Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Sosial » Halaman 15

Sosial

IMG-20260317-WA0021

Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp100 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

ACEH || Jejak-indonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Seremoni penyerahan bantuan berlangsung secara hybrid dari Pendopo Bupati Aceh Timur, Aceh, Senin (16/3/2026).

Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp100.975.850.000. Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Penyalurannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

Rincian bansos tersebut meliputi Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) bagi 7.643 kepala keluarga (KK) senilai Rp38.215.000.000. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 28.831 jiwa sebesar Rp38.921.850.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama tiga bulan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan isi hunian atau perabot rumah tangga bagi 7.643 KK dengan total nilai Rp22.929.000.000. Pemerintah turut menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi 60 jiwa dengan nilai Rp900.000.000, serta santunan bagi korban luka berat untuk dua jiwa dengan total Rp10.000.000. Selain Kemensos, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menyerahkan 2.000 paket peralatan rumah tangga kepada masyarakat Kabupaten Aceh Timur.

Tito berharap, selain membantu penanganan pascabencana, bantuan tersebut dapat memulihkan perekonomian masyarakat terdampak. Terlebih, pascabencana pertumbuhan ekonomi seperti di Provinsi Aceh masih belum sepenuhnya pulih. Karena itu, diperlukan berbagai upaya pemulihan, termasuk melalui penyaluran bansos.

Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan berbagai bantuan untuk mempercepat pemulihan. Hal ini seperti bantuan untuk masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. Pemerintah juga menambah dana Transfer ke Daerah (TKD) ke seluruh daerah di tiga provinsi terdampak dengan total Rp10,6 triliun.

Tito menegaskan, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya pemulihan terhadap daerah terdampak. “Sambil kita melakukan perbaikan-perbaikan, usaha-usaha yang lainnya, semua bidang,” ujarnya.

Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf berharap penerima manfaat dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Bantuan ini diberikan berdasarkan data yang dilaporkan oleh pemerintah daerah (Pemda).

“Tentu datanya dinamis akan bertambah terus … Kementerian Sosial secara bertahap akan menyalurkan data-data yang sudah terverifikasi. Sesuai arahan Pak Mendagri makin cepat makin baik,” jelasnya.

Turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Timur, serta pejabat terkait lainnya. Hadir pula secara daring perwakilan dari Provinsi Sumut dan Sumbar.

Satgas PRR

IMG-20260316-WA0062

Pemkab Banyuwangi dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 211 Ribu Keluarga

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat. Senin (16/3), Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si, secara resmi meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi Februari sampai dengan Maret 2026 berlokasi di Kelurahan Penganjuran Banyuwangi.

​Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban ekonomi warga. Pada periode ini, tercatat sebanyak 211.782 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok Bumi Blambangan akan menerima bantuan.

​Wakil Bupati Mujiono menyampaikan bahwa kuota atau pagu penerima bantuan di Kabupaten Banyuwangi mengalami kenaikan.

​"Alhamdulillah, pagu penerima bantuan pangan kita naik dua kali lipat. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah sangat peduli dan terus berupaya memastikan tidak ada warga yang kesulitan pangan. Masing-masing keluarga akan menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng," ujar Wabup Mujiono saat menyapa warga di Kelurahan Penganjuran.

​Beliau juga berharap bantuan ini memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga. "Semoga bantuan ini membawa keberkahan, kecukupan, dan kebahagiaan bagi seluruh penerima manfaat di Banyuwangi," tambahnya.

​Penyaluran ini merupakan penugasan langsung dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengawal distribusi agar tepat sasaran dan tepat kualitas.

​"Kami mendapatkan amanah untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras kualitas medium dan minyak goreng. Untuk mengawali proses ini, kami laksanakan launching di Kelurahan Penganjuran dengan total 240 keluarga penerima," jelas Dwiana.

Reporter : Rio

IMG-20260312-WA0008

Densus 88 Gelar ‘GASS Ramadhan’ di Ponpes Al-Islamiyah PUI Jakarta, Edukasi Santri Bahaya Radikalisme Digital

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Jajaran Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “GASS Ramadhan” (Gerakan Aksi Silaturahmi dan Sedekah) di Pondok Pesantren Al-Islamiyah PUI Jakarta. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan santri dan masyarakat terhadap ancaman radikalisme di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Densus 88 menyalurkan bantuan sosial kepada para santri dan warga sekitar. Acara juga diisi dengan edukasi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang kini marak menyasar generasi muda melalui platform daring.

