Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Nasional

IMG-20260103-WA0055

Zuli Zulkipli, S.H Kritik Said Iqbal soal UMSK Jabar, Singgung KDM: “Said Iqbal Saya Tahu Persis Siapa Anda”

NASIONAL || jejakindonesia.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, S.H., melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Partai Buruh Said Iqbal terkait penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat.

Zuli Zulkipli, S.H menegaskan bahwa penetapan UMSK kabupaten/kota di Jawa Barat telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat dan dilakukan melalui mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Penetapan UMSK sudah sesuai dengan SK Gubernur Jawa Barat yang ditetapkan di Bandung. Jadi tidak benar apabila dikatakan prosesnya tidak sah atau menyalahi aturan,” ujar Zuli Zulkipli kepada wartawan, Sabtu 3 Januari 2026.

Selain itu, Zuli Zulkipli, S.H juga menyoroti aksi demonstrasi buruh di kawasan Gedung Sate, Bandung, yang dinilainya telah berujung pada tindakan anarkis dan melampaui batas demokrasi.

“Aksi demo di Gedung Sate yang sampai anarkis, bahkan adanya mobil komando serikat buruh yang menabrak pagar Gedung Sate, merupakan tindakan yang tidak pantas. Demonstrasi memang dilindungi undang-undang, tetapi harus tetap tertib dan menaati aturan,” tegasnya.

Menurut Zuli Zulkipli, S.H Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 secara tegas melarang penyampaian pendapat di muka umum dilakukan dengan cara-cara anarkis dan melanggar ketertiban umum.

Lebih lanjut, Zuli Zulkipli, S.H mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda, untuk bersatu mendukung kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM).

“Mari masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda, bersatu mendukung KDM. Kepemimpinan beliau menunjukkan komitmen terhadap demokrasi dan keterbukaan, termasuk transparansi anggaran yang kini sudah terlihat jelas,” katanya.

Zuli Zulkipli, S.H juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi aktivis buruh di bawah kepemimpinan Said Iqbal. Ia mengaku mengikuti berbagai aksi buruh, termasuk demonstrasi hingga ke kementerian.

“Saya tahu persis siapa Said Iqbal. Dulu saya juga pernah menjadi aktivis buruh di bawah kepemimpinannya. Saya sempat mengikuti tren demo ke kementerian, lalu tiba-tiba diajak ke luar negeri dan aksi demonstrasi berhenti. Ini tentu menjadi tanda tanya,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar Said Iqbal tidak bersikap terlalu idealis dan lebih mengedepankan transparansi internal organisasi buruh, tidak hanya menuntut keterbukaan dari pemerintah.

“Kita selalu menuntut transparansi dari pemerintah. Namun bagaimana dengan transparansi di internal buruh sendiri? Misalnya gaji buruh Rp5 juta dipotong 1 persen atau sekitar Rp50 ribu, apakah pengelolaannya terbuka dan transparan ke publik? Ini yang menurut saya masih ambigu,” tegas Zuli Zulkipli, S.H

Di akhir pernyataannya, Zuli Zulkipli, S.H Direktur LBH Arjuna Bakti Negara di Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa organisasi serikat buruh KSPSI perlu diaudit secara menyeluruh, khususnya terkait pengelolaan keuangan organisasi di bawah kepemimpinan Said Iqbal.

“Organisasi serikat buruh KSPSI harus diaudit keuangan organisasinya,” pungkasnya.

Penulis: Haris Pranatha, Ketua Umum/Kepala Biro Bekasi, Jawa Barat (Pers Nasional)

IMG-20260102-WA0052

Sama seperti SBY, Megawati Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum usai Terseret Kasus Ijazah Jokowi

Jejakindonesia.id || Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bakal mempertimbangkan langkah yang sama seperti Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni melakukan langkah hukum usai namanya terseret dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan oleh politikus PDIP, Guntur Romli.

Adapun Megawati dituduh berkolaborasi dengan SBY dengan memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.

Tuduhan ini sempat disampaikan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief, dalam video yang diunggah di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025) kemarin.

Guntur mengatakan pertimbangan upaya hukum muncul karena Megawati dan PDIP merasa dirugikan atas tuduhan yang muncul tersebut.

Dia juga menyebut pihaknya mendukung langkah SBY usai dikaitkan dengan kasus ijazah Jokowi.

"Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan."

"Kami juga tengah membahas terkait langkah hukum tersebut karena kami juga mengalami nasib yang sama," katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026).

Guntur menegaskan pertimbangan upaya hukum tersebut sebenarnya bukan muncul dari perintah Megawati, tetapi kesadaran dari kader.

Dia mengungkapkan upaya ini menjadi wujud pembelaan terhadap kehormatan Megawati.

"Tidak ada perintah (dari Megawati melakukan upaya hukum). Membela kehormatan ketua umum sudah otomatis bagi kader."

"Sejak dipecat dari PDI Perjuangan, Jokowi sudah bukan lagi urusan kami," tuturnya. (Tribunnews.com)

Foto 1: Megawati Soekarnoputri mengambil sikap sama dengan SBY yakni mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum setelah terseret dalam kasus ijazah Jokowi.(Tribun Network)
Foto 2: Politikus PDIP, Guntur Romli, mengatakan hal tersebut kini masih dalam pembahasan di internal partai.(Tribun Network)
Foto 3: Presiden ke-7 RI Joko Widodo menduga ada dalang di balik isu ijazah palsu. (Tribun Network)

IMG-20251122-WA0104

Mas Wapres Gibran Bawa Salam Presiden Prabowo di Indonesia–Africa CEO Forum 2025

Jejakindonesia.id || Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menghadiri Indonesia–Africa CEO Forum 2025 di Saxon Hotel, Johannesburg, Jumat (21/11/2025). Mengawali sambutannya, Wapres menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto serta menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk memperluas kolaborasi strategis dengan negara-negara Afrika. Wapres juga menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia–Afrika Selatan memiliki fondasi historis kuat sejak Konferensi Asia-Afrika 1955.

Pada forum yang digelar di sela KTT G20 ini, Wapres menekankan pentingnya kerja sama di bidang energi, industri pertahanan, teknologi, dan rantai pasok dalam merespons dinamika ekonomi global. Wapres juga menyambut baik kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan sebagai langkah yang akan mempercepat mobilitas pelaku usaha dan masyarakat.

Dalam rangkaian agenda forum, Wapres juga menghadiri peluncuran awal Indonesia–South Africa High-Level Business Council (ISA-HLBC), sebuah platform yang mempertemukan pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat realisasi proyek prioritas. Pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat diplomasi ekonomi, khususnya dengan negara-negara Global South.

error: Content is protected !!