JEMBER|| Jejak-indonesia.id – Bagaikan mimpi yang terbangun sebelum sempat menjadi nyata. Keindahan yang selama ini diimpikan, harapan yang tumbuh dalam doa dan penantian, kini telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Malaikat kecilku telah lebih dahulu pulang ke hadirat Allah SWT.
Pada awalnya, hati ini sulit menerima. Kesedihan datang silih berganti, meninggalkan ruang kosong yang tak mudah dijelaskan dengan kata-kata. Sebagai manusia biasa, aku pernah bertanya dalam diam, pernah menahan air mata yang jatuh tanpa izin, dan pernah merasa berat untuk mengikhlaskan.
Namun waktu dan keimanan mengajarkan bahwa setiap takdir Allah mengandung hikmah yang mungkin belum mampu dipahami saat ini. Apa yang Allah ambil bukanlah karena kebencian-Nya, melainkan karena Dia lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Hari ini aku belajar untuk ikhlas. Bukan karena sudah tidak bersedih, tetapi karena percaya bahwa Allah tidak pernah salah dalam menetapkan takdir. Aku belajar bersabar, karena yakin bahwa setiap ujian akan berakhir dengan kebaikan bagi mereka yang tetap berpegang pada iman.
Malaikat kecilku mungkin tidak sempat tumbuh dalam pelukan, tidak sempat dipanggil dengan penuh kasih di dunia ini, tetapi ia telah menjadi bagian dari doa yang akan selalu hidup di dalam hati.
**Ya Allah, titipkan malaikat kecil kami dalam kasih sayang-Mu yang luas. Berikan kekuatan kepada kami untuk menerima takdir-Mu, lapangkan hati kami dengan keikhlasan, dan gantikan kesedihan ini dengan kebahagiaan yang Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui.**
*”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”* (QS. Al-Baqarah: 216)
Semoga Allah mengganti kehilangan ini dengan kebahagiaan yang lebih indah, kesehatan, keberkahan, dan keturunan yang saleh serta salehah pada waktu yang terbaik menurut-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲🏻
