Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Peristiwa

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kerja Sama Kelembagaan Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Herdaus, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Jumat (17/10).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung layanan dan fasilitas pemenuhan hak dasar yang diberikan kepada warga binaan.

Dalam kunjungannya, Herdaus secara khusus memantau dua fasilitas utama, yaitu Dapur Sehat dan Klinik Pratama yang dimiliki oleh Lapas yang berlokasi di Jalan Letkol Istiqlah tersebut. Atas apa yang disaksikannya, Herdaus menyampaikan apresiasi yang tinggi.

Terhadap Dapur Sehat Lapas Banyuwangi, yang setiap harinya menjadi pusat pengolahan makanan bagi seluruh warga binaan, Herdaus memberikan pujian. Ia menilai dapur sehat tersebut telah tertata dengan sangat baik dan terjaga kebersihannya.

“Kejelasan prosedur mulai dari penerimaan bahan makanan hingga proses pengolahannya sudah berjalan dengan baik. Didukung dengan sirkulasi udara yang optimal, hal ini sangat mendukung terjaminnya higienitas makanan yang disajikan,” ujar Herdaus.

Tidak hanya dapur sehat, fasilitas Klinik Pratama di Lapas Banyuwangi juga mendapat penilaian positif. Herdaus menyebut klinik tersebut telah representatif dan memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi warga binaan.

Meski memberikan apresiasi, Herdaus berpesan agar Lapas Banyuwangi dapat terus menjaga konsistensi layanannya. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk hak atas pangan dan kesehatan, merupakan hal yang mutlak dan harus dipenuhi dengan baik secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan terbaik.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk menjamin semua hak dasar warga binaan dapat terpenuhi dengan baik. Apresiasi dari Bapak Asdep ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.

SUMATERA || jejakindonesia.id – Rahmad Akhir Harahap Ketua Lintas Kajian Kaum Gerakan Sumatera Utara ( Linkkar Sumut ) merasa kecewa terhadap kinerja pihak penyidik polres Tapsel pasalnya Kasus perusakan pagar yang dilaporkan oleh Ahmad Dairobi Harahap warga desa Hutaraja kecamatan Ujung Batu terkesan lamban ditangani pihak kepolisian.

Hal ini disampaikannya kepada para awak media.,Jumat (17/10) dimana menurutnya para penyidik polres Tapsel terkesan lambat dalam menangani proses laporan masyarakat. Dimana laporan polisi nomor : LP/B/202/IV/2025/SPKT/POLRES Tapanuli Selatan pada 30 Juni 2025 kemarin belum menunjukan progres signifikan hingga saat ini.

“Kita sangat menyayangkan kinirja kepolisian tapsel laporan sudah hampir empat bulan namun hingga saat ini pihak korban belum mendapat kepastian hukum padahal sejumlah saksi telah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP namun hingga hari ini kasus tersebut belum masuk dalam proses penyidikan”,.ujarnya.

Akhir menekankan bila polres Tapsel tidak berbenah dan terkesan lambat memproses laporan masyarakat tentunya itu akan memperburuk institusi polri itu sendiri terkhusnya polres Tapsel dimata masyarakat.

“Kita berharap kapolres Tapsel agar benar benar menjalankan tugasnya sesuai dengan Selogan polri, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta benar benar menegakkan keadilan dan terlepas dari tekanan-tekanan dari pihak lain”.,tegasnya

Dimana sebelumnya vidio tindak pidana kasus pengerusakan pagar yang dilakukan H Saidi Harahap sudah sempat viral dimana dalam vidio tersebut H Saidi Harahap di duga dengan sengaja melakukan pengerusakan tembok pagar pembatas sepanjang dua meter dengan ketinggi dua meter dengan cara memukuli dan memecahkannya hingga rata dengan sebuah martil.

