SITUBONDO || Jejak-indonesia.id — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut para pakar “saking pintarnya jadi goblok” memicu kecaman keras. Narwiyoto, mantan anggota DPRD Kabupaten Situbondo yang kini menjabat Kepala Desa Klatakan, memperingatkan: ungkapan itu mengancam ruang demokrasi hingga ke tingkatan paling bawah. Pernyataan itu disampaikan di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (20/9/2026).
Narwiyoto menegaskan tanpa ragu: menyerang para pakar dengan cap merendahkan adalah langkah mundur yang berbahaya. Demokrasi sehat justru membutuhkan kritik berbasis data, bukan penyangkalan terhadap keilmuan.
“Pakar adalah kompas bangsa. Jika arah yang mereka tunjuk langsung dicemooh, siapa lagi yang berani bicara jujur?” tegas Narwiyoto. “Melabeli kritik berbasis fakta sebagai kebodohan sama saja membangun tembok di sekeliling kekuasaan. Kita hanya akan mendengar pujian, sementara kebenaran dikubur.”
Di era keterbukaan ini, sambungnya, pejabat dari desa hingga pusat wajib menjawab sanggahan dengan data, bukan dengan umpatan. Menggantikan argumen dengan ejekan hanya melemahkan posisi pemerintah sendiri.
Politisi senior PDI Perjuangan ini mengingatkan: gaya kepemimpinan menular. Jika di puncak kekuasaan kritik dibalas dengan hinaan, jangan heran kepala daerah hingga kepala desa ikut menutup pintu.
“Urusan uang rakyat, APBD maupun APBDesa, butuh perhitungan cermat, bukan sekadar kehendak pribadi. Kalau suara ahli dibungkam, anggaran bisa bocor, program meleset, dan rakyat yang rugi,” serunya.
Narwiyoto menuntut pemerintah pusat menjaga martabat komunikasi publik. “Kritik bukan musuh, melainkan cermin. Mengabaikannya berarti membiarkan kesalahan tumbuh tanpa terkendali,” pungkasnya tegas.
Catatan Redaksi: Pernyataan Presiden Prabowo Subianto diucapkan tanpa naskah tertulis dalam acara HUT ke-28 PAN di Jakarta. Istana menyatakan maksudnya agar program kesejahteraan tidak terganggu opini tak berdasar. Namun kecaman terus mengalir dari berbagai daerah yang menilai diksi tersebut merendahkan keilmuan dan mempersempit ruang pendapat. (Wan)

