TANGERANG || Jejak-indonesia.id – Lagi-lagi proyek APBD bikin geleng kepala. Pembangunan *Balai Warga Perum CMC 2 RW 10, Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang* yang menelan anggaran *Rp294.684.000* dari APBD 2026 kini disorot tajam.
Proyek dengan masa kerja 90 hari kalender yang dikerjakan *CV Putra Mandiri Sejati* ini diduga dikerjakan “asal jadi”. Hasil penelusuran di lapangan menemukan sederet kejanggalan mulai dari pengawasan kosong, K3 diabaikan, sampai kualitas material dipertanyakan.
*PENGAWAS HILANG, PEKERJA BINGUNG*
Ironis. Saat media turun ke lokasi, keberadaan *konsultan, pengawas dari dinas, maupun pelaksana proyek tidak terlihat batang hidungnya*.
Lebih parah lagi, saat ditanya siapa penanggung jawab proyek, pekerja justru menjawab polos:
*“Saya enggak tahu, Pak. Saya cuma kerja,”*
“Kalau yang kerja aja nggak tahu siapa bosnya, ini proyek punya siapa? Hantu?” sindir *A. Zaeni alias Jack*, Ketua LSM Harimau PAC Kecamatan Curug.
*K3 DILANGGAR, MATERIAL ASAL-ASALAN*
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja juga amburadul. Pekerja terlihat tidak memakai APD lengkap. Risiko kecelakaan kerja seolah dianggap angin lalu.
Soal material juga tidak kalah memprihatinkan. Pasir dan semen di lokasi belum jelas mutunya. Material *hebel/bata ringan* yang dipakai bahkan ditemukan dalam kondisi pecah dan rusak.
Yang paling disorot adalah metode pemasangan hebel yang berbatasan dengan tembok biru. Dari pantauan, sambungan dinding diduga hanya mengandalkan adukan tanpa *angkur mekanis* yang memadai.
“Ini rawan retak dan bergeser. Jangan-jangan 3 bulan dipakai sudah ambruk,” tegas Jack.
*LSM HARIMAU: JANGAN PERMAINKAN UANG RAKYAT!*
Dengan nada keras, A. Zaeni alias Jack mengecam keras kinerja pelaksana dan pengawas proyek.
*“Kami mempertanyakan fungsi pengawasan di lapangan. Kalau konsultan, pengawas maupun pelaksana tidak berada di lokasi, bagaimana pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan keselamatan pekerja bisa berjalan maksimal?”* ujar Jack.
Ia meminta *Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang* segera turun langsung melakukan audit menyeluruh.
“Periksa material, periksa pemasangan hebel, periksa K3, dan cocokkan dengan kontrak. Jangan sampai uang rakyat Rp294 juta ini dibuang percuma untuk bangunan yang rawan roboh,” tegasnya.
*“Ini uang rakyat, bukan uang mainan. Jangan permainkan kepercayaan masyarakat Cukanggalih!”* pungkas Jack dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, pihak *CV Putra Mandiri Sejati* dan pengawas proyek belum memberikan klarifikasi. Publik menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah.
*Red/team*