Dalam vidio yang berdurasi dua menit tiga puluh dua detik tersebut terlihat seorang pria tua berpakaian serba putih lengkap dengan sorban yang terpasang di kepala yang di ketahui bernama H Saidi Harahap yang terlihat santai melakukan pengerusakan walau sudah di dilarang oleh Ahmad Daerobi namun H. Saidi Harahap tidak menggubrisnya hingga tembok pagar pembatas tersebut rata dengan tanah dan dalam vidio tersebut juga terlihat pertengkaran antara H Saidi Harahap dan Ahmad Daerobi yang di saksikan sejumlah warga namun tak bisa berbuat banyak.

Di ketahui H Saidi Harahap merupakan ayah dari kepala desa Hutaraja yang juga merupakan seorang Tuan Syekh sebuah parsulukan di desa Hutaraja Lengkungdolok kecamatan Ujung Batu dan serta orang tua kandung dari terpida kasus pencabulan anak di bawah umur berinisil AKH yang berpropesi sebagai ASN yang di ponis 10 tahun penjara oleh pengadilan negeri Padangsidimpuan.

tags. polrestapsel, kasus pengerusakan, tuan syekh, hutaraja, kec ujung batu, paluta.

foto dok Ketua Lingkar Sumut Rahmad Akhir Harahap.
foto loporan Ahmad Daerobi Harahap ke polres tapsel.

Gunungtua || jejakindonesia.id – Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di kecamatan Dolok kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meminta dan mendesak Bobby Nasution Gubernur Sumatera Utara agar pembangunan jalan di Dolok Sipiongot dilanjutkan.,Rabu(15/10)

Hal tersebut disampaikan melalui media sosial faccebook di depan jalan rusak yang pekerjaannya dihentikan di wilayah Sipiongot dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan pimpinan ponpes KH. Abdullah Efendi Ritonga dan ustad A. Roisuddin Ritonga.

Dalam Pernyataan yang di sampaikan KH. Abdullah Efendi Ritonga meminta dan mendesak Bobby Nasution dan wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga yang juga Putra Sipiongot agar pembangunan jalan di Sipiongot menjadi perhatian serius dan agar di lanjutkan pembangunannya.

“Kepada yang terhormat Bapak Gubernur Sumatera Utara Bapak Bobby Nasution dan Bapak Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, kami dari masyarakat Dolok betul betul merasakan kepedihan dan kesulitan kesulitan akses jalan menuju ibukota kecamatan kami Sipiongot”,.ujarnya KH. Abdullah Efendi Ritonga yang juga merupakan salah satu ulama besar di kabupaten Paluta.

KH. Abdullah Efendi Ritonga melanjutkan kepada bapak Gubernur Sumatera Utara Bapak Bobby Nasution yang dimuliakan, bapak ketua DPRD dan wakil ketua DPRD Sumut bahwa beberapa bulan yang lewat masyarakat Dolok betul betul bersyukur dan sangat bergembira saat ada hadir beberapa alat alat berat untuk memperbaiki jalan di Sipiongot.

“Namun kami selaku masyarakat yang tidak tahu menahu apa yang terjadi pembangunan itu terbengkalai dan alat alatnya pun menghilang dari pandangan kami”,.tuturnya

Dirinya juga menceritajan bahwa hal yang serupa juga sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu dan dengan sangat berharap seluruh masyarakat kecamatan Dolok kepada bapak Gubernur dan bapak ketua DPRD dan wakil DPRD Sumut agar pembangunan jalan tersebut dilanjutkan.

“Itulah Harapan kami agar kami betul betul dapat merasakan kemerdekaan seperti daerah lain dimana akses jalannya betul betul dapat di lalui dengan sebaik baiknya”,.himbaunya.

Para tokoh masyarakat dan pimpinan Ponpes di kecamatan Dolok kabupaten Paluta juga tidak luput mendoakan agar Gubernur Sumut Boby Nasution dan ketua DPRD agar senantiasa di bukakan kelapangan dada dan kemurahan hatinya oleh Allah SWT serta berupaya agar jalan dari Gunungtua dan dari Janji Manahan ke Sipiongot dapat dilanjutkan pembangunannya.

