JEMBRANA || Jejak-indonesia.id — Aparat gabungan TNI dan Polri memperketat kesiapan pengamanan VVIP menjelang rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kabupaten Jembrana, Bali. Kunjungan Kepala Negara tersebut direncanakan dalam rangka peletakan batu pertama atau ground breaking proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Gilimanuk.
Berbagai persiapan dilakukan secara terpadu, mulai dari pengecekan lokasi kegiatan, kesiapan titik pendaratan helikopter, pengamanan jalur perlintasan rombongan kepresidenan, hingga pemetaan titik-titik yang membutuhkan perkuatan personel.
Kesiapan tersebut dipastikan melalui peninjauan lapangan dan rapat koordinasi terpadu lintas sektoral yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran pimpinan TNI-Polri dan unsur terkait, Senin (24/8/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami tugas, tanggung jawab, serta pola koordinasi yang akan diterapkan apabila agenda kunjungan Presiden dilaksanakan.
Komandan Korem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menegaskan seluruh prosedur pengamanan VVIP telah dipersiapkan secara matang. Pemetaan dilakukan terhadap lokasi kegiatan maupun sejumlah titik yang dinilai memerlukan perhatian khusus.
Kebutuhan perkuatan personel juga menjadi bagian dari evaluasi sehingga setiap sektor pengamanan dapat diisi sesuai kebutuhan dan potensi kerawanan di lapangan.
Pengamanan Presiden sebagai Kepala Negara membutuhkan kesiapan yang terintegrasi. Karena itu, koordinasi antarsatuan menjadi salah satu faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Sejalan dengan kesiapan TNI, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa menyatakan jajaran kepolisian siap memberikan dukungan penuh terhadap pengamanan kunjungan Presiden.
Pengamanan kepolisian mencakup lokasi utama kegiatan, jalur yang akan dilalui rombongan kepresidenan, pengaturan arus lalu lintas, hingga sterilisasi rute sesuai kebutuhan pengamanan VVIP.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan kunjungan berjalan sesuai rencana. Koordinasi juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang mungkin terjadi menjelang maupun pada saat kegiatan berlangsung.
Inspeksi Maraton Sejumlah Titik Strategis
Peninjauan lapangan dilakukan secara maraton mulai pukul 10.45 Wita hingga sekitar pukul 14.05 Wita.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Lapangan Umum Gilimanuk yang dipersiapkan sebagai titik pendaratan helikopter atau helipad. Kondisi lapangan, akses keluar-masuk, serta jalur menuju lokasi utama kegiatan menjadi bagian dari pengecekan.
Rombongan selanjutnya meninjau area yang direncanakan menjadi tempat seremoni ground breaking PLTS di seberang Monumen Lintas Laut. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik utama yang membutuhkan kesiapan pengamanan secara menyeluruh mengingat akan menjadi pusat agenda kunjungan kerja.
Selain dua titik tersebut, pengecekan juga dilakukan terhadap pos koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Gilimanuk.
Keberadaan Gilimanuk sebagai salah satu pintu utama keluar-masuk Bali melalui jalur darat dan penyeberangan membuat koordinasi pengamanan harus dilakukan secara komprehensif. Pengamanan tidak hanya berorientasi pada lokasi kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan mobilitas masyarakat serta kelancaran lalu lintas dan aktivitas penyeberangan.
Kapolres Jembrana: Terukur dan Humanis
Di tingkat kewilayahan, Kapolres Jembrana AKBP Cheery Sinta Maygrend Simamora menegaskan komitmen jajaran Polres Jembrana untuk mendukung penuh rangkaian pengamanan.
Pola pengamanan akan diterapkan secara terukur, humanis, dan tetap berorientasi pada terciptanya ketertiban umum. Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengamanan VVIP berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang tetap harus mendapatkan pelayanan dan ruang mobilitas secara proporsional.
Personel di lapangan juga diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan koordinasi, kewaspadaan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Pengaturan lalu lintas menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Setiap kemungkinan rekayasa maupun pengalihan arus perlu dikoordinasikan agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap masyarakat, terutama pengguna jalur Denpasar-Gilimanuk dan masyarakat yang akan menuju atau keluar dari Pelabuhan Gilimanuk.
Sinergi TNI-Polri Jadi Kunci
Rangkaian persiapan tersebut memperlihatkan kuatnya koordinasi TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Jembrana, serta instansi terkait dalam menyambut agenda kepresidenan.
Setiap unsur memiliki peran masing-masing, tetapi seluruhnya berada dalam satu pola koordinasi pengamanan yang bertujuan memastikan keselamatan Presiden beserta rombongan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain aspek keamanan, kesiapan tersebut menjadi penting mengingat agenda yang direncanakan berkaitan dengan pembangunan PLTS, sebuah proyek yang membawa isu strategis mengenai penguatan energi bersih dan pemanfaatan energi terbarukan.
Rencana ground breaking PLTS di Gilimanuk juga menjadi perhatian karena Bali terus mendorong pembangunan yang selaras dengan upaya menjaga lingkungan serta transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Karena itu, kunjungan Presiden Prabowo Subianto nantinya tidak hanya menjadi agenda kenegaraan yang membutuhkan standar pengamanan VVIP, tetapi juga membawa perhatian terhadap arah pembangunan sektor energi di Pulau Dewata.
Dengan pengecekan langsung terhadap helipad, lokasi seremoni, rute perjalanan hingga pos koordinasi, seluruh unsur terkait kini mematangkan kesiapan akhir.
TNI dan Polri memastikan koordinasi akan terus diperkuat sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. Pada saat yang sama, aparat berupaya memastikan langkah pengamanan tetap dilakukan secara humanis agar aktivitas masyarakat di Gilimanuk dan sekitarnya dapat berlangsung dengan tertib.
Kesiapan menyeluruh tersebut diharapkan membuat seluruh rangkaian rencana kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto dan ground breaking PLTS Gilimanuk dapat berlangsung aman, lancar, tertib, serta memberikan kesan positif bagi masyarakat Jembrana dan Bali secara keseluruhan.
