Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Kesehatan » Halaman 5

Kesehatan

IMG-20251005-WA0035

Dukung Kemandirian dan Produktivitas, BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Bagi Pekerja Disabilitas di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk pada kelompok pekerja rentan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyuwangi.

Dukungan berupa sarana prasarana alat kesehatan disalurkan sebagai penunjang utama yang krusial bagi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian dalam aktivitas keseharian mereka. Upaya ini sejalan dengan prinsip inklusivitas yang diusung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal inilah yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi dengan memberikan bantuan kursi roda, kruk, dan alat bantu dengar bagi para penyandang disabilitas yang aktif bekerja. PPS Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Haidiar Zulmi Farensi, mengatakan, sejumlah paket alat kesehatan ini memiliki peran penting untuk membantu para penyandang disabilitas yang mobilitasnya terbatas.

Dalam kesehariannya, upaya ini diyakini mampu mengurangi risiko cedera saat mereka bekerja dan melakukan aktivitas lainnya, serta mempermudah mereka dalam berinteraksi di lingkungan sosial.

“Kami berikan bantuan total delapan kursi roda kepada para pekerja rentan dengan penyandang disabilitas ini untuk mendukung kemandirian dan hak-hak penyandang disabilitas dalam bergerak, mengakses fasilitas publik, dan berinteraksi di masyarakat. Selain itu, ada juga dua kruk sebagai alat bantu jalan, serta bantuan alat dengar yang kami sesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pekerja. Bantuan ini adalah modal awal untuk memastikan mereka dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” kata Rensi saat ditemui di Banyuwangi Park pada Kegiatan Banyuwangi Career Expo 2025, Sabtu (04/10).

Rensi menjelaskan, upaya ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian BPJS Kesehatan melalui Program Tanggap Kesehatan. Lebih jauh, program Organizational Social Responsibility (OSR) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Dukungan ini membantu menghilangkan hambatan fisik yang sering dihadapi oleh mereka saat mengakses layanan dan tempat kerja.

“Pelaksanaan program OSR kali ini juga sejalan dengan program dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, yaitu program peduli pada pekerja informal rentan, salah satunya yang tergabung dalam komunitas penyandang disabilitas. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan semangat dalam menjalankan segala aktivitasnya serta meningkatkan akses mereka ke lapangan kerja,” harap Rensi.
Kepala PPDI Banyuwangi, Wasis, menyampaikan, kehadiran PPDI di Kabupaten Banyuwangi bertujuan mewujudkan partisipasi penuh dan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas di segala aspek kehidupan, baik di bidang infrastruktur, ekonomi kreatif, maupun pemberdayaan lainnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas bantuan paket alat kesehatan dari BPJS Kesehatan yang dinilai sangat bermanfaat dan tepat waktu bagi anggota PPDI Banyuwangi.

“Kami memiliki beragam upaya untuk peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) anggota PPDI, salah satunya kolaborasi intensif dengan Disnaker untuk berbagai pelatihan vokasi. Ada pelatihan pertukangan, juga pelatihan komputer.

Sekarang mendapat bantuan alat kesehatan yang menunjang mobilitas dari BPJS Kesehatan, tentu ini sangat membantu rekan-rekan anggota PPDI untuk datang ke lokasi pelatihan dan bekerja. Terima kasih kami sampaikan kepada BPJS Kesehatan atas dukungan ini,” ujar Wasis.

Salah satu anggota PPDI Banyuwangi penerima bantuan kursi roda, Untung Baidowi (56), yang hadir pada Pembukaan Kegiatan Banyuwangi Career Expo 2025 di Banyuwangi Park pada hari Jumat (03/10) lalu, menceritakan pengalamannya. Dalam kesehariannya, Untung menjalankan berbagai kegiatan yang menuntut mobilitas dan kemandirian. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dan pantang menyerah.

“Bergabung dengan PPDI memberikan saya kesempatan untuk mengikuti pelatihan - pelatihan yang saat ini saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang saya bekerja sebagai tukang, apabila ada yang butuh bantuan memperbaiki barang elektronik, saya perbaiki.

