MITRA || Jejak-indonesia.id — Dua tahun lebih AKP Lutfi Arinugraha Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H. berhadapan dengan beragam persoalan hukum dan keamanan di Minahasa Tenggara. Kini, setelah menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara sejak 3 Mei 2024, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 itu melanjutkan pengabdian di tingkat Mabes Polri. Rabu 02 2026
Lutfi mendapat penugasan baru di Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditpidter) Bareskrim Polri. Perpindahan ini sekaligus mengakhiri masa tugasnya di wilayah yang selama ini dikenal memiliki dinamika keamanan cukup kompleks, terutama karena aktivitas pertambangan dan berbagai persoalan sosial yang menyertainya.
Selama berada di Minahasa Tenggara, Lutfi tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum. Ia juga dituntut membangun komunikasi dengan masyarakat dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah berbagai persoalan yang muncul.
Bagi Lutfi, jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi saya, pangkat adalah tanggung jawab, bukan sekadar kehormatan,” ujar Lutfi.
Beragam Perkara Ditangani selama memimpin Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Minahasa Tenggara, sejumlah perkara menjadi bagian dari tugas yang harus dituntaskan.
Di antaranya pengungkapan kasus kepemilikan senjata api rakitan, penyelidikan insiden peluru nyasar, hingga penanganan perkara yang melibatkan anak.
Dalam perkara yang berkaitan dengan bullying terhadap anak, proses penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum. Kondisi korban juga menjadi perhatian, termasuk melalui pendampingan dan upaya pemulihan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa proses penegakan hukum terhadap perkara yang melibatkan anak membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi korban, sekaligus memastikan perkara berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinamika Pertambangan Jadi Tantangan
Wilayah Minahasa Tenggara juga memiliki persoalan tersendiri karena aktivitas pertambangan. Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian harus mampu membaca situasi secara cermat agar persoalan hukum tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Salah satu perkara yang ditangani Satreskrim di bawah kepemimpinan Lutfi berkaitan dengan kisruh pertambangan di Ratatotok.
Dalam perkara tersebut, sebanyak 15 tersangka disebut telah ditangani. Berkas perkara selanjutnya diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
Penanganan perkara-perkara tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan Lutfi selama bertugas di Minahasa Tenggara.
Namun, bagi seorang perwira reserse, ukuran pengabdian tidak hanya berhenti pada perkara yang berhasil diungkap. Hubungan antara polisi dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman.
Polisi dan Masyarakat Harus Saling Percaya
Di lapangan, Lutfi mendorong personel kepolisian untuk tidak menunggu sampai persoalan muncul dan membesar. Patroli, komunikasi dengan tokoh masyarakat, mediasi serta pendekatan persuasif menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan mencegah potensi konflik sejak awal.
“Keamanan sejati lahir ketika masyarakat percaya bahwa polisi adalah mitra, bukan musuh. Oleh karena itu, kami terus turun ke kampung-kampung, mendengarkan aspirasi,” kata Lutfi dalam salah satu imbauannya.
Pandangan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dibawanya selama menjalankan tugas di Minahasa Tenggara. Penegakan hukum tetap berjalan, namun komunikasi dengan masyarakat juga terus dibangun agar berbagai persoalan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik.
Melangkah ke Penugasan Baru
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Lutfi untuk menjalankan tugas baru di Ditpidter Bareskrim Polri.
Penugasan di lingkungan Mabes Polri menghadirkan ruang pengabdian yang berbeda sekaligus tantangan baru. Pengalaman menangani berbagai perkara di daerah, berhadapan dengan dinamika sosial, serta membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan profesional yang akan dibawanya ke tempat tugas yang baru.
Bagi keluarga besar Polres Minahasa Tenggara dan masyarakat Mitra, perpindahan Lutfi tentu meninggalkan kesan tersendiri. Selama bertugas, ia telah menjadi bagian dari dinamika penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas di daerah tersebut.
Perpindahan jabatan pada akhirnya merupakan bagian dari perjalanan kedinasan seorang anggota Polri. Dari Minahasa Tenggara, Lutfi kini mendapat amanah untuk melanjutkan pengabdian di lingkungan Ditpidter Bareskrim Polri.
Kepala Perwakilan Wilayah bersama seluruh kru Media Jejak-Indonesia.id menyampaikan apresiasi atas pengabdian AKP Lutfi Arinugraha Pratama selama menjalankan tugas di Minahasa Tenggara.
Semoga pengalaman selama bertugas di daerah menjadi bekal dalam menjalankan amanah baru di tingkat Mabes Polri. Pengalaman reserse, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, serta komitmen dalam menjalankan tugas diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi institusi Polri dan masyarakat.
Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru, AKP Lutfi Arinugraha Pratama. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, keteguhan dan keberhasilan dalam menjalankan setiap amanah negara.
Kaperwil Sulut: Marflien
