JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi dinamika kejahatan narkotika melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi 10 pejabat di lingkungan BNN.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Moh. Hatta, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026), tersebut dipimpin Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur dan Organisasi (SDMAO) BNN, Deni Dharmapala.
Sebanyak 10 pejabat yang dilantik terdiri atas pejabat administrasi, Penyidik Madya, dan Penyidik Muda. Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia sekaligus penataan organisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas BNN.
Dalam amanatnya, Deni Dharmapala menegaskan bahwa pelantikan tidak sekadar menjadi seremoni penetapan seseorang pada jabatan baru. Lebih dari itu, pelantikan merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen, kompetensi, dan keahlian para pejabat yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan tes dan penilaian.
“Pelantikan ini bukan sekadar penetapan pada jabatan baru, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan keahlian yang telah ditunjukkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme selama mengemban tugas di lingkungan BNN.
Menurutnya, tantangan pemberantasan narkotika semakin kompleks seiring berkembangnya modus kejahatan serta munculnya berbagai jenis narkotika baru yang berpotensi mengancam masyarakat, khususnya generasi muda.
Kondisi tersebut menuntut BNN untuk terus memperkuat berbagai pendekatan dalam penanganan permasalahan narkotika, mulai dari pendekatan humanis, perumusan kebijakan, pencegahan, hingga penegakan hukum.
Khusus kepada pejabat administrasi, Deni meminta agar tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi pendukung sekaligus inisiator pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di satuan kerja masing-masing.
Sementara kepada para Penyidik Madya dan Penyidik Muda, ia menekankan pentingnya mengikuti perkembangan modus operandi kejahatan narkotika, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat koordinasi dalam proses penegakan hukum.
Kemampuan penyidikan juga diharapkan terus dikembangkan, termasuk dalam menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan kejahatan narkotika.
“Perkembangan kejahatan narkotika harus diikuti dengan peningkatan kemampuan penyidik, penguasaan teknologi, penguatan koordinasi, serta pengembangan penyidikan hingga penelusuran tindak pidana pencucian uang,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Deni Dharmapala menekankan tiga nilai yang harus menjadi pedoman seluruh jajaran BNN dalam menjalankan tugas, yakni soliditas, integritas, dan sinergitas.
Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapan organisasi menghadapi tantangan narkotika yang terus berkembang sekaligus memastikan pelaksanaan P4GN berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui pelantikan tersebut, BNN berharap para pejabat yang mendapat amanah baru mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum, serta menghadirkan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
#WarOnDrugsForHumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

