DENPASAR || Jejak-indonesia.id — Pemandangan tak biasa terlihat di tengah panjangnya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Bali. Di saat masyarakat masih harus mengantre untuk mendapatkan BBM, personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) ikut turun tangan membantu pelayanan dengan menjadi operator tambahan di SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
Pada Jumat (16/10/2026) malam, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terlihat mengular. Situasi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terlebih setelah berbagai foto dan video kondisi antrean ramai dibagikan melalui media sosial.
Di tengah situasi itu, muncul momen yang menarik perhatian warganet. Sejumlah personel TNI terlihat berada di area pengisian BBM dan membantu melayani masyarakat layaknya operator SPBU.
Kehadiran prajurit tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pelayanan setelah sejumlah SPBU di Bali menjalankan operasional selama 24 jam untuk mengurai antrean masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana penanganan persoalan BBM membutuhkan koordinasi lintas instansi. Bukan hanya menyangkut ketersediaan pasokan, tetapi juga kesiapan tenaga pelayanan, pengaturan antrean, keamanan, serta kelancaran distribusi hingga BBM benar-benar dapat diterima masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Denpasar pada Kamis dini hari. Dalam upaya mengurai kepadatan, sebanyak 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung diinstruksikan beroperasi selama 24 jam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 SPBU berada di Denpasar dan 38 SPBU berada di Badung. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena tingkat konsumsi BBM yang tinggi serta antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah titik.
Kebijakan operasional selama 24 jam tersebut direncanakan tidak hanya diterapkan di Denpasar dan Badung. Pengoperasian SPBU secara non-stop juga akan diperluas ke wilayah Tabanan dan Gianyar apabila dibutuhkan untuk membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali juga menyampaikan bahwa pasokan Pertalite dan Pertamax disebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua pekan ke depan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM dapat berlangsung secara merata.
Namun, operasional SPBU selama 24 jam membawa konsekuensi lain. Jam pelayanan yang lebih panjang membuat beban kerja para petugas SPBU meningkat. Petugas harus melayani antrean kendaraan dalam jumlah besar dengan sistem kerja bergantian agar pelayanan tetap berjalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pengaturan sistem kerja dan waktu istirahat petugas terus dilakukan.
Dalam kondisi tersebut, koordinasi kemudian dilakukan dengan Kodam IX/Udayana, sehingga personel TNI ikut diterjunkan untuk membantu sebagai operator tambahan di SPBU.
Keterlibatan personel TNI AD diharapkan dapat membantu meringankan beban para petugas SPBU yang harus bekerja dalam durasi panjang sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Selain membantu pengoperasian SPBU, keberadaan aparat di lokasi juga diharapkan dapat mendukung terciptanya antrean yang tertib sehingga masyarakat memperoleh BBM sesuai giliran dan tidak terjadi gangguan yang dapat memperparah kemacetan.
Langkah tersebut menjadi bentuk sinergi di tengah kondisi pelayanan BBM yang membutuhkan penanganan ekstra. Ketika tenaga operator SPBU harus dibagi untuk menjalankan pelayanan selama 24 jam, tambahan personel menjadi salah satu cara menjaga pelayanan tetap berjalan.
Masyarakat juga memiliki peran penting. Warga diharapkan tetap tertib, tidak menyerobot antrean, tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, serta memberikan kesempatan kepada petugas untuk bekerja dengan aman.
Antrean panjang tentu bukan kondisi yang diharapkan terus berlangsung. Pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, serta seluruh pihak terkait perlu memastikan distribusi dan pelayanan kembali normal secepat mungkin.
Kehadiran anggota TNI AD sebagai operator tambahan di SPBU setidaknya memberikan bantuan nyata di lapangan. Para prajurit tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan dan membantu mengatur ketertiban, tetapi ikut berdiri di area pengisian untuk melayani kendaraan masyarakat.
Di tengah panjangnya antrean BBM di Bali, kerja sama antarlembaga menjadi penting agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama.
Kini masyarakat berharap langkah-langkah darurat tersebut mampu segera mengurai antrean dan membuat distribusi BBM di seluruh wilayah Bali kembali berjalan normal.
TNI AD turun tangan, SPBU beroperasi 24 jam, dan pelayanan diperkuat. Harapannya satu: antrean segera terurai dan kebutuhan BBM masyarakat Bali dapat kembali terpenuhi dengan lancar, aman, dan tertib.

