BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dinas PU Pengairan Banyuwangi melalui Korsda Kabat mengajak pelajar hingga petani untuk menjaga kebersihan dan merawat saluran air melalui program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) dan Program Kali Bersih (Prokasih), Jumat (9/10/2026).
Dalam himpunan awak media jejak-indonesia.id (11/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dam Talun Jeruk Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, tersebut melibatkan sekitar 60 siswa kelas IV dan V SDN Olehsari, pemerintah desa, masyarakat, serta Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) setempat.
Program Sekardadu menyasar pelajar untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini. Sementara itu, Prokasih melibatkan masyarakat dan petani dalam menjaga kebersihan serta merawat jaringan pengairan yang menunjang aktivitas pertanian.

Korsda Kabat Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Heri Sujarwo, mengatakan Sekardadu merupakan inovasi Dinas PU Pengairan yang dilaksanakan bersama sekolah untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan di kalangan pelajar.
“Sekardadu ini inovasi dari Dinas Pengairan yang dilaksanakan bersama sekolah. Tujuannya memberikan kebiasaan sejak dini kepada murid-murid agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai dan saluran air,” kata Heri.
Edukasi secara langsung di lapangan diharapkan membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Kebiasaan tersebut diharapkan terus diterapkan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
“Harapannya, edukasi ini bisa terus melekat pada siswa sampai mereka dewasa. Mereka ikut menjaga saluran air supaya tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Kepala Desa Olehsari, Joko Muhlis, mengatakan pemerintah desa mendukung pelaksanaan Sekardadu dan Prokasih karena keduanya melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga lingkungan dan jaringan pengairan.
“Untuk anak-anak, kami berharap mereka semakin peduli terhadap lingkungan. Bagi masyarakat, khususnya petani, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap saluran irigasi yang digunakan untuk pertanian,” kata Joko.
Ia berharap petani semakin peduli terhadap kondisi saluran air dan turut mendukung pemeliharaan infrastruktur pengairan yang dibangun pemerintah maupun desa.
Kepala SDN Olehsari, Hilmi Frida Kurniawati, S.Pd.SD., menyebut kegiatan Sekardadu sejalan dengan pembiasaan menjaga kebersihan yang diterapkan di sekolah. Menurutnya, persoalan sampah perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, siswa perlu dibiasakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan di mana pun berada.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pembiasaan anak-anak. Kami berterima kasih kepada Dinas PU Pengairan karena melalui kegiatan ini siswa diajak belajar langsung tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sebanyak 60 siswa kelas IV dan V mengikuti kegiatan tersebut. Pihak sekolah berharap kebiasaan menjaga kebersihan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

