JEMBER || Jejak-indonesia.id — Mengurus administrasi kendaraan tak boleh menjadi urusan yang membingungkan bagi masyarakat. Karena itu, Satlantas Polres Jember memilih turun langsung menemui warga melalui program Polantas Menyapa di Kantor Samsat Bersama Jember .
Bukan sekadar berada di balik loket, personel Satlantas aktif berkomunikasi dengan masyarakat. Warga yang membutuhkan informasi maupun mengalami kendala administrasi dapat langsung menyampaikannya kepada petugas.
Mulai pengurusan STNK, BPKB, registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor) hingga informasi mengenai persyaratan dan biaya resmi menjadi bagian dari edukasi yang diberikan.
Langkah ini sekaligus menjadi cara kepolisian memangkas ruang munculnya praktik percaloan.
Masyarakat didorong mengurus administrasinya secara mandiri dengan informasi yang jelas dan langsung dari petugas.
Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini, S.Tr.K., S.I.K., M.H. mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi saat berada di Samsat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mudah diakses, dan sesuai ketentuan. Kalau ada kendala administratif, silakan langsung bertanya kepada petugas,” ujar Ade saat ditemui awak media, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pelayanan publik tidak cukup hanya menyelesaikan administrasi. Petugas juga harus mampu memberikan penjelasan secara terbuka sehingga masyarakat memahami setiap tahapan yang harus dilalui.
Terlebih, informasi mengenai biaya resmi harus disampaikan secara transparan.
Dengan demikian, masyarakat memiliki kepastian dan tidak mudah bergantung kepada pihak yang menawarkan jasa pengurusan.
Ade menegaskan, Satlantas Polres Jember berkomitmen menjaga pelayanan di Satpas maupun Samsat agar berjalan profesional dan zero pungli.
“Setiap petugas wajib responsif. Ketika masyarakat mengalami kendala, harus diberikan penjelasan dan solusi sesuai SOP,” tegasnya.
Program Polantas Menyapa juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.
Pendekatan humanis dikedepankan agar masyarakat tidak merasa berjarak ketika membutuhkan bantuan. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai petugas pelayanan yang siap mendengar dan membantu.
“Polri bukan hanya aparat penegak hukum. Kami juga hadir sebagai mitra pelayanan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan dengan baik,” katanya.
Satlantas Polres Jember memastikan program tersebut terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Targetnya sederhana: warga datang membawa urusan, pulang membawa kepastian. Tidak bingung mencari informasi, tidak perlu mencari calo, dan tidak perlu khawatir dengan biaya di luar ketentuan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat Transformasi Polri Presisi, dengan mendorong pelayanan kepolisian yang transparan, profesional, akuntabel, dan humanis.
Tsany

