TANGERANG || Jejak-indonesia.id — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).
Dalam sambutannya, Wapres menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan intoleransi serta upaya menjaga kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.
Menurutnya, keberagaman yang menjadi karakter bangsa Indonesia harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan komitmen bersama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Wapres juga mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Persoalan yang berpotensi memicu intoleransi perlu segera ditangani melalui komunikasi, dialog, dan pencarian solusi yang tepat agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Selain itu, Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, menghargai perbedaan, serta menjaga ruang publik dari provokasi dan penyebaran kabar bohong yang berpotensi memecah belah persatuan.
Ia menekankan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peran tokoh agama dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, memperkuat persaudaraan, serta mendorong penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan yang damai dan bermartabat.
Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia menjadi momentum bagi para pemuka agama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung kehidupan berbangsa yang harmonis.
Melalui penguatan toleransi dan sikap saling menghargai, persatuan bangsa diharapkan tetap terpelihara di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia.
Persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati, dialog, serta komitmen untuk menjaga kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

