JEMBER || Jejak-indonesia.id — Upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui sinergitas antara Satlantas Polres Jember dan MADAS DPC Jember.
Kolaborasi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib dan berkeselamatan di jalan. Edukasi lalu lintas tidak semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, MADAS DPC Jember diharapkan dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas, baik kepada internal organisasi maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kasat Lantas Polres Jember, AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sinergitas dengan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik sinergitas dengan MADAS DPC Jember sebagai mitra dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.”
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami berharap MADAS dapat ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pesan-pesan tertib lalu lintas harus terus disampaikan mulai dari lingkungan keluarga, komunitas hingga masyarakat luas. Pendekatan persuasif dan edukatif akan terus kami kedepankan.”
Ia menekankan, sinergitas tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui langkah dan tindakan nyata.
“Yang paling penting adalah aksi nyata. Ketika seluruh elemen memiliki kepedulian yang sama terhadap keselamatan pengguna jalan, maka upaya menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas akan semakin kuat.”
Sementara itu, Ketua MADAS DPC Jember, Gunawan Wibisono, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung langkah kepolisian dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif.
“MADAS DPC Jember siap menjadi bagian dari solusi. Kami ingin keberadaan organisasi tidak hanya terlihat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat di jalan raya.”
Ia juga mendorong seluruh anggota MADAS agar mampu menjadi contoh dalam mematuhi peraturan lalu lintas.
“Kami akan mengajak seluruh anggota untuk menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Mulai dari hal sederhana seperti menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, tidak berkendara secara ugal-ugalan dan selalu mengutamakan keselamatan.”
Gunawan menambahkan, komunikasi dan koordinasi dengan jajaran kepolisian perlu terus diperkuat agar sinergitas yang dibangun benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Sinergitas ini harus berkelanjutan. MADAS siap membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan Satlantas Polres Jember. Ketika polisi dan masyarakat berjalan bersama, maka terciptanya Jember yang aman, tertib dan kondusif bukan sekadar harapan, tetapi bisa diwujudkan bersama.”
Sinergitas Satlantas Polres Jember bersama MADAS DPC Jember menjadi bagian dari upaya membangun pola kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga Kamseltibcarlantas.
Kepolisian menjalankan fungsi pelayanan, edukasi, pengaturan dan penegakan hukum. Sementara masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesadaran serta budaya tertib dan berkeselamatan dalam berlalu lintas.
Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan, sinergitas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan potensi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Pada akhirnya, keselamatan di jalan bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan sesama pengguna jalan.
“Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama.”
