We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

Sabung Ayam & Dugaan Upeti, RAKB: Dukung Polisi Bersih-Bersih dari Dalam

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Rumah Advokasi Kebangsaan Banyuwangi (RAKB) mendukung langkah Polsek Purwoharjo dalam penindakan perjudian sabung ayam di wilayah setempat.

Selain mendukung penggrebekan arena sabung ayam di Dusun Bloksolo Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, RAKB juga menyayangkan kabar miring adanya oknum anggota Polisi yang mendapat upeti dari pengelola arena sabung ayam.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua RAKB Hakim Said, SH, kepada awak media pada Jumat, (1/8/2025) malam.

“Pemberantasan penyakit masyarakat seperti sabung ayam ilegal harus diapresiasi sebagai bentuk keberanian dan integritas aparat kepolisian,”ujarnya.

Mengenai kabar oknum anggota Polisi Polresta Banyuwangi meminta jatah upeti terhadap pengelola sabung ayam sebagai Ketua RAKB sangat menyayangkan. Menurutnya peristiwa tersebut sangat mencoreng nama baik institusi Polri terutama nama baik Polresta Banyuwangi.

“Institusi Polri tidak boleh dicemarkan oleh ulah individu atau rumor sepihak. Langkah penggerebekan justru menunjukkan bahwa Polsek Purwoharjo tidak bisa dikondisikan oleh praktik ilegal. Ini bukti Polri masih bekerja dan tidak bisa dibeli,” ujar Hakim Said, Sabtu (2/8/2025) di Banyuwangi.

RAKB menekankan pentingnya memisahkan tindakan individu yang belum terbukti secara hukum dengan kredibilitas institusi secara keseluruhan.

Kata Hakim Said, penyelidikan lebih lanjut terhadap kabar dugaan oknum anggota Polresta Banyuwangi meminta jatah atau upeti tersebut berada dalam ranah Propam dan pengawasan internal Polri.

“Kami dorong proses penyelidikan dilakukan secara objektif, adil, dan transparan. Jika benar ada oknum yang terlibat, maka harus ditindak tegas. Namun jika tidak terbukti, maka nama baik institusi harus diluruskan dan dipulihkan,” tegasnya.

“Jika terbukti tindak tegas jika perlu mutasi keluar daerah,” imbuh Hakim.

RAKB juga mengajak masyarakat untuk menggunakan jalur hukum dan pelaporan resmi, bukan hanya menyebarkan informasi di ruang publik yang belum dapat diverifikasi.

“Kami siap memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang memiliki bukti atau informasi valid. Tapi jangan biarkan praduga mengalahkan proses,” tambahnya.

Kepada awak media Hakim Said, mengungkapkan jika peristiwa itu merupakan pesan moral untuk menjaga kehormatan dan netralitas institusi penegak hukum ditengah tantangan pengawasan terhadap praktik perjudian dan kriminalitas ditingkat lokal.

“Polri adalah garda terdepan dalam menjaga ketertiban. Mari kita dukung langkah langkah Polri dalam bersih - bersih dari dalam, bukan malah melemahkan dengan spekulasi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabar miring menerpa Febri Septiawan, salah satu oknum anggota Polresta Banyuwangi. Ia dikabarkan minta jatah atau upeti dari arena sabung ayam diwilayah Kecamatan Purwoharjo. Kabar tersebut sontak membuat geger warga Banyuwangi.

Mencuatnya kabar miring tersebut menyusul adanya penggerebekan arena sabung ayam di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri,, yang dilakukan oleh Polsek Purwoharjo, pada Jumat, (25/7/2025) sore lalu.

Kepada wartawan AT, salah satu warga Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo mengatakan jika pengelola arena sabung ayam tersebut kabarnya selalu membayar upeti kepada salah satu oknum anggota Polisi untuk uang keamanan.

“Pengelola sabung ayam sudah membayar upeti kepada oknum anggota Polisi, yang katanya untuk mengondisikan Polsek Purwoharjo. Namun ironisnya meski dikabarkan sudah membayar upeti masih saja digrebek,” katanya saat ditemui wartawan. Selasa, (29/7/2025).

Pria yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengungkapkan jika pemberian upeti kepada oknum anggota Polisi tersebut tidak hanya sekali saja namun berkali – kali.

“Bukan hanya sekali saja namun setoran itu berkali – kali,” ujarnya.

Sementara Febri Septiawan, oknum anggota Polisi Polresta Banyuwangi, saat dikonfirmasi melalui sambungan whatsapnya oleh awak media membantah kabar miring tersebut.

“Saya tidak tau menahu bapak terkait hal ini. Bisa dikonfrontir bapak. Saya juga bukan anggota Polsek Purwoharjo, tidak punya kewenangan bapak,” katanya.

Saat disinggung jika upeti tersebut mengatasnamakan Polsek Purwoharjo, Febri Septiawan, kembali menegaskan jika hal tersebut tidak benar sama sekali.

“Tidak sama sekali bapak,” ungkapnya.

Dengan adanya kabar miring tersebut sebagian warga Banyuwangi, menyayangkan karena jika hal itu benar adanya bisa mencoreng nama institusi Polri.

