Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sekaligus memastikan keamanan wisatawan, Anggota Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan patroli dialogis di kawasan wisata Pantai Gumuk Kantong, Desa Sumbersewu, Dusun Palurejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.57 WIB hingga selesai, dengan Perwira Pengendali yakni Kasat Polairud Polresta Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut, personel yang bertugas adalah Aipda Iwayan Wedhana, Kanit Satpolairud Unit Selatan.

Patroli dilakukan dengan menyambangi sejumlah titik di sekitar kawasan wisata Pantai Gumuk Kantong. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga berdialog dengan wisatawan lokal, Pokdarwis, Pokmaswas, pengelola wisata perairan, serta para pengunjung.

Dalam dialog tersebut, petugas menyampaikan sejumlah imbauan terkait keamanan dan keselamatan selama berwisata, khususnya mengingat kondisi cuaca yang masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Wisatawan juga diingatkan agar selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta mematuhi arahan dan rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang oleh pengelola maupun penjaga pantai.

“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Para pengunjung kami imbau untuk tidak mengabaikan rambu-rambu maupun arahan petugas, terutama ketika berada di kawasan perairan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan patroli dialogis tersebut.

Selain aspek keselamatan, personel Satpolairud juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Petugas juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak keamanan terdekat apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan maupun ketertiban di kawasan wisata.

Kondisi Pantai Aman dan Kondusif

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di kawasan Pantai Gumuk Kantong terpantau aman dan kondusif. Kegiatan wisata berjalan dengan lancar tanpa adanya kejadian menonjol.

Kondisi cuaca saat patroli dilaporkan cerah, dengan kondisi ombak landai, angin sedang, dan air dalam kondisi pasang.

Melalui patroli dialogis tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana wisata yang aman, tertib dan nyaman.

Patroli di kawasan wisata perairan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada momentum meningkatnya aktivitas masyarakat di tempat-tempat wisata, sehingga potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan di wilayah perairan dapat diantisipasi sedini mungkin.

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id -Tidak semua orang memiliki teman yang selalu bisa menemani saat melakukan aktivitas tertentu, seperti ke kulineran atau sekadar datang ke tempat wisata di sekitaran Surabaya dan Sidoarjo

Dari kebutuhan itu, muncul sebuah jasa unik bernama “aku temani healing ” yang kini mulai banyak diminati, khususnya oleh kaum hawa di Surabaya dan Sidoarjo

Apa itu jasa “aku temani healing”

Seperti yang digeluti wanita cantik asal Sidoarjo sebut saja Lelly panggilan akrabnya yang memiliki akun tiktok hi,ini lelly profesi yang sudah berlangsung selama 1 tahun belakangan ini target jasanya siapa saja yang membutuhkan teman untuk beraktivitas sehari-hari.

Jasa ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari ngopi, nongkrong, kulineran, belanja, menonton konser, olahraga, hingga menemani ke rumah sakit.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly

Alasan menggunakan jasa ini pun beragam. Ada pelanggan yang merasa stres dan butuh teman curhat, ada pula yang ingin ditemani menghadiri acara kondangan atau sekadar pergi ke tempat healing.

Meski begitu, aktivitas yang paling sering diminta klien adalah menemani nongkrong sambil ngopi. Tak jarang, momen itu juga disertai dengan obrolan panjang.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengerin. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tutur Lelly

Setiap klien bisa menyesuaikan kebutuhan, apakah ingin hanya ditemani, atau ditemani sekaligus diajak ngobrol.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Ia juga menetapkan biaya Rp 25,000 per 1 jam untuk jasa menemani di rumah sakit selain itu 100,000 / 3 jam adapun transportasi,jajan makan itu semua ditanggung pelanggan,menjaga profesionalisme jadi kunci utama meski sifat jasanya kasual, Lelly tetap menjaga batas profesional. Ia menekankan, perannya adalah menemani sesuai kebutuhan klien, bukan menjadi tempat untuk mencari hubungan pribadi.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjaga keamanan baik untuk dirinya maupun klien dengan melakukan skrining data.

Bahkan, ia tak ragu memberikan identitas diri bila diminta calon pelanggan.

