Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 68

Berita

IMG-20260626-WA0062

Tegakkan Aturan Tanpa Kompromi, Kalapas Banyuwangi Beri Arahan kepada Pegawai Demi Stabilitas Keamanan Lapas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, mengumpulkan seluruh jajaran pegawainya dalam agenda rapat dinas yang digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kamis (25/6).

Langkah taktis ini diambil sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas secara konsisten dan tanpa kompromi.

Dalam arahannya, Solichin menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan harga mati yang harus dijunjung tinggi oleh setiap petugas pemasyarakatan. Ia menginstruksikan seluruh pegawai untuk tegak lurus menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) sehari-hari dengan berlandaskan pada aturan yang berlaku.

"Integritas pegawai adalah fondasi kuat agar pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan dengan baik dan optimal. Saya minta tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan," ujar Solichin.

Lebih lanjut, Solichin mengimbau seluruh pegawai untuk menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan, sekecil apa pun itu. Menurutnya, tindakan indisipliner atau penyimpangan sekecil apa pun tidak hanya merusak citra personal, tetapi juga berdampak sistemik yang dapat merugikan organisasi secara keseluruhan.

Ia kembali mengingatkan esensi mendasar bahwa setiap pegawai pemasyarakatan, apa pun bidang tugasnya, sejatinya memikul tanggung jawab utama di bidang pengamanan. Oleh sebab itu, sinergi yang solid antarbagian menjadi kunci mutlak untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Lapas Banyuwangi.

"Deteksi dini dan kepedulian dalam mengantisipasi munculnya potensi gangguan kamtib bukanlah tugas satu seksi saja, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh elemen pegawai," imbuhnya tegas.

Rapat dinas yang berlangsung interaktif ini tidak hanya diisi oleh arahan Kalapas. Sejumlah pejabat struktural dari berbagai bagian juga diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan dan evaluasi teknis sesuai dengan bidang masing-masing.

Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menyamakan persepsi, memupuk kekompakan, serta mendongkrak kinerja Lapas Banyuwangi ke arah yang lebih profesional dan kondusif.

IMG-20260626-WA0061

Polres Raja Ampat Gelar Upacara Tabur Bunga di Perairan Waisai, Kenang Jasa Pahlawan Bhayangkara

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar upacara penghormatan dan tabur bunga di perairan Pelabuhan Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada Jumat pagi (26/6/2026). Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIT ini berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk dedikasi mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K. Agenda tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Raja Ampat, para perwira, Kapolsek, personel Polres Raja Ampat, satuan Brimob, satuan Polair, serta Ketua beserta pengurus Bhayangkari Cabang Raja Ampat.

Prosesi dimulai dengan penghormatan mendalam kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga. Puncak acara ditandai dengan pelarungan dan penaburan bunga ke laut lepas, simbol penghormatan tertinggi atas pengorbanan jiwa dan raga para pejuang demi kemerdekaan Indonesia.

Dalam kesempatannya, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., menegaskan bahwa tradisi tabur bunga di laut ini memuat esensi dan makna yang sangat mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara.

"Melalui kegiatan ini, kita tidak sekadar mengenang, tetapi juga menyerap semangat pengabdian, loyalitas, dan dedikasi luar biasa para pahlawan. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi bahan bakar bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas utama melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini harus menjadi ajang untuk memperkuat soliditas internal, menjaga kebersamaan, serta memacu semangat pengabdian seluruh personel di lingkungan Polres Raja Ampat.

Menutup rangkaian acara, Polres Raja Ampat kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta memberikan pelayanan publik yang prima dan responsif di wilayah hukum Raja Ampat.

IMG-20260626-WA0057

Final Turnamen Domino Piala Kapolda Cup 2026 Berlangsung Ketat

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Polda Kalimantan Tengah menggelar turnamen domino dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini disebut menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Acara final yang berlangsung di Duta Mall Palangka Raya, tersebut dihadiri langsung Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabram, Kapolda Irjen Iwan Kurniawan, Pangdam XXII Tambun Bungai dan unsur Forkopimda lainnya.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menyampaikan, turnamen domino tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota Polri, masyarakat umum, hingga jurnalis.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat sportivitas,” ujar Budi, Senin (23/6/2026).

