PASURUAN || Jejak-indonesia.id — Kalimat “Bersinergi Dalam Keberagaman, Mewujudkan Kejayaan Peradaban” tampaknya menjadi cerminan paling tepat bagi kunjungan dinas Direktur Operasional Perum Perhutani Pusat, Wawan Triwibowo, dalam rangkaian kegiatan pembinaan di lingkungan Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan, Kamis (1/10/2026).
Bertempat di Aula KPH Pasuruan, kedatangan DirOps disambut hangat oleh Administratur KPH Pasuruan, Munawar Sukowati, didampingi Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Divisi Regional Jawa Timur, Imam Suyuti, serta Administratur KPH Probolinggo, Akhmat Faizal, beserta seluruh jajaran pimpinan.
Di sela-sela waktu istirahat dan di tengah padatnya agenda pembinaan, Wawan Triwibowo berkenan meluangkan waktu untuk menerima silaturahmi Ketua Umum Organisasi Masyarakat Formasy Praja Nusantara, Dodik Purwoko, beserta rombongan. Suasana pertemuan berlangsung akrab, kekeluargaan, dan penuh penghormatan.
Dalam pertemuan tersebut, Dodik Purwoko menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan pimpinan tertinggi operasional Perhutani Pusat untuk menerima koordinasi. Pertemuan ini berpijak pada satu komitmen luhur: menjaga kelestarian hutan melalui upaya konservasi dan rehabilitasi yang berkelanjutan.
“Bagi kami, hutan yang lestari bukan sekadar program kerja. Ia adalah hak sekaligus tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa yang berbudaya, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Ini adalah bakti untuk negeri, serta pengabdian bagi kehidupan itu sendiri,” ujar Dodik.
Pada kesempatan yang sama, Formasy Praja Nusantara juga menyampaikan harapan agar Perhutani dapat terus bersinergi dalam agenda besar pengembangan Malang Raya Megapolitan serta Koridor Selatan Jawa Timur 2045. Organisasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap inisiasi Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, dalam mewujudkan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah selatan Jawa Timur yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi.

Kesadaran bersama muncul dalam dialog tersebut: pengembangan kawasan ekonomi itu kelak akan berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Maka, pertemuan ini menjadi sangat relevan — apalagi bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Jika tema peringatan tahun ini mengajak kita untuk Bersatu, Beragam, Berjaya, maka maknanya menjadi nyata di sini: meskipun berbeda lembaga, berbeda peran, dan berbeda latar belakang, semua pihak dapat bergerak seirama menuju satu tujuan mulia.
Yakni, hutan tetap lestari, perekonomian masyarakat tumbuh berkeadilan, dan pembangunan berjalan berkelanjutan — senantiasa memegang teguh kaidah ekologi serta kepentingan lingkungan dan pemukiman warga.
Di akhir diskusi, Wawan Triwibowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Formasy Praja Nusantara dan rekan-rekan media atas komitmen menjaga hutan.
“Menjaga hutan sejatinya adalah menjaga Pancasila itu sendiri. Menjaga keseimbangan, menjaga kehidupan, dan menjaga masa depan Indonesia,” tegasnya.
Pertemuan pun ditutup dengan tekad bersama: keberagaman bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk mewujudkan peradaban yang makmur, lestari, dan bermartabat.

