Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Sosial » Halaman 17

Sosial

IMG-20260308-WA0007

Semangat Berbagi di Bulan Suci, Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan Tebar Takjil dan Bantuan Sosial untuk Kaum Duafa

PASURUAN || Jejak-indonesia.id - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Jalan Raya Sidogiri, tepatnya di depan rumah Kepala Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu sore (7/3/2026). Menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 16.30 WIB, para siswa, guru, dan wali murid Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan menggelar kegiatan bagi-bagi takjil dan bantuan sosial kepada masyarakat fakir miskin serta anak yatim piatu di sekitar lingkungan madrasah.

Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pondok Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan. Dalam kegiatan ini, para siswa dari jenjang MI, RA, dan PAUD bersama para guru serta wali murid turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas serta warga sekitar yang membutuhkan.

Tak hanya takjil berupa kue dan minuman untuk berbuka puasa, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bantuan sosial berupa paket sembako kepada kaum duafa, fakir miskin, serta anak yatim piatu di lingkungan sekitar madrasah. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat para siswa dengan penuh semangat menyerahkan takjil dan bantuan Sosial Sembako kepada warga. Wajah-wajah bahagia terpancar dari para penerima manfaat yang mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta kepedulian dari keluarga besar Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan berbagi tersebut, anak-anak diajarkan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat bersedekah dan saling tolong-menolong sejak usia dini.

Kepala MI Miftakhul Ulum Plinggisan, Emik Khoirul Fatimah, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Ia berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang gemar berbagi dan peduli terhadap sesama.

Hal senada juga disampaikan Kepala RA Siti Muawanah, S.Pd dan Kepala PAUD Munfaridah, S.Pd yang mengaku bangga melihat para siswa dengan penuh semangat terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Menurut mereka, kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara madrasah dan warga sekitar.

IMG-20260307-WA0099

Polres Pandeglang Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kecamatan Kalanganyar

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id -  Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Pandeglang melaksanakan kegiatan penanaman jagung secara serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di wilayah Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi dan didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Pandeglang serta unsur Muspika Kecamatan Pandeglang yang turut hadir untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Penanaman jagung secara serentak ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah masyarakat.

“Kegiatan penanaman jagung ini merupakan salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan hasil pertanian khususnya komoditas jagung di wilayah Kabupaten Pandeglang,” ujar Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan lahan yang ada secara produktif guna meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di sektor pertanian serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan penanaman jagung secara serentak tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, serta diakhiri dengan penanaman simbolis oleh Kapolres Pandeglang bersama unsur Muspika Kecamatan Pandeglang.

IMG-20260307-WA0094

Berlangsung Meriah, Mendagri Tito Resmi Tutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi menutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026. Penutupan tersebut berlangsung meriah di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).

Dalam sambutannya, Mendagri mengaku gembira karena dapat berkumpul di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu dalam suasana bulan Ramadan. Terlebih, pada momentum Nuzulul Quran, yakni turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, masyarakat tampak antusias.

"Jadi ini merupakan kebanggaan kita berkumpul bersama di sini. Kebahagiaan tersendiri," ujar Mendagri.

Mendagri meyakini, amanah Presiden Prabowo Subianto yang menugaskannya sebagai Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera merupakan takdir Tuhan yang perlu dijalankan dengan baik. Sejak pertama kali memperoleh penugasan dari Presiden, Mendagri Tito langsung tancap gas dalam mendorong pemulihan pascabencana Sumatera. Ia juga memastikan Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap upaya pemulihan pascabencana, khususnya di Provinsi Aceh.

Ia bersyukur, saat ini progres pemulihan pascabencana berlangsung positif. Setidaknya infrastruktur jalan nasional telah berangsur normal, ekonomi mulai pulih, serta listrik telah berfungsi dengan baik. Ia memastikan pemerintah akan bekerja keras mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

"Semua akan kita kerjakan sampai tuntas insyaallah," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menyalurkan bantuan secara bertahap kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan dan peran aktif dari tokoh masyarakat sehingga progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan optimal.

"Mohon dukungan dari semua pihak, DPR, tokoh-tokoh masyarakat agar kami diberikan kekuatan bersama-sama untuk memulihkan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Supaya segera cepat pulih, sempurna, bahkan lebih baik," tandasnya.

