TANGERANG || Jejak-indonesia.id – Team Wartawan turun langsung ke lokasi Rabu (02/09/2026) pukul 14:32 WIB untuk memastikan kegiatan Pembangunan Turap Perbatasan RW.06 dengan RW.16 Kp. Babakan RW. 06 Binong Curug, Kecamatan Curug.
Hasilnya mengecewakan. Proyek senilai Rp 99.812.000 dari APBD Kab.Tangerang TA. 2026 yang dikerjakan CV. TUNGGAL ADHIJAYA PERKASA diduga kuat dikerjakan asal jadi dan banyak kejanggalan.
Sesuai papan proyek, volume pekerjaan: _Panjang 8M Tinggi 1,7M + Panjang 28M Tinggi 1,5M_ dengan waktu 21 hari kalender.
TEMUAN DI LAPANGAN YANG MENGKHAWATIRKAN:
1. Pemasangan Batu Banyak yang Kosong: Pantauan di lokasi, susunan batu turap tidak padat. Banyak rongga antar batu yang hanya ditutup adukan tipis. Struktur seperti ini sangat lemah dan rawan ambruk saat musim hujan.
2. Boot Dasar/Pondasi Tidak Ada: Tidak terlihat adanya galian pondasi atau boot dasar. Turap langsung ditumpuk di atas tanah. “Bagaimana mau kuat lama kalau pondasi saja tidak ada?”
3. Kesannya Dikebut Asal Jadi: Material berserakan, tidak ada kerapian. Pekerjaan terkesan hanya mengejar selesai, bukan kualitas.
Melihat kondisi ini, DPD LSM GERHANA – Gerakan Hati Nurani Rakyat Provinsi Banten langsung bersuara keras.
“Ini namanya menghamburkan uang rakyat. 99 juta itu uang pajak kami. Masa bangun turap batunya kosong-kosong dan tidak ada pondasi. Ini mau bertahan berapa lama? 1 musim hujan juga jebol,” kecam Ketua DPD GERHANA Banten, Sudirman Sianturi.
Sudirman juga mempertanyakan fungsi pengawasan.
“Kami tanya, kemana pengawasan Kecamatan Curug? Tolong jangan diam saja. Ini tugas dan tanggung jawab anda. Jangan sampai uang negara habis tapi hasilnya zonk,” tegas Sudirman Sianturi.
Wakil Ketua GERHANA Banten, Tamba Parlin menyatakan sikap tegas.
“Kami dari GERHANA Banten akan laporkan ini kepada Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk disidak langsung. Kami minta proyek ini dihentikan sementara dan dievaluasi total. CV. TUNGGAL ADHIJAYA PERKASA harus bertanggung jawab,” ujar Tamba Parlin.
Di papan proyek tertulis jelas: _”PROYEK INI DIBIAYAI DARI PAJAK YANG ANDA BAYAR”_. Kini warga Binong menuntut bukti, bukan asal jadi.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi ke pihak Kecamatan Curug dan CV. TUNGGAL ADHIJAYA PERKASA masih diupayakan.