Saya juga aktif sebagai kreator konten di media sosial, yaitu di TikTok. Konten saya bertujuan mengenalkan pada masyarakat mengenai berbagai program Pemerintah, saya selalu semangat dalam menjalankan peran-peran ini. Kursi roda dari BPJS Kesehatan ini akan sangat membantu saya untuk mobilisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya,” pungkas Untung dengan penuh semangat. (rn/rr)

Reporter : Rio

IMG-20250929-WA0052

Kelurahan Lateng Turun Tangan Dampingi Lansia yang Harus Jalani Operasi Tumor

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Seorang warga lanjut usia (lansia) asal Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Rohati (80 tahun), saat ini tengah menjalani pendampingan medis setelah sebelumnya hasil pemeriksaan radiologi di RSUD Blambangan Banyuwangi menunjukkan adanya tumor ganas. Pasien tersebut dinyatakan wajib menjalani operasi sebagai langkah penanganan lanjutan.

Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Lateng, Susi, membenarkan adanya pendampingan yang dilakukan pihak kelurahan bersama keluarga pasien.

“Kami dari pihak Kelurahan Lateng bersama bidan wilayah turut melakukan pendampingan terhadap Ibu Rohati. Berdasarkan hasil radiologi, dokter menyatakan terdapat tumor ganas dan pasien harus segera menjalani tindakan operasi,” jelasnya, Senin (29/9/2025).

Sekkel Susi menambahkan, pihak kelurahan berkomitmen mendampingi warga yang mengalami kesulitan kesehatan, terutama lansia, agar mendapatkan akses layanan medis sesuai kebutuhan.

“Untuk pembiayaan, semua sudah ditanggung BPJS. Selanjutnya, apabila operasi telah dilaksanakan, kami akan berusaha agar pasien mendapat bantuan tambahan dari BAZNAS, sebagaimana yang sering kami upayakan selama ini,” imbuhnya.

Selain memastikan akses medis, Sekkel Susi juga menekankan pentingnya dukungan sosial dari masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan proses penanganan berjalan baik. Harapan kami, keluarga tetap kuat dan masyarakat sekitar ikut memberikan dukungan moral,” ujarnya.

Pihak keluarga pasien pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari kelurahan maupun tenaga kesehatan. Operasi direncanakan segera dijadwalkan sesuai rekomendasi medis dari RSUD Blambangan.

IMG-20250915-WA0013

Ahli Gizi dari JICA Acungi Jempol Pelaksanaan MBG oleh SPPG Polres Tulungagung

TULUNGAGUNG || jejakindonesia.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung Polda Jatim menerima kunjungan dari tim Ahli Gizi Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Kamis dan Jumat, 11–12 September 2025 yang lalu.

Kegiatan ini menjadi tahap awal kerja sama antara JICA dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi (MBG).

Tim JICA yang dipimpin oleh ahli gizi Mr. Ryu Nakahira meninjau seluruh rangkaian proses penyelenggaraan MBG di SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim.

Mulai dari penerimaan bahan baku, tahap persiapan, pengolahan, pemorsian, pendistribusian, hingga proses pencucian alat makan dicek.

Dalam kunjungan tersebut, Mr. Ryu Nakahira tampak gembira menyaksikan antusiasme anak-anak RA Roudlotul Ulum dan PAUD Asy-Syahid Sumbergempol saat menikmati sajian MBG yang disiapkan oleh SPPG Polres Tulungagung.

“We are so happy to see them enjoying free nutritious food ( Kami sangat senang melihat mereka menikmati makanan bergizi gratis," ungkap Mr. Ryu Nakahira.

Ia mengatakan di Jepang sendiri memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan program MBG atau kyushoku, yang sudah berlangsung sejak tahun 1889, lebih dari 135 tahun.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat dan menyempurnakan pelaksanaan program MBG di Indonesia.

Mr. Ryu Nakahira berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, karena Jepang memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan program MBG, yaitu lebih dari 100 tahun.

"I hope that in the near future the Japanese Government can cooperate further with the Indonesian Government, ( Saya berharap dalam waktu dekat Pemerintah Jepang dapat bekerja sama lebih lanjut dengan Pemerintah Indonesia)," kata Mr. Ryu Nakahira.

Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyambut baik kunjungan tim JICA tersebut dan menegaskan komitmen Polres Tulungagung Polda Jatim dalam mendukung keberhasilan program MBG.

“Polres Tulungagung berkomitmen untuk mendukung penuh keberhasilan program MBG, sebagai salah satu upaya membentuk generasi unggul demi mewujudkan Indonesia Emas 2045", tegasnya.

