JEMBER || Jejak-indonesia.id — Rabu 28 Oktober 2026,Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 terasa di wilayah Desa Pancakarya, dan disepanjang jalan Semeru, Krajan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Siswa-siswi MI Salafiyah Syafi’iyah Kresek mengikuti kegiatan kirab dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, persatuan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Ajung turut melakukan pengawalan guna mendukung kelancaran rangkaian kirab. Kehadiran personel kepolisian menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan yang melibatkan peserta didik serta masyarakat sekitar.
Kendaraan pengawalan tampak berada di barisan depan, diikuti para peserta kirab yang membawa bendera Merah Putih dan atribut peringatan Hari Santri Nasional. Suasana tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan aparat keamanan dalam menyemarakkan momentum Hari Santri.
Pengawalan kegiatan kirab merupakan salah satu bentuk dukungan kepolisian terhadap aktivitas positif masyarakat. Terlebih, kegiatan yang melibatkan anak-anak membutuhkan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Melalui pengawalan tersebut, diharapkan pergerakan peserta kirab dapat berlangsung tertib, sehingga para siswa, guru, pendamping, dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Selain membantu kelancaran kegiatan, sinergi antara kepolisian dan pihak madrasah juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai keselamatan di jalan raya.
Koordinasi yang baik antara panitia, pendamping peserta, pengguna jalan, serta petugas pengamanan diperlukan agar kegiatan keagamaan dan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Kapolsek Ajung diketahui dijabat oleh IPTU Fathur Rozzi, S.H.I., M.H., berdasarkan informasi pemberitaan dan sumber pemerintah daerah yang tersedia. Identitas tersebut tetap perlu dikonfirmasi kembali kepada Polsek Ajung untuk memastikan kesesuaian dengan waktu pelaksanaan kegiatan.
Dalam konteks pengawalan kirab Hari Santri Nasional, terdapat beberapa pesan yang relevan untuk disampaikan kepada masyarakat. Berikut draf pernyataan redaksional yang perlu mendapat konfirmasi sebelum diatribusikan sebagai kutipan langsung Kapolsek Ajung.
“Polri mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat positif, khususnya kegiatan pendidikan dan keagamaan seperti kirab Hari Santri Nasional. Momentum ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap agama dan Tanah Air sejak usia dini.”
“Keselamatan peserta harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau para peserta, guru, pendamping, dan seluruh pihak yang terlibat agar senantiasa menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan keselamatan selama kegiatan berlangsung.”
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan kerja sama yang baik, kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan keselamatan maupun hak pengguna jalan lainnya.”
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.”
Kirab Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta mengembangkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi peserta didik MI Salafiyah Syafi’iyah Kresek, keterlibatan dalam kirab juga dapat menjadi pengalaman untuk membangun keberanian, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap identitas sebagai generasi penerus bangsa.
Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan sejak dini diharapkan berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Keterlibatan Polsek Ajung dalam mendukung kegiatan masyarakat menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak peserta.
Pengawalan yang terkoordinasi, pendampingan guru, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi unsur penting untuk menciptakan kegiatan yang tertib dan aman.
Semangat Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat bahwa pembangunan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, sekolah, tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan memiliki peran masing-masing dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Dengan semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat persatuan, mempererat hubungan antarelemen masyarakat, serta menumbuhkan semangat pengabdian bagi kemajuan bangsa.
Polisi hadir mendukung keamanan masyarakat, sementara lembaga pendidikan dan keluarga berperan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
Polri dan masyarakat bersinergi, santri berprestasi, Jember aman, Indonesia semakin maju.
“POLISI SAHABAT MASYARAKAT”

