Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Peristiwa

SIANTAR || jejakindonesia.id  — Warga di sekitar Stadion Sangnawaluh, Kota Pematang Siantar, mengaku resah dengan aktivitas peredaran narkotika yang diduga masih berlangsung di kawasan tersebut. Mereka menuding seorang pria berinisial GomS sebagai sosok yang berperan dalam jaringan peredaran barang haram itu.

“Kalau dia marah, hidup orang bisa porak-poranda. Dia pandai memecah dan mengadu domba,” kata seorang warga, Kamis (16/10). “Kami sudah muak, tapi takut bicara.”

Menurut penuturan sejumlah warga, GomS dikenal licin dan kerap terhindar dari penindakan hukum. Ia diduga memiliki hubungan dekat dengan sejumlah oknum aparat sehingga selalu mengetahui rencana razia di wilayah itu. “Setiap kali ada operasi, dia sudah tahu duluan. Biasanya langsung berhenti sementara, lalu muncul lagi setelah situasi aman,” ujar warga lainnya.

Beberapa sumber menyebut, GomS juga pernah mengancam wartawan yang mencoba menulis soal aktivitasnya. Seorang ketua organisasi masyarakat bahkan dikabarkan pernah menjadi korban adu domba hingga kehilangan jabatan.

Fenomena ini membuat warga semakin kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di daerah tersebut. “Kami hanya ingin lingkungan ini aman seperti dulu. Kami berharap Polda Sumut segera turun tangan,” kata seorang tokoh masyarakat.

Warga menilai, langkah tegas dari kepolisian akan memulihkan ketenangan di sekitar kawasan Stadion Sangnawaluh.

SURABAYA || jejakindonesia.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sungai. Ajakan itu menjadi pesan utama dalam kegiatan susur Kali Surabaya yang akan digelar bersama Gubernur Jawa Timur dan TNI Angkatan Laut Pasmar pada Minggu 16 Oktober 2025.

Kepala DLH Jatim, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., M.Han., mengatakan bahwa kegiatan susur sungai ini merupakan upaya nyata membangun kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sungai. Jangan lagi sungai dijadikan tempat sampah. Sungai adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dan dirawat,” tegas Nurkholis (16/10).

Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga TNI AL. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menjaga kebersihan sungai dan ekosistem air di Jawa Timur.

“Susur sungai ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi gerakan moral untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan susur sungai kali ini akan menempuh rute Waru Gunung hingga Karah Rolag sejauh sekitar 7,7 kilometer, dengan pemberhentian di empat titik utama.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Jatim, Aju Mustika Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan ekosistem sungai.

“Selama ini bantaran Kali Surabaya masih sering dijadikan tempat pembuangan sampah. Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat, bahwa sungai bukan tempat buang sampah, tapi sumber kehidupan,” ujar Dewi.

Dewi memaparkan, kegiatan akan dilakukan di empat pos :

1. Pos 1 Waru Gunung – apel pembukaan bersama Gubernur, OPD, masyarakat, dan pegiat lingkungan, serta penebaran 15 ribu benih ikan Bader.

2. Pos 2 Karangpilang – penanaman tanaman hidroponik sebagai simbol ketahanan pangan ramah lingkungan.

3. Pos 3 Pagesangan – pelaksanaan Gerakan Balik Kanan, mengajak warga bantaran menghadap sungai dan ikut menjaga kebersihannya.

4. Pos 4 Karah Jambangan – penanaman bibit cabai, terong, dan tomat.

Selain itu, Gubernur juga akan menyerahkan drop box sampah di setiap titik agar masyarakat memiliki sarana pembuangan yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

“DLH fokus pada edukasi dan pencegahan pencemaran. Kami juga terus mensosialisasikan kepada dunia usaha agar taat terhadap aturan pengelolaan limbah sesuai PP 22/2021 dan Permen LHK 5 /2021,” jelasnya.

DLH Jatim mencatat, kualitas lingkungan hidup di provinsi ini menunjukkan tren positif. Tahun 2024, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur dinobatkan sebagai yang terbaik se-Jawa.