IMG-20250911-WA0050

Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono Ajak Warga Jadi Pahlawan Kemanusiaan Lewat Donor Darah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Tidak butuh jadi pahlawan super untuk menyelamatkan nyawa. Cukup dengan mendonorkan darah, kita bisa menolong orang lain yang sedang berjuang antara hidup dan mati.

Hal inilah yang menggerakkan Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS) bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Banyuwangi menggelar aksi donor darah pada Kamis, 11 September 2025.

Bertempat di Klinik KDS, Jl. Alisakti No.06 Gitik, Rogojampi, acara yang mengusung tema “Setetes Darah Anda Sangat Berharga Bagi yang Membutuhkan” ini diikuti warga dengan penuh antusias. Sejak pukul 08.00 WIB, peserta sudah berdatangan. Hasilnya, 16 kantong darah berhasil terkumpul.

“Setetes darah dari kita bisa menjadi penyelamat hidup bagi orang lain. Kami sangat mengapresiasi warga yang ikut serta, dan semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ujar Owner KDS, Bd. Diah Fitrianingsih.

Tak hanya memberi manfaat bagi penerima, donor darah juga membawa banyak kebaikan untuk kesehatan pendonor, seperti menjaga kesehatan jantung, mendeteksi penyakit serius, mencegah penuaan dini, memperbaiki psikologis, hingga menurunkan risiko kanker.

Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut cukup mendaftar langsung di lokasi. Klinik KDS juga menyediakan layanan informasi melalui call center dan media sosial resmi.

Dengan semangat berbagi, Klinik KDS berharap semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa setetes darah kita bisa jadi harapan hidup bagi orang lain.

IMG-20250908-WA0095

Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi Segera Terakreditasi Unggul, Bupati Ipuk: Dampak Positif bagi Peternakan Daerah

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Program Studi (Prodi) Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi selangkah lagi mendapat akreditasi "Unggul" yang merupakan akreditasi tertinggi. Bagi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, akreditasi ini tidak hanya baik untuk Unair Banyuwangi, namun juga berdampak positif bagi sektor peternakan daerah.

Saat ini Prodi yang dibuka Unair Banyuwangi sejak 2014 tersebut terakreditasi "Baik Sekali" pada 2023. Kini akreditasi tersebut ditingkatkan dengan menjalani re-akreditasi untuk mendapatkan predikat “Akreditasi Unggul”.

Bupati Ipuk mengatakan selama ini hadirnya prodi Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi membawa dampak positif bagi sektor peternakan. Bukan sekadar sebagai pengungkit SDM di sektor peternakan, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Salah satunya, melalui pendampingan yang dilakukan para mahasiswa kepada para peternak Banyuwangi, sehingga hasil ternaknya semakin meningkat.

“Semoga kolaborasi ini bisa terus kita tingkatkan. Pemkab terus berkomitmen mendukung proses pengembangan dan peningkatan kualitas SDM,” ungkap Ipuk.

“Selamat kepada FIKKIA Unair Banyuwangi yang terus berkomitmen memberikan kualitas pendidikan yang terbaik. Semoga proses akreditasi kali ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang sesuai harapan,” tambah Ipuk.

Predikat Unggul merupakan level tertinggi yang hanya bisa diraih oleh perguruan tinggi dengan akreditasi A, dan telah memenuhi semua standar mutu yang ditetapkan. Persyaratan meliputi kualitas kurikulum, kompetensi dosen, hingga luaran program studi.

Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) terdiri dari Prof. Dr. Yusuf Ridwan dari IPB, Prof. Dr. Joko Prastowo dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Hapsari Mahatmi dari Universitas Udayana, selama lima hari akan melakukan asesmen lapangan.

Asesmen dilaksanakan selama 5 hari, mulai 8 hingga 12 September 2025, di kampus FIKKIA Unair Banyuwangi.

Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi Prof Soetojo mengatakan, selain re-akreditasi Prodi Kedokteran Hewan, saat ini juga dilaksanakan proses akreditasi pada Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). Program ini telah dibuka di Unair Banyuwangi sejak 2024.

“Kami juga targetkan PPDH bisa mendapat Akreditasi Unggul. Semuanya sudah kita persiapkan secara matang, semoga hasilnya sesuai harapan,” kata Soetojo.

error: Content is protected !!