika kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan tetap dinyatakan laik jalan, berarti ada pihak yang harus bertanggung jawab atas setiap nyawa yang hilang maupun terluka di jalan raya,” tegas Lujeng dalam keterangannya, Minggu (12/7).
Berulangnya peristiwa maut di jalur Purwodadi hingga Pandaan harus menjadi pintu masuk untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengujian kendaraan bermotor di Indonesia. Audit tersebut harus menelusuri secara telusur kemungkinan adanya praktik penyimpangan yang dilakukan oknum dalam alur penerbitan hasil uji KIR.
“Ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ini menyangkut nyawa manusia. Jika kendaraan yang tidak layak dipaksakan lolos uji, maka masyarakat berhak mempertanyakan integritas sistem pengawasan yang seharusnya melindungi keselamatan publik,” ujarnya.
Lujeng mendesak aparat penegak hukum, Inspektorat, serta lembaga pengawas terkait segera melaksanakan audit forensik terhadap seluruh proses penerbitan uji KIR. Pemeriksaan juga wajib menelusuri rekam jejak kelayakan kendaraan-kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dengan dugaan kegagalan rem.
“Jangan tunggu korban berikutnya jatuh. Jika terbukti ada praktik meloloskan kendaraan tidak laik jalan, bongkar jejaringnya dan proses hukum semua pihak yang terlibat. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir pihak,” imbuhnya dengan tegas.
Sebelumnya, tragedi berdarah terjadi di Simpang Lampu Merah Patung Sapi, Jalan Raya Tawangrejo, Pandaan, pada Selasa (7/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Sebuah truk kontainer diduga mengalami kegagalan sistem pengereman saat melintasi jalan menurun, lalu menabrak lima sepeda motor serta satu truk tangki air yang sedang berhenti. Peristiwa itu merenggut tiga nyawa sekaligus melukai lima orang lainnya. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengatur arus lalu lintas yang sempat lumpuh sementara.
Sebagai wujud keprihatinan mendalam dan harapan agar musibah serupa tidak terulang, beragam elemen masyarakat setempat telah menggelar doa bersama, pembagian jenang sengkala, hingga tumpengan sebagai ikhtiar bersama menjadikan jalan raya sebagai ruang yang aman bagi semua pengguna.
