BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersinergi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Banyuwangi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 melalui kegiatan Perkemahan Santri di Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Mengusung tema “Santri Bersinar: Guarding the Nation, Shielding the Future”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri sebagai garda terdepan dalam menjaga moralitas, membangun karakter generasi muda, serta melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., hadir sebagai pembicara utama sekaligus meresmikan dimulainya rangkaian kegiatan tersebut. Di hadapan para peserta perkemahan, ia menekankan bahwa santri memiliki peran penting, bukan hanya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam membangun ketahanan bangsa menghadapi berbagai tantangan, termasuk bahaya narkoba.
“Santri merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Melalui sinergi GEMA BERSINAR atau Gerakan Bersama Banyuwangi Bersih Narkoba, BNNK Banyuwangi bersama LP Ma’arif NU mengajak seluruh santri untuk menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, berprestasi, serta menjauhi narkoba,” demikian pesan Kepala BNNK Banyuwangi dalam kegiatan tersebut.
Perkuat Nilai Keagamaan dan Ketahanan Generasi Muda
Dalam pemaparannya, BNNK Banyuwangi menyoroti pentingnya keterlibatan santri dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan tiga aspek utama.
Pertama, santri sebagai pilar bangsa, yang berperan menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua, Hifdzun Nafs atau menjaga jiwa, yakni melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkotika yang dapat mengancam keselamatan serta kualitas hidup manusia.
Ketiga, Hifdzul ‘Aql atau menjaga akal, yaitu memelihara kejernihan pikiran dan kemampuan berpikir agar generasi muda dapat menuntut ilmu, beribadah, serta meraih cita-cita tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Pesan pencegahan tersebut juga sejalan dengan kaidah fikih “Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih”, yang mengandung makna bahwa mencegah kerusakan harus didahulukan daripada meraih kemaslahatan.
Melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan karakter, lingkungan pesantren diharapkan mampu menjadi ruang yang kondusif untuk menanamkan kesadaran antinarkoba sejak dini.
Kampanye Antinarkoba Berbalut Kearifan Lokal Osing
Suasana perkemahan semakin semarak dengan penyampaian pesan pencegahan narkoba melalui budaya lokal Banyuwangi. Salah satunya melalui wangsalan bernuansa Osing yang mengajak santri menjaga diri dan masa depan dari ancaman narkotika.
“Tukang ukir gawe hiasan mebel, diadol menyang pasar Rogojampi.
Santri Ma’arif dadi benteng moral, narkoba ditebihaken, cita-cita digayuh pasti!”
Pesan tersebut menjadi simbol bahwa upaya pencegahan narkoba dapat disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui bahasa, budaya, dan kearifan lokal.
Rangkaian Perkemahan Santri juga diisi dengan berbagai kegiatan edukasi P4GN, penguatan peran kader antinarkoba di lingkungan pesantren, serta kegiatan ketangkasan untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan para peserta.
GEMA BERSINAR, Wujud Kolaborasi Melindungi Masa Depan
Kolaborasi antara BNNK Banyuwangi dan LP Ma’arif NU PCNU Banyuwangi melalui GEMA BERSINAR diharapkan menjadi bagian dari penguatan gerakan pencegahan narkoba yang melibatkan lembaga pendidikan, pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Sinergi tersebut menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk para santri sebagai generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Melalui momentum Hari Santri 2026, BNNK Banyuwangi mengajak seluruh santri untuk memperkuat karakter, menjaga akhlak, meningkatkan prestasi, serta menjadi pelopor perilaku hidup sehat dan bebas narkoba.
Dengan semangat “Santri Bersinar: Guarding the Nation, Shielding the Future”, santri diharapkan mampu menjadi benteng moral bangsa sekaligus penjaga masa depan Indonesia yang sehat, cerdas, dan berintegritas.
Humas BNNK Banyuwangi
Lokasi: Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

