PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Suasana khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Putri Al-Berr, Dusun Melaten, Desa Pelintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono memimpin langsung upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar mulai pukul 06.30 hingga 07.55 WIB.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan pesan tegas kepada para santri dan pelajar untuk menjauhi segala bentuk perilaku negatif. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan, perundungan, tawuran, hingga judi online.

Irawan menegaskan, generasi muda harus memiliki kesadaran hukum yang kuat dan berperan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Santri dan pelajar harus menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, taat hukum, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif adalah fondasi utama dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi emas. Ia mengingatkan, setiap pelanggaran hukum memiliki konsekuensi yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain.
Data Polres Pasuruan yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat serius. Sepanjang tahun 2026, tercatat empat kasus persetubuhan atau kekerasan seksual terhadap anak, tiga kasus penganiayaan atau kekerasan, satu kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta satu kasus kepemilikan senjata tajam yang melibatkan anak dan pelajar.
Selain itu, terdapat 11 pelajar yang teridentifikasi terlibat penyalahgunaan narkoba dan saat ini telah menjalani proses rehabilitasi.
Tak hanya soal hukum, Kapolres juga berpesan agar santri bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian, serta senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi refleksi atas peran historis santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus ajakan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Upacara berlangsung dengan rangkaian pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihad, Ikrar Santri, dan doa bersama.
Turut hadir jajaran Pejabat Utama Polres Pasuruan, unsur Muspika Kecamatan Pandaan, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Berr Abuya KH. Muhammad Izzuddin Muslich, perwakilan organisasi keagamaan, pengurus yayasan, serta ratusan santri dan santriwati.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan donasi dan pementasan teater kolosal yang memukau oleh Grup Teater Al-Berr.
Melalui momentum Hari Santri ini, Polres Pasuruan berharap sinergi antara kepolisian, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat semakin kokoh dalam membangun karakter generasi muda dan menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Pasuruan.

