BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Bulan Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Bulan Bung Karno, sebuah momentum bersejarah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa dalam memahami kembali arah perjalanan Indonesia. Bulan ini menjadi pengingat akan besarnya jasa dan pemikiran ideologis Sang Proklamator, Soekarno, yang telah meletakkan fondasi kuat bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam konteks kehidupan berbangsa saat ini, Bulan Bung Karno menjadi titik penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi pemersatu, sekaligus pedoman dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Semangat perjuangan yang diwariskan Bung Karno bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dalam praktik nyata kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi sekaligus Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, S.E., menegaskan bahwa Bulan Bung Karno harus menjadi ruang konsolidasi nilai dan ideologi kebangsaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menilai bahwa generasi bangsa saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga api perjuangan agar tidak padam oleh arus globalisasi dan pergeseran nilai.
Menurutnya, ajaran Bung Karno tentang nasionalisme, gotong royong, dan kemandirian bangsa harus terus dihidupkan dalam setiap kebijakan dan gerakan pembangunan. Nasionalisme tidak boleh berhenti pada tataran slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat, memperkuat persatuan, serta memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah pelosok seperti Banyuwangi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Bulan Bung Karno juga memiliki makna strategis sebagai sarana edukasi politik kebangsaan bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, generasi penerus bangsa dituntut untuk tetap memiliki jati diri yang kuat, tidak mudah terpecah oleh perbedaan, serta mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Semangat “Jas Merah” — jangan sekali-kali melupakan sejarah — menjadi pesan penting yang harus terus digaungkan. Sebab, tanpa memahami sejarah perjuangan bangsa, generasi muda akan kehilangan arah dalam menentukan masa depan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Dengan demikian, Bulan Bung Karno bukan hanya peringatan historis, tetapi juga menjadi gerakan ideologis yang terus relevan sepanjang zaman. Warisan pemikiran Bung Karno diharapkan tetap hidup dalam sanubari setiap anak bangsa sebagai energi perjuangan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat di mata dunia.
