BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Di tengah perdebatan yang kerap muncul mengenai kualitas dan biaya pendidikan antara sekolah negeri dan swasta, sebuah testimoni dari wali murid memberikan sudut pandang berbeda. Bagi sebagian orang tua, ukuran keberhasilan sebuah sekolah tidak lagi hanya dilihat dari statusnya, melainkan dari kualitas program, transparansi pengelolaan, serta kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Hal itu disampaikan oleh Marawat Eka Purwadi, wali murid di SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi, yang menilai sekolah tersebut telah menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan layanan pendidikan yang terarah, profesional, dan berpihak pada masa depan peserta didik.
Menurut Marawat, anggapan bahwa sekolah swasta selalu lebih mahal dibanding sekolah negeri tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai yang jauh lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu memberikan kepastian program pendidikan, transparansi penggunaan anggaran, serta manfaat yang benar-benar dirasakan oleh siswa dan orang tua.
“Yang dicari orang tua saat ini bukan sekadar sekolah murah atau mahal, tetapi sekolah yang memiliki arah jelas dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka,” ujarnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian Marawat adalah adanya kerja sama aktif antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kerja sama tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja, praktik industri, hingga kesempatan direkrut langsung oleh perusahaan setelah lulus.
“Program sekolah berjalan jelas. Kerja sama dengan perusahaan ada, bahkan peluang rekrutmen bagi siswa juga tersedia. Ini menjadi nilai penting karena siswa memiliki arah dan kesempatan yang lebih pasti setelah lulus,” tegasnya.
Tidak hanya pada aspek akademik dan dunia kerja, Marawat juga menyoroti pola pengelolaan keuangan sekolah yang dinilainya transparan dan terbuka kepada wali murid. Setiap bentuk pembayaran maupun pungutan dijelaskan secara rinci sehingga orang tua memahami tujuan, manfaat, dan penggunaannya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut mencerminkan manajemen sekolah yang sehat dan profesional. Orang tua tidak hanya diminta memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai program-program yang dijalankan untuk mendukung perkembangan siswa.
Lebih jauh, SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi juga dinilai memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap peserta didik dari keluarga kurang mampu. Berbagai bentuk bantuan pendidikan seperti beasiswa, bantuan seragam sekolah, hingga perlengkapan penunjang belajar disebut menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
“Anak-anak yang kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk sekolah dengan layak. Ada beasiswa dan bantuan perlengkapan yang sangat membantu keluarga,” tambahnya.
Pandangan tersebut mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, sekolah yang mampu menghadirkan program terukur, jaringan industri yang kuat, serta sistem manajemen yang transparan menjadi pertimbangan utama bagi para orang tua.
Sebagai wali murid, Marawat mengaku puas terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi. Baginya, sekolah tidak hanya fokus mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika kerja, dan kompetensi yang dibutuhkan di era modern.
“Yang saya lihat adalah manajemen yang sehat, program yang jelas, dan orientasi sekolah yang benar-benar untuk kemajuan siswa. Itu yang membuat saya percaya dan mengapresiasi kinerja sekolah ini,” pungkasnya.
Kepercayaan dari wali murid menjadi indikator penting dalam dunia pendidikan. Ketika transparansi, kepedulian sosial, dan kualitas program berjalan beriringan, sebuah sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah, mandiri, dan berdaya saing.
