BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kamis (18/6), perjalanan Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FR) dan Fast Respon Nusantara (FRN) tidak dapat dilepaskan dari sosok Raden Mas Muhamad Agus Rugiarto Astrodiarjo, atau yang lebih dikenal publik sebagai Agus Flores.
Di tangan tokoh yang dikenal memiliki jaringan luas di berbagai kalangan ini, organisasi yang semula dianggap kecil dan tidak diperhitungkan perlahan menjelma menjadi salah satu komunitas masyarakat yang aktif mendukung penguatan institusi Polri.
Pada masa-masa awal berdirinya, FR dan FRN kerap menerima stigma negatif. Tidak sedikit pihak yang menilai organisasi tersebut hanya akan menjadi kelompok pinggiran tanpa pengaruh berarti. Bahkan, ada yang menganggap keberadaannya sekadar pelengkap di tengah banyaknya organisasi masyarakat dan profesi yang telah lebih dahulu eksis.
Namun waktu membuktikan hal berbeda. Konsistensi gerakan, perluasan jaringan hingga berbagai daerah, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat membuat FR dan FRN berkembang menjadi organisasi yang dikenal secara nasional.
Di balik perkembangan tersebut, Agus Flores dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama. Sosok yang disebut memiliki garis keturunan keluarga Astrodiarjo dan trah Kertabumi Brawijaya V itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang advokasi, organisasi kemasyarakatan, serta aktivitas sosial. Rekam jejaknya mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari dunia hukum hingga organisasi yang memiliki keterkaitan dengan keluarga besar Polri.
Dengan latar belakang dan pengaruh yang dimilikinya, muncul pertanyaan yang kerap dilontarkan banyak pihak: mengapa seorang Agus Flores memilih mengabdikan energi dan pemikirannya untuk membangun organisasi yang secara terbuka mendukung Polri?
Jawaban Agus Flores terbilang sederhana namun tegas. Menurutnya, pilihan tersebut lahir dari kekagumannya terhadap figur Listyo Sigit Prabowo, yang dianggapnya sebagai salah satu pemimpin terbaik yang pernah dimiliki institusi Bhayangkara.
“Saya mengidolakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak pertama menjabat Kapolri. Beliau memiliki keberanian mengambil keputusan, strategi kepemimpinan yang kuat, dan komitmen menjaga marwah institusi. Bagi saya, beliau adalah figur yang layak menjadi teladan,” ujar Agus Flores.
Bagi Agus, dukungan terhadap Polri bukan berarti menutup mata terhadap kritik. Ia menegaskan bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kritik harus dibarengi dengan solusi dan dukungan terhadap upaya perbaikan institusi agar mampu menjawab tantangan zaman.
Filosofi itulah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya berbagai kegiatan FR dan FRN. Organisasi tersebut tidak hanya berupaya membangun citra positif kepolisian, tetapi juga menjembatani komunikasi antara masyarakat, media, dan aparat penegak hukum.
Perjalanan FR dan FRN menjadi gambaran bahwa sebuah organisasi yang awalnya diremehkan dapat tumbuh menjadi kekuatan yang diperhitungkan ketika dibangun dengan konsistensi, loyalitas, serta kepemimpinan yang memiliki arah yang jelas.
Bagi Agus Flores, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat negara semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga stabilitas bangsa. Karena itu, dukungannya terhadap Polri bukan sekadar bentuk loyalitas kepada figur pemimpin, melainkan bagian dari keyakinannya bahwa Indonesia membutuhkan institusi yang kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat untuk menjaga keutuhan negara.
