Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Olahraga » Halaman 14

Olahraga

IMG-20250805-WA0181

Si Kembar, Petinju Cilik Akan Ramaikan Kejuaraan Tinju Amatir se Jawa Bali di Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Si kembar Sadewa dan Nakula sosok petinju cilik putra asli daerah desa Ketapang yang masih duduk di TK ini akan ikuti event tinju amatir se Jawa Bali, pada 9 - 10 Agustus 2025 mendatang

Sadewa dan Nakula sekolah di TK AL-Hikmah Ketapang, kedua bocah ini adalah bibit bibit unggulan yang akan mau di event tinju amatir yang di ikuti 17 Kabupaten.

Event kejuaran tinju biasa diselenggarakan tiap tahunnya, namun sudah lama fakum, dan kini 4 tahun terdiam, akan kembali lagi pencarian bibit - bibit tinju profesional.

Provinsi Bali, diwakali Denpasar, Badung, Jembrana dan Buleleng Singaraja.

"si Kembar Nakula dan Sadewa sosok bocah cilik didikan mantan petinju senior Joko Misbono atau Joko Laras sang legendaris yang memenangkan kejuaraan pada tahun 2001.

Joko, saat di temui awak media mengatakan ingin mengembangkan bibit pemula lagi di Banyuwangi, khususnya di desa Ketapang, agar Generasi muda bisa membangun olahraga yang positif daripada bergaul dalam gangster hingga melakukan hal-hal yang negatif, seperti bertengkar di jalanan, dan lain-lain,"ucapnya.

Allhamdulilkah Nakula dan Sadewa mendapat dukungan dari kedua Orang tuanya. Agar menjadi sosok anak yang mandiri dan bisa membanggakan serta mengharumkan nama banyuwangi khususnya desa Ketapang, "pungkas Joko Laras.

 

IMG-20250802-WA0178

Tour de Banyuwangi Ijen Menginspirasi Banyak Negara di Asia

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Kompetisi balap sepeda internasional, Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 baru saja usai. Konsistensi dan pelaksanaan ajang balap internasional yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Internasional) itu diakui telah menginspirasi banyak negara di Asia.

TdBI telah memasuki tahun ke-10 pelaksanaan. Digelar pertama kali pada 2012, sempat terhenti tiga tahun karena pandemi Covid-19 pada 2020, dan kembali digelar pada 2024.

President Comissiore of UCI untuk TdBI (Tamu dari UCI) Nathapong Lohitnavy mengatakan, TdBI adalah salah satu balapan favorit. Pemandangan yang menawan dan masyarakat yang menyemarakkan balapan membuat ajang tersebut selalu dirindukan.

"Saya telah datang ke Indonesia berkali-kali, dan ini adalah kali kedua saya ke Banyuwangi. Saya bisa katakan bahwa balapan ini adalah salah satu favorit saya, — dengan lanskap yang spektakuler, dan sambutan hangat dari para penonton," kata Nathapong.

Ia juga menyebut, penyelenggaraan TdBI 2025 berjalan sukses dan baik. "Saya juga sudah menanyakan kepada tim, dan mereka mengatakan semuanya berjalan dengan baik. Selamat untuk Banyuwangi," ucapnya.

International Commissaire UCI Jamaludin Mahmud, menambahkan TdBI telah menginspirasi bagi negara-negara di Asia dalam menyelenggarakan ajang balap sepeda.

"Terima kasih Pemkab Banyuwangi yang sudah mencetuskan satu gagasan yang menjadi ilham untuk seluruh Indonesia, bahkan juga di beberapa negara Asia," ujar Jamal.

Sebagai satu-satunya ajang balap sepeda agenda UCI di Indonesia, TdBI 2025 juga menjadi favorit dan incaran para pembalap dan klub dari berbagai negara. Terbukti 99 pembalap dari 24 negara ikut berpartisipasi dalam ajang yang masuk

"Tour de Banyuwangi Ijen ini menjadi incaran bukan hanya pembalap, tetapi negara-negara yang melihat betapa tour ini telah mengubah wajah Banyuwangi," kata Jamal.

Catatan penyelenggara, jumlah tim yang berminat untuk turut andil dalam TdBI 2025 lebih dari 40 tim. Namun, penyelenggara hanya memilih tim-tim dengan rangking terbaik untuk berkompetisi dalam ajang yang berlangsung dalam empat etape itu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menambahkan jika Tour de Banyuwangi Ijen 2025 merupakan satu-satunya balap road race di Indonesia yang masuk dalam agenda UCI. Menurutnya, konsistensi menggelar TdBI merupakan upaya Banyuwangi untuk terus menggaungkan olahraga balap sepeda Indonesia di pentas internasional.

"Setidaknya ini menjadi presentasi pelaksanaan balap sepeda di Indonesia di kompetisi internasional ini," kata Ipuk.

"Terima kasih atas seluruh dukungan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi hingga TdBI bisa berlangsung lancar dan aman," kata Ipuk.

Sementara Wakil Ketua Harian PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Jadi Rajagukguk juga memberi apresiasi terhadap Banyuwangi yang mampu mempertahankan kualitas TdBI selama 10 kali pelaksanaan.

“Selamat atas pelaksanaan TdBI ke-10. Ini tidak mudah. Dari 13 balapan di Indonesia, TdBI yang terbaik di Indonesia,” ujar Jadi. (red)

error: Content is protected !!