Dimana vidio tersebut telah di lihat sebanyak 50.432 dan di sukai sebanyak 1.724 serta di bagikan sebanyak 446 kali dan di unggah pada tanggal 14 Oktober 2025 oleh akun Wadil Qurro Darussalam Parmerahan.,(wol/bon).

tags.vidio viral, tokoh masyarakat sipiongot, kecamatan dolok, boby nasution, Paluta.

foto dok Para tokoh dan sejumlah ponpes dikecamatan dolok saat meminta agar pembangunan jalan di lanjutkan.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kecelakaan maut terjadi di jalur utama Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di selatan Masjid Uswatun Hasanah, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (16/10/2025) sekira pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tragis itu melibatkan truk box Santri bernomor polisi N-8XX5-UW dan pick up Mitsubishi L300 bermuatan ikan bernopol DK-8XX2-QS. Akibat benturan keras tersebut, satu orang dilaporkan tewas, sementara satu lainnya mengalami luka serius.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, truk box yang dikemudikan ISI (27), warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut membawa seorang penumpang bernama MRS (25), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Setibanya di lokasi kejadian, truk box itu berusaha mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan muncul pick up Mitsubishi L300 yang dikemudikan oleh AYN (57) dengan penumpang SHI (55), keduanya warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

Karena jarak yang terlalu dekat dan manuver truk yang tidak terkendali, tabrakan frontal tak terhindarkan. Benturan keras membuat bagian depan kedua kendaraan ringsek parah. Pengemudi dan penumpang L300 sempat terjepit di dalam kabin, sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian.

Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Namun nahas, penumpang pick up bernama Suhari meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka parah yang dialaminya.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi yang dipimpin Kepala Unit Penegakan Hukum Lalu Lintas (Kanit Gakkum), Ipda Andi Restu Darmawan, bersama sejumlah anggotanya segera tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Dugaan sementara, penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi truk box yang mendahului kendaraan di depannya tanpa memperhatikan arus dari arah berlawanan,” ungkap Ipda Andi.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan barang bukti kendaraan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di jalur Ketapang–Banyuwangi yang dikenal rawan kecelakaan, karena kondisi jalan lurus namun padat kendaraan dan sering disalahgunakan untuk memacu kecepatan tinggi. (rag/bp-bwi)

Bener Meriah || jejakindonesia.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bener Meriah. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia usai terlibat tabrakan dengan sebuah mobil colt diesel di Jalan Takengon–Bireuen, tepatnya di Kampung Gegerung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, pada Kamis (16/10/2025) sekira pukul 08.00 WIB.

Kejadian bermula saat satu unit sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi BL 4122 AA yang dikendarai Awaluddin (59), warga Kampung Gegerung, melaju dari arah Bireuen menuju Takengon. Saat di lokasi kejadian, korban diduga hendak berbelok ke kanan tanpa memperhatikan situasi lalu lintas di belakangnya.

Dari arah yang sama, datang sebuah mobil colt diesel BL 8626 ZT yang dikemudikan oleh M. Ikbal (23), warga Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Akibat insiden tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka serius dan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, pengemudi colt diesel tidak mengalami luka.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, melalui Kasi Humas Ipda Eriadi mengatakan benar adanya telah terjadi peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan antara sepeda motor dan mobil colt diesel di wilayah Wih Pesam. Pengendara sepeda motor meninggal dunia di TKP,” ujar Kasi Humas.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, diketahui bahwa pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm saat berkendara, sedangkan pengemudi mobil Colt Diesel memiliki STNK namun tidak dapat menunjukkan SIM.

“Petugas sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan, serta mendata saksi-saksi di lokasi kejadian,” tambahnya.

Polres Bener Meriah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara.Kerugian materi akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp500 ribu.

“Keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas. Gunakan helm dan perhatikan kondisi sekitar sebelum berbelok atau menyalip kendaraan lain,” pungkasnya.

error: Content is protected !!