MANGGARAI || Jejak-indonesia.id – Di tengah proses pemulihan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, perhatian Polri tidak hanya tertuju pada penanganan darurat, pendistribusian bantuan dan pemulihan fasilitas. Anak-anak yang ikut merasakan dampak bencana juga menjadi bagian penting yang mendapat perhatian.
Suasana hangat terlihat saat Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol. Bayu Suseno, menyambangi anak-anak di SD Inpres Robo, Nusa Tenggara Timur.
Di hadapan para siswa, Kombes Pol. Bayu Suseno mengajak anak-anak berinteraksi, bercanda dan bermain bersama. Sejumlah anak yang awalnya tampak malu-malu perlahan mulai tersenyum. Suasana sekolah pun sejenak dipenuhi tawa dan keceriaan.
Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran, momen sederhana itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana ceria dan melupakan sejenak rasa takut yang muncul akibat bencana.
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT Kombes Pol. Bayu Suseno mengatakan, penanganan bencana tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.
“Anak-anak juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Kita ingin mereka tetap merasa aman, bisa tersenyum, bermain dan kembali memiliki semangat untuk belajar,” ujar Kombes Pol. Bayu.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah anak-anak merupakan bentuk kepedulian Polri untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang setelah mereka mengalami situasi bencana.
Sementara itu, Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
“Pemulihan bukan hanya membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Yang tidak kalah penting adalah memulihkan rasa aman, semangat dan harapan masyarakat, terutama anak-anak yang turut merasakan dampak gempa,” ujar Kombes Pol. Sajimin.
Ia menambahkan, jajaran Polda NTT akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis selama proses penanganan dan pemulihan bencana berlangsung.
“Ketika anak-anak kembali tersenyum dan berani bermain, itu menjadi bagian dari proses pemulihan. Polri ingin memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendiri. Kami akan terus hadir bersama mereka,” tambahnya.
Keceriaan yang terpancar dari wajah para siswa SD Inpres Robo menjadi gambaran sederhana bahwa harapan tetap tumbuh meski Nusa Tenggara Timur masih berjuang melewati masa sulit pascagempa.
Sebab, pemulihan tidak selalu dimulai dari hal besar. Terkadang, ia hadir melalui sebuah sapaan, permainan sederhana, tawa, dan satu senyum anak yang kembali merekah.
Bagi Polri, menghadirkan kembali senyum seorang anak adalah bagian kecil dari ikhtiar untuk ikut memulihkan Nusa Tenggara Timur.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT #PolriPeduli #PolriUntukMasyarakat #PoldaNTT #PolriHadir #OpsAmanNusaII #TraumaHealing #AnakIndonesia #NTTBangkit
