JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Narkotika Terus Berevolusi, ASN Harus Beraksi: Peran Aktif ASN dalam Gerakan Anti Narkoba” yang digelar secara virtual pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 999 peserta dan menghadirkan Plt. Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Amrita Devi, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, dr. Amrita Devi menyoroti perkembangan ancaman narkotika yang terus mengalami perubahan, baik dari sisi jenis, bentuk, maupun pola peredarannya. Perubahan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap narkotika tidak cukup hanya dilakukan dengan mengenali jenis-jenis narkotika yang sudah dikenal selama ini. Perkembangan New Psychoactive Substances (NPS) menjadi salah satu fenomena yang perlu mendapat perhatian karena memiliki beragam jenis dan terus berkembang.
Selain itu, penyalahgunaan narkotika juga dapat muncul dalam bentuk yang berbeda, termasuk narkotika cair maupun zat yang ditemukan dalam produk liquid vape. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan dan literasi masyarakat agar potensi ancaman dapat dikenali lebih dini.
ASN Memiliki Peran Strategis
BNN menilai ASN memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan program P4GN. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dengan membangun kesadaran dan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta berintegritas.
ASN dapat berkontribusi melalui peningkatan literasi mengenai bahaya narkotika, kemampuan mengenali potensi risiko, serta penyebarluasan informasi yang benar mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Di lingkungan pemerintahan, keteladanan ASN juga menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
BNN juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis terhadap individu yang mengalami permasalahan akibat penyalahgunaan narkotika. Dukungan terhadap proses pemulihan dan rehabilitasi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi seseorang untuk kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif.
Bukan Sekadar Penerima Informasi
Melalui kegiatan bersama LAN tersebut, BNN mendorong ASN agar tidak berhenti sebagai penerima informasi mengenai bahaya narkotika. ASN diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan pencegahan dengan mengambil peran sesuai tugas dan lingkungan kerjanya masing-masing.
Peningkatan pengetahuan, kewaspadaan, integritas, kepedulian, serta kemampuan menyampaikan informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan ancaman narkotika.
Gerakan anti narkoba, dengan demikian, tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penegak hukum atau institusi yang bergerak di bidang narkotika. Keterlibatan ASN dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat upaya P4GN sekaligus membangun lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan BNN dan LAN tersebut menjadi bagian dari penguatan pesan bahwa menghadapi narkotika yang terus berevolusi membutuhkan respons yang juga adaptif, berbasis pengetahuan, pencegahan, kepedulian, dan keteladanan.
#WarOnDrugsForHumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

