JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pelantikan ini menandai langkah berarti dalam menyatukan beragam kekuatan, pengalaman, dan pandangan dari lintas latar belakang ke dalam satu wadah pertimbangan tertinggi negara.
Di antara nama-nama yang disumpahkan, terdapat tokoh-tokoh kenamaan yang telah lama mengabdi di jajaran pemerintahan, sekaligus wajah baru yang dikenal kritis dan kerap berbeda pandangan dengan kebijakan pemerintah — salah satunya pengamat politik dan intelektual publik, Rocky Gerung.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai langkah ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Prabowo yang dikenal merangkul semua kalangan.
“Mazhab politik Prabowo itu mazhab merangkul semua unsur. Beliau meyakini, membangun bangsa tidak dapat dilakukan sendirian. Masukan dari para tokoh yang telah terbukti kiprahnya di bidang masing-masing sangat dibutuhkan,” ujar Adi
Para anggota Wantimpres yang dilantik kali ini mayoritas telah menapaki kesuksesan di bidangnya, jauh sekadar dari urusan kepentingan jabatan. Mereka hadir membawa beragam corak: akademisi, mantan pimpinan lembaga negara, tokoh agama, pengusaha, purnawirawan, hingga aktivis dan intelektual.
Berikut daftar lengkap 26 anggota Wantimpres beserta latar belakangnya:
Susunan Pengurus
1. (Ketua) Pratikno — akademisi dan tokoh pemerintahan; mantan Rektor UI, Mensesneg (2014–2024), Menko PMK (2024–2026)
2. (Wakil Ketua) Hatta Rajasa — mantan Mensesneg (2007–2009), Menko Perekonomian (2009–2014)
3. (Sekretaris) Muhammad Qodari — mantan Kepala KSP (2025–2026), pengamat politik
Anggota
4. Sinta Nuriyah Wahid — tokoh perempuan, pembela hak perempuan dan dialog lintas iman
5. Muhammad Quraish Shihab — ulama dan cendekiawan Al-Qur’an; mantan Menteri Agama (1998), Dubes RI untuk Mesir
6. Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar — mantan Menko Polsoskam, mantan Panglima Kopassus
7. Chairul Tanjung — pengusaha nasional, mantan Menko Perekonomian (2014)
8. Kyai Said Aqil Siradj — tokoh PBNU, memimpin organisasi selama dua periode
9. Kyai Anwar Iskandar — ulama senior, Ketua MUI
10. Yahya Cholil Staquf — tokoh Nahdlatul Ulama, aktif di forum nasional dan internasional
11. Yusuf Wanandi — pendiri CSIS, pejuang Pancasila 1966
12. Jenderal Pol. (Purn) Budi Gunawan — mantan Kepala BIN, Menko Polkam (2024–2025)
13. Bambang Soesatyo — mantan Ketua MPR (2019–2024)
14. Salim Segaf Al Jufri — ulama, mantan Menteri Sosial (2009–2014)
15. Sukarwo — mantan Gubernur Jawa Timur dua periode
16. Dato’ Sri Tahir — pengusaha nasional, anggota Wantimpres periode sebelumnya
17. Rocky Gerung — pengamat politik, akademisi, filsuf dan intelektual publik
18. Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana — tokoh agama Hindu, mantan Irjen Kementerian Pertahanan
19. Philip Kuncoro Wijaya — pemimpin Persatuan Umat Buddha Indonesia
20. Budi Tanuwibowo — tokoh agama Konghucu, aktif dialog antaragama
21. Anwar Usman — mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (2018–2023)
22. Mohamad Hatta — politikus senior, mantan Dubes RI untuk Kerajaan Thailand
23. Jusuf Hamka — pengusaha nasional, aktif kegiatan sosial
24. Margarito Kamis — pakar hukum tata negara asal Ternate
25. Jacky Manuputty — tokoh gereja, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (2024–2029)
26. Ignasius Jonan — mantan Menteri ESDM (2016–2019), pakar transportasi
Pelantikan ini menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo untuk mengumpulkan berbagai pandangan baik yang sejalan maupun yang berbeda guna menyatukan kekuatan demi kemajuan bangsa. Dengan keberagaman latar belakang tersebut, Wantimpres diharapkan mampu menyuguhkan pertimbangan yang utuh, mendalam, dan menyentuh kepentingan seluruh elemen masyarakat Indonesia.

