Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Bukti Keberagaman yang Menyatu
JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kementerian Agama resmi mengonfirmasi pelaksanaan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, yang menjadi pembuka khidmat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini akan dihadiri dan diisi doa secara bergantian oleh enam pemuka agama resmi bangsa ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan seruan tulus kepada segenap anak bangsa untuk merayakan datangnya Bulan Kemerdekaan dengan menghadiri kegiatan penuh makna ini. Hadir pula dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat yang dikenal luas, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta pada Sabtu ini.
Kehadiran para tokoh lintas agama ini merupakan wujud nyata persatuan yang kokoh, sekaligus mencerminkan tekad bangsa yang tak tergoyahkan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan bernegara.
Doa akan dipimpin secara bergantian oleh para wakil dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia, yaitu:
– Islam: Husni Ismail (Imam Masjid Istiqlal Jakarta)
– Kristen: Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Tokoh gereja dan pegiat dialog lintas agama)
– Katolik: Rm. Fransiskus Yance Sengga (Pakar Liturgi dan Musica Sacra)
– Hindu: Pinandita Gede Pastika (Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara)
– Buddha: Bhikkhu Bhadranatha Thera (Pemuka agama dan aktivis dialog lintas agama)
– Konghucu: Xs. Budi S. Tanuwibowo (Tokoh agama Konghucu dan mantan Ketua Umum MATAKIN)
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan ini, seluruh peserta diajak menyampaikan rasa syukur mendalam atas karunia kemerdekaan dan persatuan yang senantiasa terpelihara. Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian abadi, serta langkah kemajuan yang gemilang bagi Nusantara di masa depan.
Kementerian Agama berharap momen bersejarah ini semakin mengukuhkan ikatan persaudaraan lintas perbedaan, serta memperkokoh tekad bersama menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Zikir dan Doa Kebangsaan ini pun diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme yang meluas, guna menyongsong Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera.