Kini, Lelly semakin percaya diri mengembangkan jasa “Aku Temani Healing”. Ia aktif membagikan konten di media sosial agar masyarakat lebih mengenal layanannya.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly

(Redho)

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id – Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai S.I.K., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri pengukuhan 40 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026 di Gedung Pari Convention Center, Sabtu malam (15/8/2026).

Puluhan putra-putri daerah ini mengemban tugas mulia untuk mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026 mendatang. Upacara sakral tersebut nantinya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Raja Ampat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM, M.Ec. Dev., yang bertindak sebagai pembina upacara. Turut hadir pula Wakil Bupati Raja Ampat Drs. Mansyur Syahdan, M.Si., unsur TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, Ketua Gow, Ketua TP-PKK. serta para orang tua Paskibraka yang menyaksikan momen bersejarah tersebut dengan penuh haru.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Forkopimda merupakan bentuk dukungan moral yang besar bagi generasi muda yang terpilih. Menurutnya, amanah sebagai Paskibraka bukan sekadar tugas seremonial, melainkan simbol kehormatan negara.

“Pengukuhan ini merupakan momentum penting sekaligus tanda kesiapan para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kami berharap mereka dapat melaksanakan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan selalu menjaga kehormatan sebagai Paskibraka,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Di akhir upacara, Kapolres Raja Ampat menyempatkan diri memberikan ucapan selamat langsung serta apresiasi setinggi-tingginya kepada ke-40 anggota Paskibraka yang baru saja diambil sumpah setianya setelah melalui latihan demi mengemban amanah negara.

“Selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan. Semoga tugas mulia nanti dapat dijalankan dengan lancar dan kalian bisa menjadi teladan positif bagi generasi muda lainnya di Raja Ampat,” ucap Kapolres Raja Ampat. 

Sinergitas antara jajaran Polres Raja Ampat, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berjalan aman, tertib, dan kondusif.

SERANG || Jejak-indonesia.id – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menghadiri Pengukuhan Anggota Paskibraka dan Pasukan 45 Provinsi Banten Tahun 2026, bertempat di Pendopo Gubernur Banten pada Sabtu (15/08).

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi juga tentang disiplin, tanggung jawab dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka agar tetap menjaga kekompakan, kesehatan dan semangat selama menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Laksanakan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Diakhir, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki berharap semangat nasionalisme yang tumbuh selama mengikuti proses pembinaan Paskibraka dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga seluruh anggota Paskibraka dapat menjadi generasi muda yang memiliki karakter, disiplin dan semangat kebangsaan, serta mampu menjadi contoh bagi generasi muda lainnya,” tutupnya.

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Kedekatan emosional dan ikatan senior-junior di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menegaskan dirinya akan hadir dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Besuki, Situbondo.

Menariknya, Agus Flores yang dikenal sebagai senior di HMI mengaku memilih bersikap “manut” kepada Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., yang disebutnya sebagai “adinda” di lingkungan HMI.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores pada Sabtu (15/8/2026). Dengan gaya khasnya, ia menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti arahan sang bupati terkait kehadirannya dalam rangkaian upacara kemerdekaan tersebut.

“Saya hadir upacara 17 Agustus 2026 di Besuki, bersama Adindaku Bupati. Terserah Adinda, mau diusir Kandanya atau dilayani untuk upacara,” ujar Agus Flores, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa hubungan senior-junior di HMI, bagi Agus Flores, tidak berhenti pada urusan organisasi semata. Ia menyebut dirinya tetap menghormati posisi dan kewenangan sang “adinda” sebagai Bupati Situbondo.

Sikap tersebut menjadi menarik perhatian karena Agus Flores justru menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Baginya, yang terpenting adalah hadir untuk ikut memperingati momentum sakral Kemerdekaan Republik Indonesia.

Senior HMI datang, “adinda” bupati yang menentukan.
Kalimat tersebut seolah menggambarkan dinamika unik antara Agus Flores dan Bupati Situbondo menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus di Besuki.

Kini, publik tinggal menunggu: apakah sang senior akan mendapat “karpet merah” untuk mengikuti upacara bersama sang adinda, atau justru harus menerima keputusan berbeda?

Yang jelas, Agus Flores memastikan satu hal: 17 Agustus 2026, dirinya siap hadir di Besuki.

error: Content is protected !!