Program MBG Disorot, Wali Murid Pertanyakan Kualitas: “Kalau Seperti Ini, Lebih Bergizi Kami Orang Tua yang Siapkan”

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi anak sekolah mulai menuai sorotan dari sebagian wali murid penerima manfaat.

Beberapa orang tua mengaku kecewa setelah melihat langsung paket makanan yang diterima anak mereka. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat satu buah jambu, dua potong tempe berbentuk persegi, serta dua potong kecil olahan ayam yang dibungkus plastik sederhana.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan penyesalannya.
“Ini bukan kami tidak menghargai niat baik pemerintah. Kami sangat berterima kasih atas perhatian negara terhadap anak-anak. Tapi kalau menunya seperti ini dan disebut memenuhi gizi seimbang, kami jadi bertanya-tanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai orang tua, dirinya merasa mampu menyiapkan makanan yang menurutnya lebih layak dan lebih lengkap kandungan gizinya.
“Kalau seperti ini, terus terang lebih bergizi kami orang tua memberi makan anak kami sendiri,” katanya.

Program MBG sendiri bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, agar mendukung konsentrasi dan prestasi belajar. Namun, sejumlah wali murid berharap kualitas, variasi, dan transparansi komposisi gizi dari makanan yang dibagikan bisa diperjelas.

“Kalau memang ini sudah sesuai standar gizi, tolong dijelaskan kandungan kalorinya, proteinnya berapa, nilai gizinya apa saja. Supaya kami paham dan tidak salah menilai,” ujar wali murid lainnya.

Sorotan ini menjadi catatan penting bagi pelaksana program agar tidak sekadar mengejar kuantitas distribusi, tetapi juga memastikan kualitas dan standar gizi benar-benar terpenuhi sesuai tujuan awal program.

Wali murid berharap evaluasi dilakukan secara terbuka. “Kami mendukung program pemerintah. Tapi kalau namanya makan bergizi gratis, tentu harapan kami benar-benar bergizi dan layak untuk anak-anak,” pungkasnya.​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *