Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

OTT KPK Kabupaten Pemalang: Bupati beserta Isteri Terjaring, Total 21 Orang Diamankan

0
AddText_07-30-08.48.54

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Langkah penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pemalang mengungkap perkembangan yang menarik perhatian publik. Selain Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, penyidik juga mengamankan istrinya, Noor Faizah Maenofie, untuk menjalani pemeriksaan mendalam terkait dugaan penerimaan suap proyek serta praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026), tiga unit bus pengangkut pihak-pihak yang terlibat tiba sekitar pukul 19.08 WIB, disertai pengawalan ketat dari kendaraan patroli kepolisian.

Noor Faizah Maenofie tampak menjadi orang pertama yang melangkah turun dari kendaraan. Mengenakan pakaian berwarna hitam-putih dilengkapi rompi berwarna putih serta menenteng tas berwarna cokelat, ia segera masuk ke dalam kompleks gedung KPK didampingi seorang wanita lain. Di tengah kerumunan awak media yang menanti, Noor Faizah memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan apa pun terkait dugaan pelanggaran hukum yang menyeret dirinya beserta suaminya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi senyap ini berhasil menjaring total 21 orang yang tersebar di tiga wilayah berbeda: Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

Arah penyelidikan saat ini tertuju pada dugaan penerimaan suap yang berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pemalang, serta dugaan praktik jual beli jabatan di jajaran birokrasi setempat. Selain mengamankan puluhan pihak, tim penindakan juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah yang signifikan.

“Selain mengamankan 21 orang, tim juga menyita barang bukti, di antaranya uang tunai senilai lebih dari Rp2 miliar,” ujar Budi di hadapan para wartawan.

Diketahui, operasi ini bermula dari informasi yang diterima KPK mengenai dugaan penerimaan sejumlah dana oleh Bupati Pemalang yang berkaitan dengan proyek-proyek pemerintah daerah. Temuan awal tersebut kemudian dikembangkan secara mendalam hingga akhirnya dilakukan penindakan serentak di tiga lokasi berbeda.

Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa Anom Widiyantoro diamankan di Jakarta bersama empat orang lainnya, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif. Sementara itu, 15 orang diamankan di wilayah Pemalang dan satu orang lagi di Purworejo. Sebagian besar dari mereka dijadwalkan akan menjalani proses pemeriksaan lanjutan di Jakarta.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa. Sesuai ketentuan hukum yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal 1 kali 24 jam sejak pelaksanaan OTT untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan penetapan sebagai tersangka setelah proses pemeriksaan dan gelar perkara selesai dilaksanakan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *