BEKASI || Jejak-indonesia.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial terpadu senilai Rp 776.360.500 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini menyasar sekitar 434 penerima manfaat dari berbagai kelompok rentan yang selama ini belum tersentuh program pembangunan.
Penyaluran bantuan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf di RS Bhakti Husada Cikarang, Rabu (25/2/2026). Dalam keterangannya, Saifullah Yusuf menyebut bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang belum tersentuh program pembangunan atau yang disebut sebagai the invisible people.
“Bakti sosial ini ditujukan kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang memerlukan bantuan dari pemerintah. Banyak di antara mereka yang belum tersentuh program pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok tersebut merupakan masyarakat yang tertinggal, kurang beruntung, bahkan belum terdata secara optimal sehingga membutuhkan perhatian khusus dari negara.
Program Penyaluran Terpadu Asistensi Rehabilitasi Sosial ini mencakup berbagai bentuk bantuan, antara lain operasi katarak bagi 41 penerima manfaat, khitanan massal untuk 10 anak, alat bantu disabilitas bagi 27 orang, pemeriksaan kesehatan, bantuan kewirausahaan untuk 39 penerima manfaat, paket nutrisi dan perlengkapan kebersihan, serta bantuan sarana dapur, kamar, dan perlengkapan sekolah.
Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni RS Bhakti Husada Cikarang, Desa Sukamanah, dan Desa Sukaasih, Kabupaten Bekasi. Selain itu, Kemensos juga memberikan dukungan bagi keluarga yang kesulitan menebus ijazah sekolah serta bantuan pemberdayaan ekonomi bagi warga yang ingin meningkatkan usaha.
Saifullah Yusuf menegaskan program ini merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kelompok rentan benar-benar mendapat perhatian. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, serta lembaga filantropi agar penanganan keluarga rentan dapat berjalan lebih luas dan tepat sasaran.
Kegiatan serupa, lanjutnya, akan digelar di berbagai daerah lain. “Besok di Alor bersama Yayasan Pundi Amal kami akan melakukan operasi katarak dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 400 orang,” pungkasnya.
Salah satu penerima manfaat, Romih (53), mengaku bersyukur setelah menjalani operasi katarak gratis. Ia sebelumnya tidak dapat melihat dengan jelas selama tiga bulan terakhir. “Hari ini enak, sudah tidak sakit. Mata emak sudah lama tidak bisa melihat. Alhamdulillah ini ada bantuan,” tuturnya.
Program bantuan sosial Kemensos di Kabupaten Bekasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.
Haris Pranatha