Menurut Budi, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momen refleksi pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, tetapi juga wadah membangun kebersamaan melalui kegiatan yang melibatkan publik secara langsung.

“Kami mengapresiasi para pemenang lomba, baik kategori anggota Polri, umum maupun jurnalis. Selamat kepada seluruh pemenang,” tambahnya.

Turnamen domino ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Polda Kalteng menyambut HUT Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang.

IMG-20260626-WA0049

Janjikan Haji Khusus VIP, Dua Pelaku Tipu Korban hingga Rp7,65 Miliar

SERANG || Jejak-indonesia.id - Ditreskrimum Polda Banten berhasil meringkus dua orang berinisial NN (53) dan NZ (31) Pelaku dugaan penipuan dan/atau penggelapan terkait penyelenggaraan ibadah haji khusus.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan Kronologi kejadian tersebut.

"Berdasarkan Laporan Polisi pada tanggal 2 Juni 2026, kasus ini bermula saat korban berinisial AW, pemilik sebuah perusahaan di Kabupaten Serang, ditawari paket haji khusus jenis Mujamalah dengan fasilitas VIP dengan biaya senilai Rp 320 juta per orang. Korban meminta fasilitas untuk diupgrade antara lain hotel, makanan dan transportasi," jelasnya pada Jum'at (26/06).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menyampaikan bahwa setelah pembahasan lebih lanjut, untuk upgrade fasilitas korban sepakat memberangkatkan 19 orang jemaah dengan biaya Rp450 juta per orang.

"Korban kemudian mentransfer dana sebesar Rp7,65 miliar dari total Rp8,55 miliar sesuai tagihan yang diberikan oleh pihak penyelenggara, Namun, hingga jadwal keberangkatan pada tanggal 16 Mei 2026, para jemaah tidak pernah diberangkatkan. Alasan keterlambatan penerbitan visa terus disampaikan, tetapi pada akhirnya visa haji tidak pernah terbit sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp7,65 miliar," ujarnya.

Lebih lanjut, Kabidhumas Polda Banten mengatakan bahwa tersangka NZ sempat dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

"Ditreskrimum Polda Banten memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan diduga hendak melarikan diri ke luar negeri. Pada 24 Juni 2026, NZ berhasil diringkus di sebuah apartemen di Kota Tangerang. Di lokasi yang sama, kami juga meringkus tersangka NN. Keduanya kini telah ditahan di Rutan Polda Banten untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil di sita
- 2 lembar bukti Pembayaraan Bank BNI dengan masing masing nominal sebesar Rp. 250.000.000
- 1 lembar bukti Pembayaraan Bank BNI dengan nominal sebesar Rp. 3.600.000.000
- 1 lembar bukti Pembayaraan Bank BNI dengan nominal sebesar Rp. 4.050.000.000
- 1 lembar Invoice/ tagihan biaya sebesar Rp. 4.050.000.000
- 1 lembar Invoice/ tagihan biaya sebesar Rp. 3.600.000.000
- 1 bundel surat somasi
- 1 bundel Profil Perusahaan PT. Imtiyaz Global Wisata
- 1 bundel Daftar Nama Jemaah Haji yang Diberangkatkan oleh Perusahaan PT. DOK dan Perkapalan Gandasari Indonesia.

Kombes Pol Maruli mengungkapkan Motif dan Modus kedua tersangka.

"Motif kedua tersangka untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri maupun pihak lain. Sementara Modus Tersangka NN berperan menawarkan dan mengaku memiliki travel HKN yang dapat memberangkatkan haji khusus Mujamalah. Sementara NZ membantu dengan memfasilitasi rekening penampungan dana pembayaran dari korban," ungkapnya.

Kabidhumas Polda Banten menerangkan pasal yang dikenakan kepada pelaku.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 492 KUHPidana dan/atau pasal 486 KUHPidana Jo Pasal 21 ayat 1 KUHPidana (Undang-undang No.1 tahun 2023) Jo pasal 125 Jo pasal 118 (Undang-undang RI No. 8 tahun 2019) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda denda paling banyak Rp10 miliar," terangnya.

Diakhir, Kabidhumas Polda Banten mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah haji.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki izin resmi dari pemerintah serta tidak mudah tergiur dengan penawaran yang menjanjikan keberangkatan secara cepat tanpa prosedur yang jelas," tutupnya (Bidhumas).

