BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan cermat dalam mengenali keaslian uang rupiah saat melakukan transaksi secara tunai.
Di tengah tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, pemahaman mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah menjadi penting untuk menghindari risiko kerugian akibat menerima uang palsu.
Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, mengatakan penggunaan uang tunai masih cukup tinggi di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai cara melindungi diri dari peredaran uang palsu perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab.
«“Transaksi tunai masih menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Namun, sebelum menerima dan menyimpan uang, masyarakat perlu membiasakan diri mengecek keaslian uang rupiah dengan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk memastikan uang yang kita terima adalah uang asli,” ujar Rosyid.»
BRI juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan transaksi di tempat dengan pencahayaan minim maupun ketika melakukan transaksi jual beli dalam jumlah besar.
Masyarakat dapat memperhatikan sejumlah unsur pengaman pada uang rupiah, antara lain benang pengaman, bagian cetakan yang terasa kasar saat diraba, serta tanda air (watermark). Ketelitian dalam memeriksa unsur-unsur tersebut dapat membantu meminimalkan risiko menerima uang palsu.
Selain meningkatkan kewaspadaan dalam transaksi tunai, BRI turut mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai melalui layanan digital seperti BRImo maupun QRIS BRI. Pembayaran digital dinilai memberikan kemudahan dan kepraktisan sekaligus mengurangi risiko menerima uang palsu secara fisik.
«“BRI mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keamanan dalam bertransaksi. Selain lebih cermat memeriksa fisik uang, memanfaatkan pembayaran non-tunai melalui platform digital resmi juga menjadi alternatif untuk menghindari risiko peredaran uang palsu,” tambah Rosyid.»
Apabila menemukan atau mencurigai adanya uang yang terindikasi palsu, masyarakat diimbau tidak mengedarkannya kembali. Temuan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau dibawa ke kantor bank untuk dilakukan proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memperoleh informasi mengenai produk, layanan, serta transaksi digital BRI, masyarakat dapat mengunduh aplikasi BRImo atau mengakses kanal resmi BRI melalui situs bri.co.id.
Informasi juga tersedia melalui Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID dan @kontakBRI, TikTok @bankbri_id, Facebook dan YouTube BANK BRI, serta Contact BRI 1500017. Masyarakat juga dapat menghubungi Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017.
(Inves87/Tim)