“Capaian ini harus kita pertahankan, bahkan ditingkatkan. Dengan kolaborasi seperti ini, kami yakin masyarakat Jawa Timur akan semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan,” pungkas Dewi.
(Redho)

SURABAYA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan arah perubahan yang positif bagi bangsa Indonesia.

Menurut Baihaki, dalam kurun waktu singkat, duet Prabowo Gibran mampu menghadirkan berbagai langkah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat pemerintahan Prabowo Gibran bekerja dengan cepat, tegas, dan terarah. Dalam waktu satu tahun, berbagai kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat kecil mulai terlihat hasilnya,” ujar Baihaki Akbar (16/10)

Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah terhadap kemandirian pangan dan energi, penguatan pertahanan nasional, serta program ekonomi kerakyatan merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan bangsa.

“Kemandirian di sektor pangan dan energi adalah pondasi kedaulatan negara. Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang berani memperkuat dua sektor vital itu, sekaligus memperhatikan kesejahteraan masyarakat bawah,” tegasnya.

Baihaki juga menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas dan berwibawa, berpadu dengan semangat muda Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang membawa gagasan segar dalam tata kelola pemerintahan.

“Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda menjadi energi baru bagi bangsa ini. Prabowo membawa ketegasan, sementara Gibran menghadirkan inovasi dan perspektif generasi muda,” lanjut Baihaki.

Menurutnya, berbagai terobosan di sektor digital, pendidikan vokasi, dan peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan nasional merupakan bukti komitmen nyata menuju Transformasi Indonesia Emas 2045.

“Tahun pertama ini adalah fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, modern, dan bermartabat. AMI percaya, dengan sinergi seluruh elemen bangsa, visi besar pemerintahan Prabowo–Gibran akan menjadikan Indonesia semakin disegani di dunia internasional,” pungkasnya.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pertumbuhan pengguna kereta api ke Banyuwangi terus meningkat. Ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, merenovasi tiga stasiun di Banyuwangi dengan nuansa adat Osing yang merupakan suku asli Banyuwangi.

Tiga stasiun tersebut yakni Stasiun Ketapang, Stasiun Banyuwangi Kota, dan Stasiun Kalisetail.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan jumlah penumpang menuju tiga stasiun tersebut terus meningkat tiap tahun.

“Penumpang di tiga stasiun tersebut terus meningkat, apalagi saat ini menjelang libur panjang natal dan tahun baru. Renovasi ini untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Selain itu renovasi juga dilakukan agar tampilan stasiun memiliki ciri khas lokal Banyuwangi,” kata Cahyo.

Data triwulan III tahun 2025, jumlah penumpang tertinggi di wilayah Daop 9 memang Stasiun Jember. Namun, posisi kedua hingga keempat ditempati oleh Stasiun Banyuwangi Kota, Ketapang, dan Kalisetail. Apabila tiga stasiun digabungkan, Banyuwangi menjadi yang tertinggi.

Ini menunjukkan Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan pengguna transportasi kereta api yang tinggi.

“Renovasi paling banyak di Stasiun Ketapang. Fasad atau muka depan bangunan akan dibuat dengan nuansa adat khas Banyuwangi, yaitu bernuansa Osing seperti yang di Stasiun Banyuwangi Kota,” kata Cahyo, Kamis (16/10/2025).

Renovasi di Stasiun Ketapang di area hall utama, ruang boarding, dan jogging track di sisi utara stasiun.

Renovasi Stasiun Ketapang telah dimulai sejak Juli 2025, dan ditargetkan selesai Desember 2025, agar bisa berfungsi optimal sebelum masa angkutan Nataru 2026.

Sementara di Stasiun Banyuwangi Kota, renovasi peninggian atap bangunan lama agar selaras dengan desain modern bangunan barunya.

KAI juga meninggikan peron dan memperbarui atap agar serasi dengan lingkungan sekitar.

“Target pekerjaan selesai di Stasiun Banyuwangi Kota sekitar Maret 2026,” jelas Cahyo.

Di Stasiun Kalisetail, dilakukan penataan ulang pintu masuk, gate parkir, dan area parkir, serta menambah musala dan area tenant agar penumpang lebih nyaman.

“Kami ingin pengguna dan masyarakat yang mengakses Stasiun Kalisetail merasa lebih nyaman,” ujar Cahyo.

Cahyo mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang di Stasiun Kalisetail yang terus meningkat juga menjadi alasan renovasi.

Pada 2024 jumlah penumpang harian mencapai sekitar 1.500 orang, meningkat menjadi 2.500 orang per hari pada 2025.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih KAI memasukkan unsur kearifan lokal dalam insfrastruktur stasiun kereta api di Banyuwangi.

Menurut Ipuk konsep yang diusung KAI sesuai dengan Pemkab Banyuwangi yang telah lama menjadikan ruang publik yang tidak hanya bisa dimanfaatkan masyarakat namun juga memiliki nilai budaya dan historis.

“Jadi stasiun bukan sekadar menjadi tempat naik turun penumpang, namun juga memiliki nilai historis dan menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Masyarakat juga bisa beraktivitas di area stasiun tanpa harus bepergian dengan kereta,” ujar Ipuk.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Badan Gizi Nasional meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi. Rombongan dipimpin langsung Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Dadang Hendra Yudha dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (16/10/2025).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm. Triyadi Indrawijaya.

Deputi Dadang mengatakan tujuan kedatangan BGN ke Banyuwangi untuk melihat langsung dan melakukan monitoring terhadap dapur- dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang sudah beroperasional.

“Kesini untuk melihat langsung dapur-dapur yang sudah melakukan operasional. Apakah sudah sesuai dengan standar operasional BGN atau belum. Kalaupun ada kekurangan, kita koreksi dan lakukan perbaikan sesuai SOP nya. Tujuannya agar supaya outcomenya sama, yakni dapur memberikan makanan sesuai standar gizi yang sudah ditentukan,” kata Deputi Dadang.

Standar BGN yang harus dipenuhi oleh dapur/SPPG mencakup empat aspek. Pertama adalah Standar Kecukupan Kalori. Standar kedua, BGN adalah standar Komposisi Kandungan Gizi atau persentase angka kecukupan gizi. Dimana harus diperhatikan keseimbangan antara jumlah asupan karbohidrat, protein hewani/nabati dan seratnya.

“Jumlah kebutuhan kalori dan kebutuhan gizi berbeda-beda antara anak SD, SMP, SMA juga untuk ibu hamil dan menyusui. Semuanya harus diukur dan dipastikan sesuai oleh ahli gizi yang bertugas di SPPG,” kata Deputi.

Ia melanjutkan, standar BGN ketiga yakni Standar Hiegienis atau kebersihan. Sedangkan standar keempat adalah Standar Keamanan.

“Standar Hiegenitas dan Standar Keamanan ini wajib diterapkan di semua SPPG. Baik hiegenitas dan keamanan mulai bahan baku, proses produksi, penditribusian dan penyimpanannya,” terangnya.

“Ke empat standar BGN ini harus dipatuhi dan dipenuhi oleh semua pengelolaa SPPG,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Deputi Dadang juga mengajak daerah untuk turut berkolaborasi menyukseskan program MBG. Salah satunya membantu SPPG untuk bisa memenuhi standar hiegenitas dan bisa mendapatkan sertifikas laik higienis dan sanitasi (SLHS).

“Selain itu program MBG ini juga memiliki multiplier effect yang cukup besar bagi perekonomian daerah dan membuka lapangan pekerjaan,” uangkapnya.

Saat ini di Banyuwangi terdapat 38 SPPG dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 111.805 orang siswa mulai dari pelajar TK, SD, SMP, SMA dan pondok pesantren.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemerintah daerah siap berkolaborasi agar MBG di Banyuwangi berjalan dengan aman dan lancar. Salah satunya, pemkab menggelar pelatihan keamanan pangan bagi petugas penjamah makanan (pengelola) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat ini jumlah petugas penjamah makanan yang telah mengikuti pelatihan keamanan pangan sebanyak 448. Sementara sudah 11 SPPG di Banyuwangi yang mendapatkan sertifikat SLHS.

“Kami juga memerintahkan puskesmas untuk melakukan pendampingan dalam pengelolaan MBG, melakukan inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, serta penerbitan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang telah memenuhi standar,” ungkap Ipuk.

error: Content is protected !!