SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Menjadi seorang pembangkang sering kali dianggap sebagai cap negatif. Namun, menurut Ketua Umum LSM SITI JENAR, Eko Febrianto, sejarah justru berkali-kali membuktikan bahwa banyak perubahan besar lahir dari orang-orang yang berani melawan arus ketika melihat ketidakadilan. Sabtu (4/7/2026).
“Dalam banyak kasus, orang yang berani menyuarakan kebenaran lebih dulu dicap pembangkang.
Mereka dikucilkan, difitnah, bahkan dianggap musuh. Tetapi ketika waktu membuktikan siapa yang benar, justru mereka dikenang sebagai pejuang perubahan,” tegas Eko pemuda asal Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Menurutnya, stigma pembangkang sering dijadikan alat untuk membungkam kritik. Padahal, kritik yang lahir dari kepedulian merupakan bagian penting dalam mengawal pemerintahan, menjaga integritas, dan melindungi kepentingan masyarakat.
Eko menilai keberanian memiliki harga yang mahal. Tidak semua orang sanggup menghadapi tekanan, intimidasi, maupun risiko kehilangan kenyamanan demi mempertahankan prinsip. Namun, justru dari keberanian itulah lahir kepercayaan publik dan kesuksesan yang dibangun atas dasar integritas, bukan sekadar kedekatan dengan kekuasaan.
“Jangan takut disebut pembangkang jika yang diperjuangkan adalah kebenaran. Yang seharusnya ditakuti adalah diam saat melihat penyimpangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari jabatan, kekayaan, atau kekuasaan, melainkan dari kemampuan menjaga idealisme meski diterpa berbagai tekanan.
“Orang yang hanya mengejar kenyamanan mungkin akan cepat mendapat posisi. Tetapi orang yang mempertahankan prinsip akan memperoleh sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu kehormatan dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberanian mengoreksi kekuasaan tidak boleh dipandang sebagai tindakan melawan negara ataupun pemerintah. Dalam negara demokrasi, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari kontrol sosial agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan di jalur yang benar.
Di akhir keterangannya, Eko mengajak masyarakat untuk tidak mudah memberi label buruk kepada mereka yang bersuara kritis.
“Jangan buru-buru menyebut seseorang pembangkang. Bisa jadi, dialah orang yang sedang berjuang menjaga kebenaran ketika banyak orang memilih diam,” pungkasnya. (Wan)