Namun sayang hingga berita ini ditulis awak media belum berhasil mengkonfirmasi pengelola atau penanggung jawab arena sabung ayam di Dusun Bloksolo Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. (red)

Diduga SPBU Sario Tempat Jaringan Para Mafia BBM, Oprator Sogok wartawan Dengan Sejumlah Uang

Manado - Jejakindonesia.id |  Maraknya praktik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Sulawesi Utara (Sulut) diduga melibatkan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu SPBU yang menjadi sorotan publik adalah SPBU Sario 74.951.08 Kota Manado yang terletak tidak jauh dari kediaman Mapolda Sulut.

Pantauan awak media,Jumat (01/08/2025), menunjukkan bahwa SPBU tersebut diduga melanggar Undang-Undang Migas. Pasalnya, SPBU ini kerap menjadi tempat pengambilan BBM bersubsidi secara ilegal menggunakan kendaraan yang tidak memiliki nomor polisi sering digunakan para mafia untuk mengambil BBM jenis bio solar untuk di tampung dan akan di jual kembali.

Menurut informasi yang didapat dari salah satu Oknum Wartawan investigasi Sulut berinisial NR alias Nina Rumondor, SPBU Sario sebelumnya telah diberitakan oleh sejumlah media online terkait dugaan pelanggaran. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang, baik Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), maupun aparat penegak hukum (APH). Polda Sulut

Nina juga menyebutkan bahwa bukan hanya operator yang turut terlibat dalam aktivitas tersebut diduga ada beberapa Oknum Wartawan yang membeck up SPBU dan mafia BBM. Setiap pengambilan BBM bersubsidi di setiap jam operasional berlangsung.Ucap Nina

"Menurut Nina saat ia mendatangi SPBU tersebut mereka memberikan uang (Suap),sebesar 300.000 Ribu Rupiah untuk menutup mulut akan tetapi uang yang di berikan oleh salah satu operator SPBU yang bernama Dani ini di kembalikan oleh Nina."

Nina juga sempat konfirmasi kepada operator SPBU Dani mengenai SOP yang kalian lakukan ini apakah sudah benar?.Kalau memang benar kenapa ada Suap-suap seperti ini kepada wartawan,tanya Nina kepada Operator SPBU bernama Dani melalui pesan singkat WhatsApp.

Sampai berita ini di terbitkan belum juga ada penjelasan dari pihak SPBU dan Operator Dani.

Merujuk pada UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,khususnya Pasal 55, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Pemerintah mengalokasikan subsidi BBM untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk kepentingan komersial. Jika terbukti melakukan pelanggaran, pelaku—termasuk pemilik SPBU, operator, dan pengawas—bisa dikenakan sanksi pidana sesuai undang-undang tersebut.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam. Jika dugaan ini benar, maka harus ada tindakan tegas untuk menghentikan praktik mafia BBM yang merugikan negara dan masyarakat.

Tim.

Mainan Bambu ‘Ethek-Ethek’ Jadi Sorotan Dunia di TdBI 2025, Banyuwangi Revitalisasi Budaya Lewat Sport Tourism

Banyuwangi – Jejak-Indonesia.id |  Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 tak hanya menghadirkan adu cepat di lintasan balap, tetapi juga menjadi panggung megah bagi kebangkitan budaya lokal. Dalam kemasan sport tourism yang semakin mendunia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan ajang ini untuk menegaskan identitas budaya yang kian tergerus modernitas.

Salah satu momen paling mencuri perhatian publik, terutama di kalangan tamu mancanegara dan media internasional, adalah tampilnya mainan bambu tradisional Ethek-ethek dalam prosesi penyambutan pembalap di garis finis. Mainan sederhana yang dulunya menemani masa kecil anak-anak desa ini kini muncul dalam format yang lebih artistik—dirangkai dan dimainkan oleh para pelajar serta seniman muda dalam formasi koreografi budaya yang memukau.

Bagi Banyuwangi, Ethek-ethek bukan sekadar benda nostalgia. Ia adalah simbol kearifan lokal, produk kreativitas anak negeri yang lahir dari alam dan imajinasi. Dalam konteks TdBI 2025, mainan ini hadir sebagai narasi tandingan atas gempuran teknologi digital yang membentuk gaya hidup anak-anak masa kini. Di tengah dominasi gawai, kemunculan Ethek-ethek menjadi ajakan kembali ke akar, menyentuh memori kolektif masyarakat sekaligus membuka cakrawala baru tentang nilai-nilai edukatif dari permainan tradisional.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menegaskan bahwa kehadiran elemen budaya dalam TdBI bukan pelengkap, melainkan ruh dari keseluruhan event.

“Kami ingin TdBI tidak hanya dikenang karena kejuaraan, tetapi juga karena kemampuannya mempertemukan dunia dengan akar-akar budaya lokal. Ethek-ethek adalah simbol resistensi kita terhadap homogenisasi budaya global,” ujar Taufik, Jum'at (1/8/2025).