IMG-20260626-WA0029

Bersama Jajaran Pengurus Battra SN, Duta BRAIN BNN Jalani Pembinaan Lapangan, Kunjungi Balai Rehabilitasi Lido di Bogor dan Museum BNN RI di Jakarta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Jumat, 26 Juni 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam rangkaian program pembinaan enam bulan bagi para kader muda yang tergabung dalam Duta Barisan Relawan Anti Narkotika (BRAIN) BNN.

Bersama jajaran pengurus Battra SN dan relawan BNN, para peserta mengikuti kunjungan edukatif yang bertujuan memperkuat wawasan, karakter, dan komitmen dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan komprehensif yang sebelumnya telah membekali para peserta dengan pemahaman mengenai Blueprint Diri, yakni konsep pengenalan potensi, karakter, dan nilai-nilai pribadi agar mampu mengambil keputusan secara mandiri tanpa mudah terpengaruh lingkungan maupun kepentingan negatif pihak lain.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, para kader muda diajak melihat secara langsung realitas dampak penyalahgunaan narkoba serta memahami perjuangan berbagai pihak dalam memerangi peredaran gelap narkotika di Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan apel dan briefing bersama pengurus Battra SN serta para Duta BRAIN BNN. Dalam kesempatan itu, peserta kembali diingatkan mengenai peran mereka sebagai agen perubahan sekaligus benteng moral di lingkungan masing-masing.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan tiba di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor. Di lokasi tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses rehabilitasi para korban penyalahgunaan narkotika. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dampak buruk narkoba terhadap kehidupan seseorang sekaligus pentingnya membangun ketahanan diri agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan zat terlarang.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Lido, Bogor, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Cawang, Jakarta Timur pada pukul 13.00 WIB. Dalam perjalanan, pengurus Battra SN menggelar sesi diskusi reflektif yang memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi pandangan dan pengalaman setelah menyaksikan langsung proses rehabilitasi. Diskusi tersebut menekankan pentingnya menjaga kemandirian berpikir serta kemampuan menyaring berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Museum BNN RI di Cawang, Jakarta Timur, yang menjadi destinasi kedua pada pukul 15.00 WIB. Di museum tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai sejarah perjuangan bangsa dalam memberantas peredaran narkotika melalui berbagai diorama, arsip, dan materi edukatif yang disajikan.

Kunjungan itu memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai ancaman narkotika dari sisi sosial, hukum, hingga dampaknya terhadap generasi bangsa. Para Duta BRAIN BNN juga diajak memahami bahwa peran mereka sebagai agen perubahan merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 17.00 WIB dengan sesi evaluasi dan penguatan komitmen di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Pengurus Battra SN memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Umum Battra SN, Novita Gosal, menyampaikan kepada wartawan pada Kamis, 25 Juni 2026, melalui sambungan telepon, bahwa kunjungan edukatif ini menjadi pengalaman berharga bagi para Duta BRAIN BNN karena mereka dapat melihat langsung dampak penyalahgunaan narkotika serta upaya rehabilitasi yang dilakukan negara.

Menurut Novita Gosal setelah menjalani pembinaan selama enam bulan melalui berbagai program pelatihan, edukasi public speaking, pengecekan Blueprint Diri, bimbingan teknis, serta sejumlah kegiatan pengembangan kapasitas lainnya, para peserta dinilai siap untuk menjadi duta dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Dengan bekal pemahaman, karakter, dan kualitas diri yang telah dibangun melalui program pembinaan, mereka diharapkan mampu menjadi teladan serta motor penggerak dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing,” ujar Novita Gosal

Ia juga mengungkapkan bahwa di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, rombongan berkesempatan berfoto dan berdiskusi bersama drg. Mario Leonid Supusepa selaku Kepala Bagian Umum Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor, serta Jeffry R. Tuapattimain. Sementara di Museum BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, rombongan disambut oleh Pembina Duta BRAIN BNN, Hendrajit Putut Widagdo, S.Sos., M.M., M.Si.

“Melalui kunjungan ini, para kader muda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga diri, membantu sesama, serta berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat,” tambah Novita Gosal

Program pembinaan enam bulan yang tengah berjalan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, sehingga siap menjadi pelopor dalam menciptakan masa depan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.

Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ., C. FTAX.

error: Content is protected !!