Usai menyampaikan sambutan tersebut, Mendagri Tito bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf diperkenankan memukul beduk sebagai tanda dimulainya buka puasa. Selanjutnya, Mendagri juga menyerahkan bantuan 5.000 paket perlengkapan ibadah. Masyarakat tampak antusias memadati pelataran Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan buka puasa bersama.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Faisal Ali, Rais Syuriah PWNU Aceh Muhammad Nuruzzahri, Imam Besar Masjid Raya Tengku Haji Muhammad Ali, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta pihak terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

IMG-20260307-WA0093

Mendagri dan Mensos Serahkan Bansos Tahap Pertama Hampir Rp900 Miliar kepada Masyarakat Terdampak Bencana

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id – Pemerintah menyerahkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama kepada masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Total bantuan yang disalurkan pada tahap pertama mencapai Rp878.681.800.000. Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), serta Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak. Secara keseluruhan, BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Rinciannya yaitu BIH sebesar Rp203.658.000.000 dan BSSE sebesar Rp339.430.000.000. Dengan demikian, total bantuan pada komponen ini mencapai Rp543.088.000.000.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Jadup kepada 248.588 Penerima Manfaat (PM) dengan nilai Rp450.000 per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total anggaran Jadup mencapai Rp335.593.800.000. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

“Nanti ada gelombang [pemberian bantuan] berikutnya,” ujar Mendagri saat menutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, Mendagri juga menekankan terkait bantuan tersebut pada acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi dan Sosialisasi Penambahan TKD Tahun 2026 bagi Daerah Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026).

Di Provinsi Aceh, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp450.765.150.000. BIH dan BSSE diberikan kepada 35.085 KPM. Rinciannya yaitu BIH sebesar Rp105.255.000.000 dan BSSE sebesar Rp175.425.000.000, sehingga totalnya Rp280.680.000.000. Sementara Jadup disalurkan kepada 125.989 penerima manfaat dengan total anggaran Rp170.085.150.000.

“400 miliar di antaranya adalah di Aceh, separuhnya 241 miliar itu di Pidie Jaya,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan yang disalurkan untuk masyarakat Provinsi Sumut mencapai Rp82.809.950.000. Bantuan tersebut terdiri dari BIH sebesar Rp11.028.000.000 dan BSSE sebesar Rp18.380.000.000 yang diberikan kepada 3.676 KPM, dengan total Rp29.408.000.000. Selain itu, Jadup diberikan kepada 39.557 penerima manfaat dengan total Rp53.401.950.000.

Adapun di Provinsi Sumbar, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp43.440.100.000. BIH sebesar Rp10.617.000.000 dan BSSE sebesar Rp17.695.000.000 diberikan kepada 3.539 KPM, dengan total Rp28.312.000.000. Sementara itu, Jadup diberikan kepada 11.206 penerima manfaat dengan total anggaran Rp15.128.100.000.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan sekaligus mendukung percepatan pemulihan sosial ekonomi di wilayah terdampak. Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Satgas PRR

IMG-20260307-WA0063

Cepat Dekat Bersahabat : Polres Probolinggo Buka Layanan Samsat dan Sim Keliling Sambil Berbagi Takjil

PROBOLINGGO || Jejak-indonesia.id – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Polres Probolinggo Polda Jatim untuk berbagi sekaligus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Melalui kegiatan berbagi takjil, petugas menghadirkan layanan Samsat dan Sim Keliling agar warga dapat mengurus administrasi kendaraan dengan lebih mudah.

Kegiatan tersebut digelar di depan Mako Polres Probolinggo menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (6/3/26).

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih cepat,dekat dan bersahabat untuk warga masyarakat,"ujar AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo menerangkan, pada kegiatan Polres Probolinggo berbagi takjil itu warga juga bisa memanfaatkan layanan Samsat dan Sim Keliling untuk membayar pajak kendaraan tanpa harus datang ke kantor Samsat.

AKBP Latif menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan yang penuh berkah ini,” tambah AKBP Latif.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak pengendara yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan mereka.

Warga juga menyambut baik pembagian takjil yang dilakukan oleh petugas menjelang waktu berbuka puasa.

“Alhamdulillah sangat membantu untuk melakukan pembayaran pajak tahunan dan prosesnya cepat,” ungkap Halimatus, salah satu warga.

Melalui kegiatan ini, Polres Probolinggo Polda Jatim berharap dapat meningkatkan kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor.

Selain itu, kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadan juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)

error: Content is protected !!