Kombes Pol Moh Dofir, yang hadir mewakili pimpinan Densus 88, menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, ulama, dan masyarakat untuk membentengi lingkungan pendidikan dari pengaruh ideologi kekerasan.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat dan cinta tanah air. Melalui silaturahmi dan sedekah ini, kami berharap hubungan antara aparat, ulama, dan masyarakat semakin kuat,” ujar Kombes Pol. Moh Dofir dalam sambutannya, Selasa (10/3/2026).

Hadir sebagai narasumber utama, AKP Mirza memaparkan materi mengenai risiko penyalahgunaan media sosial sebagai sarana propaganda kelompok radikal. Ia menjelaskan bahwa narasi kebencian dan konten yang memecah belah sering kali dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat anak muda.

AKP Mirza pun menggarisbawahi pentingnya penguatan literasi digital bagi para santri agar tidak mudah terjebak informasi hoaks atau konten provokatif.

“Di era digital, siapa pun bisa menyebarkan informasi. Masyarakat harus bijak, selalu melakukan verifikasi, dan tidak mudah terpancing oleh konten yang merusak persatuan,” tegas AKP Mirza.

Selain pembagian paket kebutuhan pokok, agenda ini ditutup dengan dialog kebangsaan mengenai pentingnya menjaga nilai toleransi dan persatuan. Pihak pesantren menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dan aparat keamanan dapat terus berlanjut demi melindungi generasi penerus bangsa.

IMG-20260310-WA0071

Polres Trenggalek dan Bhayangkari Berbagi Ratusan Menu Buka Puasa Gratis

TRENGGALEK || Jejak-indonesia.id - Masih dalam suasana bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Trenggalek Polda Jatim mengisi dengan kegiatan humanis berupa bagi-bagi takjil untuk tukang becak di Trenggalek. Senin (9/3).

Dalam acara yang diselenggarakan bersama pengurus cabang Bhayangkari tersebut, Polres Trenggalek Polda Jatim membagikan sedikitnya 400 nasi kotak menu buka puasa dan takjil berupa kolak dan es buah lengkap dengan roti dan jajanan ringan lainnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. yang turun langsung memimpin jalannya kegiatan mengungkapkan, aksi sosial bagi-bagi takjil ini merupakan rangkaian dari kegiatan menyambut bulan suci Ramadan.

“Selama bulan ramadan ini kita menggelar beberapa kegiatan keagamaan. Mulai dari pembinaan Tilawatil Qur’an, Tartil dan kaligrafi naskah, kemudian Nuzulul Quran. Termasuk diantaranya adalah bagi-bagi takjil ini," ujarnya.

Untuk memperlancar kegiatan, seluruh tukang becak yang hadir diarahkan petugas masuk ke halaman Mapolres Trenggalek sehingga tidak sampai menimbulkan kepadatan arus ataupun kemacetan.

“Bulan suci Ramadan ini kita manfaatkan untuk saling berbagi. Menumbuhkan kepedulian dan empati kepada masyarakat," tambah AKBP Ridwan.

Lebih lanjut AKBP Ridwan mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya juga melibatkan guru dan siswa-siswi dari TK dan SLB Kemala Bayangkari Trenggalek.

"Tujuannya adalah melatih dan membangun jiwa sosial yang tinggi," pungkasnya. (*)

IMG-20260310-WA0043

Srikandi Yakuza Maneges Berbagi Takjil Ramadan, Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id ||  Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh Srikandi Yakuza Maneges melalui kegiatan sosial yang digelar oleh Yakuza Maneges dan Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ) Banyuwangi.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat pengguna jalan di depan Kantor Pemeritah Daerah (PEMDA). Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 100, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Senin (9/3/26)

Kegiatan berbagi takjil yang dibagikan oleh srikandi Yakuza Maneges Banyuwangi itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang melintas.

Para pengendara sepeda motor, mobil, hingga warga sekitar tampak menerima paket takjil dengan penuh rasa syukur untuk persiapan berbuka puasa.

Salah satu Srikandi Yakuza Maneges Banyuwangi, Rini Setiawati, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Yakuza Maneges dan KPJ Banyuwangi terhadap masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga takjil yang kami bagikan dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujarnya.

Menurut Rini, momentum Ramadan menjadi kesempatan bagi seluruh anggota Yakuza Maneges dan KPJ Banyuwangi untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang sederhana namun memiliki makna kebersamaan yang kuat. (red)

error: Content is protected !!