Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Perum Watu Lungguh RT 08 RW 03 Desak Pemerintah Segera Bertindak
SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Warga Perum Watu Lungguh RT 08 RW 03 mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan selama bertahun-tahun. Jalan yang menjadi akses utama keluar masuk warga itu dipenuhi retakan, lubang, dan permukaan aspal yang mengelupas sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Keluhan tersebut kembali mencuat karena kerusakan jalan dinilai semakin parah dan berpotensi memicu kecelakaan. Berdasarkan pantauan di lokasi, pengendara sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan saat melintas, terutama pada malam hari maupun ketika hujan turun akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang.
Ketua RT 08 RW 03 Perum Watu Lungguh, Purnomo, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Bahkan, menurutnya, sudah beberapa kali warga mengalami kecelakaan ringan akibat terjatuh saat melintasi jalan tersebut.
“Jalan ini sudah sering menyebabkan warga terjatuh karena kondisinya licin dan rusak. Saat musim hujan, situasinya jauh lebih berbahaya. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi korban,” ujar Purnomo.
Menurutnya, jalan lingkungan tersebut merupakan fasilitas umum yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga keperluan ekonomi. Namun hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pemerintah, meski kondisi kerusakan terus memburuk.
Warga khawatir apabila kerusakan jalan terus dibiarkan, risiko kecelakaan akan semakin tinggi, terlebih saat musim hujan ketika genangan air menutupi lubang-lubang di badan jalan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi itu juga mengganggu kenyamanan dan mobilitas masyarakat.
Purnomo mewakili warga berharap Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan survei sekaligus merealisasikan perbaikan jalan. Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan janji, melainkan tindakan nyata agar akses jalan yang menjadi kebutuhan sehari-hari dapat kembali layak digunakan.
“Kami hanya ingin jalan yang aman, nyaman, dan layak dilalui. Semoga pemerintah segera merespons aspirasi warga dan menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas,” pungkas Purnomo dengan wajah penuh harap. (Wan)
