PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Wironini Pagar penutup proyek strategis nasional (PSN) SR di wilayah Wironini dilaporkan roboh setelah diterjang angin kencang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga sekitar sekaligus mempertanyakan standar keamanan dan kualitas pengerjaan proyek berskala besar tersebut.
Dalam pantauan di lokasi, pagar pembatas yang seharusnya menjadi pelindung area proyek tampak ambruk dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Material pagar terlihat tidak cukup kokoh untuk menahan terpaan angin, sehingga mudah tumbang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Sejumlah warga menilai kejadian ini menjadi sinyal lemahnya pengawasan serta minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan lingkungan proyek. “Kalau pagar saja bisa roboh hanya karena angin, bagaimana dengan konstruksi lainnya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain membahayakan keselamatan, robohnya pagar juga membuka akses bebas ke area proyek, yang berisiko dimasuki anak-anak atau masyarakat tanpa pengamanan memadai. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian kontraktor pelaksana dalam memastikan standar keselamatan kerja dan perlindungan publik terpenuhi.
Proyek yang dikategorikan sebagai PSN seharusnya menjadi contoh dalam penerapan manajemen risiko dan standar konstruksi yang ketat. Namun insiden ini justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah percepatan proyek mengorbankan aspek kualitas dan keamanan?
Warga mendesak pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki pagar dengan konstruksi yang lebih kuat, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek berskala nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait penyebab pasti robohnya pagar maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.