Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bangko-Bangko, 211 Penumpang Selamat, 1 Meninggal Dunia

IMG-20260813-WA0010

LOMBOK BARAT || Jejak-indonesia.id — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai, Bali–Lembar, Lombok Barat, mengalami kebakaran di Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal milik PT Jemla Ferry tengah dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan ASDP Lembar. Berdasarkan laporan awal, titik kejadian berada di sekitar koordinat 8.8953° LS–115.7209° BT.

KMP Putri Yasmin diketahui memiliki IMO Number 9037575, MMSI 525010084, Call Sign YDGJ, berbendera Indonesia, dengan ukuran sekitar 1.790 GT, panjang kapal sekitar 62 meter, dan dibangun pada 1992.

Berdasarkan kronologi awal, KMP Putri Yasmin bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA menuju Pelabuhan Lembar.

Sekitar pukul 04.15 WITA, kapal dilaporkan mengalami kebakaran di wilayah perairan Selat Lombok. Informasi awal menyebutkan sumber api diduga berasal dari salah satu truk box yang berada di dalam kapal. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Upaya awal pemadaman dilakukan oleh kru kapal bersama penumpang sembari meminta bantuan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Tim SAR kemudian bergerak melakukan operasi penyelamatan. KN SAR 220 Mataram berangkat menuju lokasi kejadian sekitar pukul 05.40 WITA.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, di antaranya KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal patroli Polairud Polda NTB, RIB Basarnas Mataram, RBB Basarnas, serta KMP Parama Kaliani.

Proses evakuasi berlangsung secara bertahap. Pada pagi hingga sore hari, korban dievakuasi menggunakan sejumlah armada menuju Pelabuhan Lembar maupun Padangbai.

Data sementara mencatat 211 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Indah Dwi Septiani, perempuan, kelahiran Mataram 17 September 2006, berusia 20 tahun. Korban merupakan penumpang kapal dan berdomisili di kawasan Asrama Brimob Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Korban tersebut dievakuasi menggunakan kapal Yacht Still Here bersama dua korban lainnya yang berhasil selamat.

Pada pukul 11.00 WITA, kapal tersebut tiba dengan membawa dua korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Sementara itu, sejumlah kelompok korban berhasil dievakuasi oleh armada SAR dan kapal lain yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

KN SAR 220 Mataram mengevakuasi 59 orang korban selamat. Kemudian RBB Basarnas Mataram membawa 24 orang, KAL Lembar 18 orang, RIB Basarnas Mataram 9 orang, kapal patroli Polairud Polda NTB 25 orang, serta KMP Parama Kaliani mengevakuasi 39 orang.

Sebanyak 35 orang sebelumnya dievakuasi menggunakan KMP Portlink II menuju Padangbai. Dari jumlah tersebut, sebagian korban kemudian kembali menuju Lembar menggunakan armada lain.

Proses evakuasi secara keseluruhan dilaporkan berlangsung aman dan lancar hingga sekitar pukul 19.00 WITA.

Pada Rabu sore, sekitar pukul 18.00 WITA, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, S.H. datang ke Pelabuhan ASDP Lembar untuk meninjau langsung kondisi para korban.

Kunjungan tersebut disambut Gubernur NTB, Kabinda NTB, Danlanal Mataram serta jajaran terkait di lingkungan Pelabuhan Lembar.

Rombongan Menteri Perhubungan meninggalkan Pelabuhan ASDP Lembar sekitar pukul 18.59 WITA.

Satu Korban Meninggal, Tidak Ada Laporan Korban Luka

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dalam laporan penanganan, jumlah korban tercatat:

Selamat: 211 orang

Meninggal dunia: 1 orang

Korban luka-luka: nihil, berdasarkan informasi Balai Kesehatan Lembar.

Adapun kerugian materiil masih dalam proses pendataan, meliputi kapal, kendaraan, barang milik penumpang, serta muatan lainnya.

Dalam proses pendataan, terdapat perbedaan antara jumlah penumpang yang tercantum dalam manifest dengan jumlah orang yang ditemukan dalam proses evakuasi.

Data awal menyebutkan manifest penumpang sebanyak 131 orang, sementara data riil korban yang teridentifikasi mencapai 187 orang. Perbedaan tersebut masih dilakukan verifikasi.

Salah satu dugaan penyebab perbedaan data adalah adanya kendaraan angkutan seperti truk yang dalam manifest hanya mencantumkan pengemudi, sementara jumlah orang yang ikut dalam kendaraan tersebut tidak seluruhnya tercatat secara individual.

Selain penumpang, terdapat pula awak kapal dan pekerja pendukung, antara lain 17 ABK, tiga petugas cleaning service, satu security, satu pengganti koki, serta dua kru kantin.

Penyebab Kebakaran Menunggu Hasil Investigasi

Pihak berwenang belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin.

Informasi mengenai dugaan api berasal dari satu unit truk box masih bersifat informasi awal dan perlu dibuktikan melalui proses investigasi.

Penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut direncanakan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan pendampingan dari KSOP Lembar.

Selain penyebab kebakaran, proses investigasi juga penting untuk memastikan kronologi kejadian, sistem keselamatan kapal, proses pemadaman awal, hingga kesesuaian data manifest dengan jumlah orang yang berada di atas kapal saat kejadian.

Hingga proses evakuasi dinyatakan selesai pada Rabu malam, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan resmi dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!