Lebih dari sekadar mainan bambu, seluruh atmosfer TdBI tahun ini disulap menjadi perayaan identitas Banyuwangi. Masyarakat lokal dilibatkan secara aktif: menampilkan tari-tarian daerah, menyajikan kuliner tradisional, menggelar pameran kerajinan tangan, hingga memperkenalkan batik Gajah Oling yang menjadi ikon visual Banyuwangi. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadikan TdBI sebagai episentrum budaya yang tak hanya dinikmati penonton, tetapi juga menghidupi ekonomi kreatif rakyat.

Langkah ini membuktikan bahwa sport tourism bukan sekadar perhelatan fisik, melainkan media strategis untuk revitalisasi budaya dan penguatan jati diri daerah. Banyuwangi menunjukkan bahwa balap sepeda bisa lebih dari kompetisi—ia bisa menjadi gerakan sosial dan kebudayaan.

Tour de Banyuwangi Ijen 2025 adalah bukti nyata bagaimana olahraga, budaya, dan ekonomi bisa bertemu dalam satu ruang publik yang inklusif dan transformatif. Bukan hanya kecepatan yang ditawarkan, tapi juga kehangatan, kearifan, dan keberanian untuk melawan arus globalisasi dengan cara yang elegan. (rag)

Gercep!!! Polresta Banyuwangi Tangani Truk Mogok di Tengah Lonjakan Arus ke Pelabuhan Ketapang

Banyuwangi — Jejak-indonesia.id | Polresta Banyuwangi bergerak cepat (gercep) menangani kemacetan akibat truk Pertamina yang mogok di tengah lonjakan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Sabtu dini hari (2/8/2025).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Situbondo, Kecamatan Kalipuro, tepatnya di depan bekas Pabrik Pengantongan Semen Bosowa.

Truk yang mengalami mati mesin tersebut sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular menuju penyeberangan Jawa–Bali.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., turun langsung ke lokasi untuk memimpin rekayasa lalu lintas dan pemberian bantuan terhadap kendaraan yang mengalami gangguan.

“Kami melakukan percepatan penanganan agar antrean tidak semakin panjang dan distribusi logistik tetap berjalan lancar,” ujar Kombes Pol. Rama.

Polresta Banyuwangi mengerahkan personel gabungan dari Satlantas, Sat Samapta, Sat Pamobvit, Satpol Airud, serta jajaran Polsek untuk mempercepat penanganan dan mengurai kepadatan.

Selain pengamanan dan pengaturan lalu lintas, koordinasi juga dilakukan dengan pihak pelabuhan dan instansi terkait guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan penyeberangan antarpulau.

Langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin kelancaran mobilitas di jalur logistik dan transportasi antarprovinsi.(red)

Satgas TNI Yonif 700/WYC Gelar Makan Bersama Pengungsi Eronggobak: Hangatkan Hati dalam Kebersamaan

EROMAGA, PAPUA  — Jejak-indonesia.id |  Di tengah sejuknya udara pegunungan Papua dan suasana duka para pengungsi, kehangatan kebersamaan tercipta dari sebuah kegiatan sederhana namun penuh makna. Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Eromaga kembali melaksanakan kegiatan binter terbatas berupa makan bersama warga pengungsi dari Kampung Eronggobak, Sabtu (2/8/2025).

Sebanyak 65 warga yang kini tinggal sementara di sekitar Pos Eromaga tampak duduk rapi di atas terpal oranye, menikmati hidangan nasi kuning dengan lauk telur yang disajikan langsung oleh prajurit TNI. Kegiatan ini dipimpin oleh Wadanpos Eromaga, Sertu Rusdi Latif, dan rutin digelar sekali dalam seminggu, tepatnya setiap hari Sabtu.

Meskipun menu yang disuguhkan sederhana, namun semangat dan ketulusan yang hadir dalam kegiatan ini membuat suasana terasa begitu hangat. Anak-anak, orang tua, hingga para mama Papua terlihat bahagia menikmati makanan sembari bercengkerama bersama prajurit.

Danpos Eromaga, Letda Inf Sudirman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang memberi makanan, tetapi juga membangun kedekatan hati antara TNI dan masyarakat.

> “Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga hadir untuk memberi rasa aman, perhatian, dan kasih sayang bagi saudara-saudara kami di pengungsian,” ungkap Letda Sudirman.

Sementara itu, salah satu tokoh mama-mama Papua, Mama Lince, menyampaikan rasa harunya atas perhatian yang terus diberikan oleh Satgas.

> “Puji Tuhan, kami merasa diperhatikan. Anak-anak bisa makan kenyang, kami bisa duduk tenang. TNI bukan hanya tentara, tapi juga keluarga bagi kami di sini,” ujarnya sambil memeluk cucunya.

Di tengah segala keterbatasan, kegiatan makan bersama ini menjadi simbol kepedulian negara yang nyata. Di balik seragam loreng dan perlengkapan tempur, tersimpan wajah-wajah ramah dan tangan-tangan yang siap merangkul rakyat.

Satgas Yonif 700/WYC membuktikan, bahwa menjaga Papua bukan hanya lewat senjata, tapi juga lewat kasih dan pelayanan.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

error: Content is protected !!